
Martin yang dihadang oleh Rangga disambut oleh dua orang lagi yang datang yaitu Veli dan Varham. Saat Rangga bertanya kepada mereka siapa yang berbicara tanpa wujud mereka menampakan wujudnya datang dihadapan mereka berdua.”Siapa kalian,”kata Rangga.
Mereka berdua keluar darai tempat persembunyian dan menampakan diri kepada Martin dan Rangga yang sedang berbicara.”Apa kamu juga lupa dengan kami berdua,”ucap Veli dengan senyuman ramah.”Aku ingat-ingat dulu,”ucap Martin yang sedang berpikir. Martin yang sedang berusaha mengingat tapi tidak menemukan jawaban hanya bisa tersenyum kepada mereka berdua dan menggelengkan kepalanya.”Serius kamu tidak ingat dengan mereka berdua sama dengan diriku,”kata Rangga yang menepuk bahunya.
“Makhlukmin saja kalau anak yang satu ini tidak ingat,”ucap Varhan.”Mereka adalah Veli dan Varham,”kata Rangga yang cetus.”Tapi ada perlu apa sampai kalian datang dihadapanku sekarang,”ucap Martin yang masih santai.”Apa kamu serius tidak ingat kami,”kata Veli.”Tidak karena kalian tidak penting bagiku,”ucap Martin yang melewati mereka berdua dengan santai.
Tapi mereka berdua menghalangi jalan Martin dengan menahan bahu mereka dengan tekanan aura jiwa yang tidak biasa.”Apa yang kalian inginkan,”ucap Martin yang masih menekan aura jiwanya.”Apa kamu ingin bertemu dengan rekan kamu,”kata Rangga yang memeluk Martin dari belakang.
“Ayolah aku hanya ingin bertemu dengan mereka kenapa kalian menghalangiku,”ucap Martin yang masih dalam kondisi menahan.”Sampai kita selesai bermain,”ucap Varhan. Martin yang tidak tahu apa keinginan mereka bertiga menghalanginya. Dia hanya bisa menggunakan telepati khusus untuk menghubungi Morgan.”Kalian masih baik-baik saja,”ucap Martin.
“Masih kenapa kamu lama. Dimana kamu sekarang,”kata Morgan.”Bertemu dan dihadang oleh Rangga, Veli dan Varhan,”ucap Martin dengan santai.”Serius kau dihadang tidak penghancur dalam satu hari,”kata Morgan.”Bukannya mereka adalah Tiga penghancur penjaga khusus dari Rose Black Kuno. Kenapa mereka muncul di tempat ini,”kata Mark yang ikut bergabung dengan mereka berdua.
“Aku tidak tahu soal itu, Organisasi Rose Black Kuno yang sudah lama menghilang datang ke pertarungan Bencana Dunia,”ucap Martin.”Kalian harus waspada ada musuh yang akan datang menyambut kalian mungkin saja mereka adalah salah satu dari Rose black kuno,”kata Martin lagi yang kemudian mengurus hubungan dengan mereka berdua.
__ADS_1
“Kenapa kamu diam saja,”ucap Rangga.”Binggung,”ucap Martin yang menghela nafas.”Cari tempat lain saja bagaimana untuk duduk,”kata Martin yang menghilang dihadapan mereka bertiga setelah berkata mencari tempat lain. Rangga yang melihat Martin menghilang sangat terkejut,”Dimana dia sekarang,”ucap Rangga. Veli dan Varhan yang juga terkejut menghilangnya Martin juga menatap keduanya. Mereka yang tidak tahu dimana Martin hanya terdiam sampai Karlot datang.”Sedang apa kalian, dimana Martin sekarang,”kata Karlot yang baru datang.
“Kami juga sedang mencarinya sekarang. Karena dia menghilang secara tiba-tiba,”kata Veli.”Kata terakhir darai Martin apa,”ucap Karlot yang melihat sekitar.”Dia mencari tempat lain untuk duduk,”ucap Varhan. Karlot pergi menuju pulau yang terdekat dengan di ikuti oleh Veli, Rangga dan Varhan yang ada dibelakang Karlot.
“Kamu mau kemana,”ucap Varhan.”Ke pulau,”ucap Karlot. Martin yang sudah di pulau dengan santai duduk dan menikmati teh yang dia buat untuk menikmati pemandangan .”Kenapa kalian terlambat datang,”ucap Martin yang sudah duduk. Karlot menghampiri Martin yang sedang bersantai dan duduk di samping dia.”Lama tidak bertemu”ucap Karlot.”Lama apanya,”kata Martin.
“Kenapa kalian muncul tidak seperti biasanya Organisasi kalian datang ke tempat seperti ini setelah lama bersembunyi,”kata Martin.”Itu karena ada pengganggu yang sudah mengambil batas wilayah Rose Black Kuno,”kata Karlot.
“Memangnya siapa dia,”ucap Martin yang tidak tahu.”Dia orang yang kamu cari bukan. Kita memiliki musuh yang sama,”kata Karlot.”Tapi suasana tempat ini agak aneh bukan,”ucap Martin melirik ke arah Karlot.
Mereka berempat di pulau yang sama menuggu peristiwa bersama-sama apa yang akan datang setelah mereka. Bencana Dunia yang tidak bisa diprediksi karena beberapa organisasi yang tidak terlihat bisa saja akan muncul di tempat yang sama hanya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Di tempat lain Mitra yang sedang bertarung dengan Tao mendapatkan informasi yang tidak terduga dengan aura jiwa yang sangat besar datang di belakang Tao berada.”Kenapa kamu berhenti, kamu kira aku akan mengalah dengan dirimu yang sudah menghancurkan jiwaku,”kata Tao yang sudah babak belur karena bertarung dengan Mitra.
__ADS_1
“Siapa juga yang mau melepaskan kamu. Aku hanya penasaran dengan kumpulan awan hitam yang datang dari belakang kamu,”kata Mitra yang merasa kalau hawa awan itu menekan jiwanya. “Kamu kira aku bodoh mempercayai kamu,”kata Teo.”Percaya atau tidak maaf ya aku akan membuat kamu keluar dari pulau sekarang. Sampai jumpa,”kata Mitra yang menendang Teo yang tidak memilki tenaga lagi. Setelah dia berurusan dengan Tao dia memanggil anak buah yang masih bertahan untuk membuat formasi pertahan level 10.”Semuanya bersiap untuk gelombang jiwa buat formasi pelindung level 10,”kata Mitra.”Kabari pulau yang lain,”ucap Mitra. Setelah dia memberitahukan anak buahnya tapi kabar yang diberikan kepada bawahannya adalah,”Kita tidak bisa menghubungi mereka.”
“Apa maksud kamu tidak bisa menghubungi mereka apa ada gangguan gelombang sinyal,”kata Mitra.”Mungkin saja karena gelombang jiwa itu,”kata Teo yang menerobos masuk dalam formasik.”Kenapa kamu bisa masuk,”ucap Mitra yang kesal.”Aku tidak ingin mati dilahap oleh gelombang jiwa tersebut,”ucap Teo yang duduk di tanah.
“Apa kamu tahu apa yang sedang terjadi?,”ucap Mitra yang menghampiri.”Aku juga tidak tahu apa yang sedang terjadi,”kata Teo.
“Bos mereka semakin dekat,”ucap Bawahan.”Aku tahu,”ucap Mitra.”Kamu bisa telepati,”kata Mitra kepada Teo.”Tidak,”ucap Teo.Mitra yang tidak tahu kalau ada gelombang jiwa yang akan datang membuat dia merasa ada yang salah dengan gelombang jiwa yang datang.
“Aku berharap ini tidak apa yang aku pikirkan,”ucap Mitra.”Kenapa kamu khawatir sementara kamu sudah memasang formasi pelindung,”kata Teo.”Apa kamu tidak merasakannya ada yang aneh dengan gelombang jiwa yang datang itu,”kata Mitra.
“Apa yang aneh bukannya itu gelombang jiwa yang biasa saja,”ucap Teo yang tidak bisa merasakannya. Mitra yang duduk bersila kembali masuk ke dalam lautan jiwa mencari tahu dimana buku telepati untuk dia pelajari hari itu untuk bisa menghubungi yang lain.”Kenapa kamu diam saja,”ucap Teo yang ada disampingnya.”Kamu jaga aku sampai aku selesai, untuk sekarang kita gencatan senjata bagaimana,”kata Mitra yang menatapnya.”Ok,”ucap Teo yang tidak tahu apa yang akan terjadi di depannya.
Mereka yang sedang damai untuk menghadapai gelombang jiwa yang tidak tahu datang dari mana. Mitra yang sedang mempelajari telepati telah berhasil mendapatkan ilmunya dan tinggal menghubungi rekannya yang jauh dari tempat dia berada.
__ADS_1
“Rong Shi, Ling Yong, Morgan, Mark , Lili, Martin, Alex, Ali kalian mendengarnya,”ucap Mitra yang berteleportasi telapati. Secara bersamaan di tempat lain mereka yang mendapatkan telepati Mitra membalas pesan mereka.”Ada apa?,”ucap Morgan.
“Gelombang jiwa berwujud datang mendekat di pulau Kabut,”ucap Mitra.”Apa maksud kamu gelombang jiwa berwujud datang, itu mustahil ada di dunia manusia,”kata Mark.”Tapi di depanku memang ada gelombang jiwa berwujud yang datang dengan sangat aneh,”kata Mitra yang sudah membuka matanya.