
Pagi yang indah angin yang sejuk dengan cahaya yang menyinari kaca kamar. Roki yang sudah terbangun dari tempat dia tidur tidak lama kemudian kakek yang sudah tebangun juga keluar dari kamarnya.”Untu saja semua sudah dibereskan oleh Yamato jika tidak kakek pasti akan gelisa dengan apa yang terjadi tadi malam,”kata hati Roki.
“Sedang apa kamu di sana,”ucap Kakek dari belakang. Roki menoleh ke belakang dan melihat kakeknya yang berjalan ke arahnya,”Hanya ingin merenggangkan tubuh saja. Bagaimana malam kakek apa bisa tidur nyeya,”kata Roki.
“Kamu sendiri bagaimana apa bisa nyaman dengan kamu di hotel ini,”kata Kakek.”Aku nyaman dan semua urusan di negera ini hampir sebagian sudah selesai. Apa kakek ingin mengunjungi suatu tempat,”kata Roki. Kakek duduk setelah Yamato datang membawa sarapan.
“Kita sarapan terlebih dahulu, sebelum kita membahas apa yang terjadi di perusahaan,”kata Kakek.”Aku mengerti, tapi aku ingin mandi dulu. Kakek bisa makan terlebih dahu atau mau minum teh dulu. Jika ingin makan bersama,”kata Roki yang pergi menuju kamar mandi.
Air yang mengalir dari kran dengan hangat yang pas dia membersihkan tubuhnya dengan air yang mengalir. Tubuh yang selama ini luka juga sudah sembuh total. Sampai dia selesai membersihkan diri dia selalu berpikir,”Kenapa mereka bisa datang ke sini. Apa yang mereka katakan benar kalau mereka adalah Organisasi Kegelapan Jiwa. Tapi bagaimana mereka bisa bermusuhan sama halnya dengan Martin. Bicara dengan Martin apa dia baik-baik saja, kenapa dia bisa tahu semuanya,”kata hati Roki yang terus mencari tahu kebenarannya.
Roki berjalan setelah memakai pakaian dan menuju ke ruang makan yang sudah di tunggu oleh Kakek.”Maaf kek menuggu lama,”kata Roki yang duduk didepannya.”Apa masih kepikiran dengan nona Fira,”kata Kakek.
“Kenapa masih bahas itu kek, ayo makan,”ucap Roki yang memalingkan wajahnya karena malu.
Waktu berjalan lambat sampai mereka menikmati pembicaraan, hingga tuan Firman datang bersama kedua anaknya datang ke hotel prima. Suara ketukan terdengar darai luar pintu kamar Yamato berjalan membuka pintunya dan melihat Tuan Firman bersama dengan kedua anaknya datang bersama dengan Koto yang mendampinginya.
“Silakan masuk tuan,”kata Yamato yang mempersilakan mereka berempat masuk.”Siapa yang datnag Yamato,”kata Kakek.”Mereka dari keluarga Koto tuan,”kata Yamato. Roki dan Kakek berjalan ke ruan tamu dimana keluarga Koto yang sudah duduk menuggu mereka berdua.
“Apa kami mengganggu kalian berdua,”ucap Firman yang merasa ada sesuatu yang disembunyikan. “Tidak,”ucap Kakek yang datang dan langsung duduk didepan mereka. “Ada kalain berempat datang ke sini apa terjadi sesuatu?,”kata Roki yang mendampingi kakek.
__ADS_1
“Kurasa kamu peka. Aku langsung ke intinya saja apa mereka datang mengunjungi kamu,”kata Koto yang langsung bertanya. Roki yang tahu maksud dari perkataan Koto hanya tersenyum.”Siapa yang kalian maksud?,”kata Roki.
“Kamu tidak usah berpura-pura dari tatapan kamu, pasti kamu sudah menghabisinya bukan,”kata Koto. “Apa yang kalian bicarakan,”ucap Kakek.”Sebenarnya aku tidak ingin bicara agar kakek tidak gelisa. Tapi kalian datang dan menayakan itu, jadi tidak bisa berbuat apa-apa,”kata Roki.
“Apa benar mereka sudah kamu bunuh?,”ucap Firman.”Mereka sudah aku bunuh karena datang di tempat yang salah, apa ada sesuatu yang membuat kalian khawatir dengan mereka berdua,”kata Roki yang mencari tahu.
Mereka berempat hanya menghela nafas dan mulai mengatakannya kepada mereka berdua.”Kalian tahu siapa yang mengincar kalian adalah Organisasi Kegelapan Jiwa,”kata Firman. Roki hanya menganggukan kepalanya sampai Koto berkata,” Dia adalah wakil ketua dan muridnya yang datang tadi malam. Tapi kamu membunuh mereka dengan mudah, bagaimana bisa.”
“Apa maksudnya mudah. Memang yang datang dua orang malam itu karena aku dalam kondisi tidka baik. Aku membunuh mereka saat mereka lengah dengan tingkat pemahamanku yang masih kurang. Tapi mereka yang datang ke tempatku harus aku bunuh dengan tingkat yang mereka anggap lemah,”Roki tertawa yang kemudian dia melihat kearah mereka.
“Aku memang lemah tapi aku tidak bodoh sampai mana tingkatan mereka,”ucap Roki lagi.”Apa maksud yang kamu katakan,”ucap Firman yang tidak mengerti. “Dia berkata kalau dia lemah apa tidak boleh membunuh yang lebih hebat darinya,”ucap Koto yang sudah memahami kenapa dia bersikap seperti itu.
“Kenapa kamu tidak bilang kalau ada musuh datang tadi malam,”ucap Kakek yang marah kepada Roki.”Maaf kek aku takut kalau kakek tahu kakek akan gelisah,”kata Roki menjelaskan.
“Berati kamu tahukan akibat dari kamu membunuh mereka berdua,”ucap Fira yang merasa gelisa dengan Roki.”Aku tahu kamu jangan khawatir, memang ini ada alasannya kenapa aku membunuh mereka,”kata Roki.
“Kamu mulai sekarang harus berhati-hati karena mereka akan mengincar nyawa kamu setiap hari,”kata Firaman.”Jangan khawatir aku akan baik-baik saja,”kata Roki yang santai. Tapi dengan suasana yang sangat aneh mereka rasakan diluar jangkauan merekaaa. Seperti akan ada yang datang ke tempat mereka.
“Apa yang kalian sembunyikan dengan tatapan itu,”kata Kakek yang merasakan suasana di sekelilingnya sudah berubah dingin dan menekan.”Maaf kek, bukan mau menyembunyikan tapi...,”ucap Roki yang terhenti.
__ADS_1
“Apa ada yang datang berkunjung dan mereka adalah orang yang tidak bisa kita anggap remeh begitukan,”ucap kakek yang tahu situasinya sekarang. Roki hanya tersenyum sampai ada suara ketukan darai jendela. Yamato berjalan ke arah jendela dan melihat elang hitam yang sudah menuggu.
“Tuan elang hitam datang,”kata Yamato. Roki berdiri dan menuju ke elang hitam dan mengambil pesannya.”Mereka sudah bergerak berhati-hatilah dan bala bantuan dari pulau akan segera datang tapi hanya dua orang,”isi pesannya.
Kakek yang melihat wajah Roki merasa ada peristiwa besar yang akan terjadi. Kakeknya hanya terdiam tanpa berkata apa yang akan terjadi setelah dia melihat layar ponselnya yang sudah lama dia tidak membukanya.”Ini,”ucap Kakek.
“Roki,”ucap Kakek,”Apa kek?,”kata Roki yang berjalan ke arahnya bersama dengan elang hitam.
“Nanti kakek ingin bicara,”ucap Kakek.Roki hanya memiringkan kepalanya dangan pikiran,”Apa yang ingin kakek katakan sampai seperti itu. Tidak biasanya kekak berwajah serius itu kecuali kakek merencanakan sesuatu.”
“Apa kamu mendapatkan pesan darai pulau,”akat Koto yang tahu.
“Bukannya kamu sudah tahu semua,”ucap Roki yang kembali duduk.
“Elang Hitam tidak bisanya dia rukun dengan manusia,”kata Fira.”Elang hitam ini agak spesial,”ucap Roki.
“Apa kamu mendapatkan pesan dari teman kamu,”kata Fira mencari tahu.”Itu benar. Tapi kamu jangan gelisa karena mereka adalah orang yang sudah aku suruh mencari tahu keberadaan seorang,”kata Roki.
“Apa Martin,”ucap Koto.”Salah satunya,”kata Roki. “Aku keluar,”ucap Fira bersama dengan adiknya. Setelah mereka berdua pergi Firman memasang pelindung disekitar mereka dan berkata,”Apa kamu mau bergabubung dengan Organisasi Jiwa Cahaya.”
__ADS_1
“Itu tawaran yang sangat bagus. Tapi aku tidak bisa melibatkan mereka dalam urusan pribadiku. Aku berterima kasih atas tawaran yang kalian berikan. Tapi aku akan baik-baik saja, jangan khawatirkan diriku,”kata Roki yang menolak tawaranya.
“Apa kamu tahu mereka yang datang tidak hanya satu tapi 50 orang dengan level di atas kamu,”ucap Koto.”Aku tahu, tapi aku bisa menangani semuanya sendiri tanpa bantuan kalian berdua atau organisasi jiwa cahaya,”kata Roki yang masin santai.