Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Setelah Pembatalan 16


__ADS_3

“Jangan pergi,”ucap Fira yang masih takut dalam kegelapan malam dengan suara hujan bersamaan dengan petir yang menyambar. “Kamu ingin aku menemani kamu disini. Itu mustahil kamu tahukan aku Roki bukan orang lain,”kata Roki yang melepaskan baju yang ditarik oleh Fira.


“Aku tahu tapi, hari ini saja aku mohon,”kata Fira. Tiba-tiba petir menyambar dan membuat Fira takut dan memeluk Roki dari belakang. Roki yang juga terkejut karena Fira tiba-tiba memeluknya setelah suara petir menyambar. Roki menghela nafas dan menatap kearah Fira yang masih memeluknya.


“Apa yang harus aku lakukan,”ucap hati Roki. Karena terpaksa dia menemani Fira di kamarnya.”Baiklah aku akan menemani kamu. Cepat tidur,”kata Roki yang duduk disebelahnya. “Kamu tidak akan meninggalkan aku sendiriankan,”ucap Fira yang sudah berbaring sambil memegang selimutnya.


“Tidak cepat tidur aku akan menemani kamu sampai kamu tidur,”kata Roki yang duduk di kasur sambil bersandar. Fira  yang menutup matanya untuk tidur kembali kaget dengan suara petir yang menyambar dan seketika memeluk Roki yang ada didekatnya.


Roki yang terkejut dengan serangan pelukan Fira membuat dia berkata,”Kamu kenapa lagi. Lepaskan.” Fira menggelengkan kepalanya dan tetap memeluk Roki dengan erat sampai dia tertidur disamping Roki dengan posisi memeluk Roki.


Roki yang menahan hanya bisa mencoba meposisikan tubuh Fira dengan tangannya yang masih bisa digerakkan. Tapi saat Roki ingin melepaskan pelukannya Fira menambah kekuatan pelukannya yang membuat dia tidak bisa melepaskan pelukannya.


Roki menghela nafas dan hanya bisa membalas pelukan Fira dan mereka berdua tidur bersama malam yang dingin dan gelap. Roki yang mencoba menutup matanya tidak bisa karena posisi tubuh Fira yang membuat dia terus terbayang cantiknya tubuh yang di tutupi oleh pakaiannya.


“Apa yang aku pikirkan,”ucap Roki dalam hati.


“Aku harus bisa menahan serangan fisik ini dengan tenang,”kata Roki. Sampai pagi menjelang pagi pelukan Fira sudah melonggar dan Roki yang tidak bisa tidur bisa melepaskannya dan berdiri dari tempat dia berbaring.


“Aku harus pergi dari sini,”ucap Roki yang melihat kebawah.”Kenapa diriku mendapatkan serangan ini. Ini sangat memalukan,”ucap Roki yang berjalan keluar dari kamar Fira dan menuju kamarnya yang ada disamping kamar Fira.


Roki yang melepaskan pakaian setelah dia masuk ke dalam kamar mandi. Dia melihat dengan perasaan pucat setelah benda kesayangannya berdiri karena tubuh Fira yang mempesona. Air yang sudah dinyalakan Roki yang sedang melepaskan rasa nafsunya dengan air dingin yang membasahi tubuhnya.

__ADS_1


Beberapa jam telah berlalu Roki didalam kamar mandi untuk spritual jiwa yang sudah ternodai oleh kecantikan wanita yang ada di kamar sebelah.”Tidak aku sangka akan semenderita ini,”kata Roki yang menghela nafas. Roki keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju meja kerja yang penuh dengan kertas yang harus di tanda tangani oleh Roki.


Tubuh yang basah dengan pakaian piyama menutupinya sampai Yamato datang mengetuk pintu. “Masuk ucap,”Roki yang mendengar ketukannya.”Tuan ini kopi anda,”kata Yamato.


“Yamato. Aku tidak tahu kalau kamu berani menjebakku bersama dengan Fira malam tadi,”ucap Roki dengan senyum ramah. Yamato hanya menudukan kepalanya setelah menaruh kopi. “Maaf tuan itu saya lakukan untuk kebaikan anda. Karena saya merasa bersalah dengan apa yang saya lakukan kemarin,”kata Yamato menjelaskan.


“Kamu kemarin salah paham aku tidak melakukan apa-apa dengan Fira. Tapi karena kesalahan kamu aku terjebak oleh ketakutan Fira malam itu. Untuk hukumannya kamu harus membersihkan gudang dan gaji bulan ini kamu akan aku potong. Apa kamu mengerti?,”kata Roki.


“Saya tahu salah, lain kali saya tidak akan melakukannya lagi tuan. Saya terima hukumannya,”kata Yamato.”Kamu boleh pergi sekarang,”ucap Roki yang kembali membaca dokumennya.


Yamato pergi darai ruangan menuju lanati bawah yang sudah ada kakek.”Bagaimana?,”ucap kakek yang menuggu Roki.


“Tuan kurasa masih kurang bagus rencananya,”kata Yamato yang mendukung hubungan keduanya bersama dengan kakek.”Apa yang sedang kalian rencanakan?,”kata Kim dari belakang.


“Karena tadi pagi saya melihat tuan muda keluar dari kamar nona Fira,”kata Kim yang tidak sengaja melihatnya saat ingin bersih-bersih.”Apa kamu serius,”kata kakek.”Itu benar tuan besar. Saya melihat tuan muda keluar dari kamar nona Fira tapi dengan wajah yang lelah dan tidak bertenaga,”kata Kim yang mengingat kembali.


“Bukannya itu bagus,”ucap Kakek yang senang. “Tapi tuan ada yang aneh,”kata Yamato yang melihat tuan muda selesai mandi tadi.


“Apa yang aneh,”ucap kakek.”Tadi saya mengantar kopi untuk tuan muda dan dia baru saja selesai mandi. Apa mereka tidak terjadi apa-apa tadi malam,”kata Yamato.


“Jika tidak terjadi apa-apa. Pasti dia sedang menahan rasa sakit dibagian bawah,”ucap kakek yang merasa harus mencari rencana yang lain untuk membuat mereka melakukannya.

__ADS_1


“Tuan apa yang ingin anda lakukan,”kata Yamato yang melihat wajah tuan besar dengan rencana jahat untuk tuan muda. “Nanti kita bahas,”ucap Kakek yang melirik di balik tangga.


“Paman,”ucap Fira yang turun.”Kamu sudah bangun,”kata Yamato.”Iya”kata Fira yang merasa bersalah dengan kejadian tadi malam.


Fira yang menghampiri kakek bersama kedua pelayan setiap Roki. “Bagaimana tidur kamu apa nyenyak?,”kata Kakek. Fira yang meningat tadi malam membuat dia malu dan berkata,”Iya.”


“Kek aku harus bali dulu. Kita bertemu lagi besok ya,”ucap Fira yang berjalan tergesa-gesa keluar darai vila. Sampai Yamato berkata tidak dihiraukan oleh Fira.


“Dia kabur,”ucap Kim.”Pasti dia malu,”kata kakek yang tersenyum. “Tuan bisa saja,”kata Yamato.”Saya permisi dulu,”kata Yamato yang pergi ke gudang untuk bersih-bersih.


Sementara Roki yang melihat Fira yang keluar dari vila dengan wajah yang memerah membuat Roki kembali teringat tubuh Fira yang membuat dia tegang kembali.”Sial,”ucap Roki yang melihat kebawaj sambil menyadarkan kepalanya.


“Aku ingin memakan dia”kata Roki yang berjalan menuju kemar mandi. Roki melepaskan pakaiannya dan melihat dia sudah berdiri. Roki menghempaskan rambutnya kebelakang. Dengan pikiran membayangkan tubuh Fira yang terlihat elegan dan menawan. Sampai di menggosokan bagian yang tegang dengan tangannya dengan membayangkan tubuh telanjang Fira.


Tidak lama dia melakukannya dia menyelesaikannya dan membasuk tubuhnya dengan air dingin agar bisa lebih tenang.”Kenapa dengan diriku?,”ucap Roki yang telah membasuk tubuhnya.


“Dia sangat menarik dan membuat diriku jatuh dalam ilusi kecantikan yang dia buat. Tapi belum waktunya aku harus bisa bersama dengan dia. Aku harus menahan rasa sakit itu untuk sementara,”kata Roki yang mematikan kran air showernya.


Dia berjalan mengambil handuk dan menutupi bagian bawahnya berjalan menuju ke ruang pakaian. Roki yang memilih pakaian untuk pergi ke pertemuan setelah selesai membaca dokumenya.


Roki yang sudah selesai dengan beberapa dukumen diatas meja dia keluar untuk sarapan yang sudah di tunggu oleh kakek. “Apa kakek sudah menuggu lama,”kata Roki yang mendekat.

__ADS_1


“Ayo kita makan dulu,”kata Kakek.”Apa hari ini kamu ingin pergi,”ucap kakek lagi.”Iya da pertemuan yang harus aku hadiri,”kata Roki yang menikmati sarapan paginya.”Dengan siapa kamu pergi,”kata Kakek.”Aku akan pergi bersama dengan Kim di pertemuan itu. Jangan khawatir aku akan baik-baik saja,”kata Roki.


Tidak lama kemudian Roki berancak dari kuris dan menuju mobil yang sudah menuggua bersama dengan Kim.”Aku pergi dulu,”kata Roki yang berjalan ke arah pintu.


__ADS_2