Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Waktu Habis 9


__ADS_3

Ezan perlahan menghilang sedikit demi sedikit setelah Martin meninggalkan ruang jiwa. Martin yang termenung setelah kembali dari lautan jiwa merasakan kalau ada sesuatu yang aneh dengan Ezan hari ini.”Apa yang terjadi dengan Ezan hari ini,”ucap Martin yang merasa gelisah.


Hati Martin yang merasakan ada sesuatu yang tidak ingin dia lihat membuat dia kembali ke lautan jiwa untuk bertemu dengan Ezan. Martin yang sudah masuk ke lautan jiwa mencari sosok Ezan tapi dia tidak melihatnya.”Ezan kamu dimana?,”ucap Martin memanggil dia. Martin berjalan menyusuri lautan jiwa untuk mencari Ezan tapi dia tidak menemukan keberadaannya. Dia juga tida bisa merasakan hawa keberadaannya,”Ezan, kamu dimana jangan main-main. Aku ingin bicara dengan kamu.”


Martin yang menahan tangis terus memanggil Ezan dan menyusuri lautan jiwa. Tapi dia tidak menemukan Ezan hanya sebuah catatan yang dia temukan. Martin melihat catatan itu,”Ini tulisan Ezan.” Martin membaca tulisan Ezan satu demi satu sampai dia meneteskan air mata.”Kenapa kamu pegi lebih cepat Ezan,”ucap Martin yang menangis karena kehilangan saudaranya.


“Apa yang harus aku lakukan?,”kata Martin dalam hati setelah membaca catatan terakhir Ezan untuknya. Martin yang tidak bisa menahan air matanya terdiam dalam lautan jiwa untuk beberapa hari. Morgan yang melihat Martin tertidur untuk beberapa hari hanya bisa menuggu dia kembali.


“Kenapa kamu disini,”ucap Kyoshi yang datang menghampiri. “Untuk apa kamu datang ke sini, aku tidak mencari kamu atau membutuhkan kamu,”kata Morgan. “Aku tahu kalau kamu tidak membutuhkanku, hanya saja aku ingin melihat Martin,”kata Kyoshi.


“Dimana Zen?,”kata Morgan yang mencari.”Dia ada di atas vila,”kata Kyoshi. “Di atas,”ucap Morgan.”Iya sedang melihat ke langit untuk terakhir kalinya,”kata Kyoshi. Morgan yang bingung degan kata yang diucapkan Kyoshi bertanya,”Apa yang kamu maksud terakhir kali?.”


“Untuk mengenang terakhir kalinya Ezan pergi jauh karena dia tidak akan bisa kembali ke dunia yang berekernasi lagi karena jiwanya telah menghilang,”kata Kyoshi dengan jujur.


“Kenapa kamu berkata kalau adikku tidak akan bisa kembali rekernasi,”kata Morgan yang duduk sambil melihat keluar jendela kamar. “Jiwanya telah menghilang dan tidak ada sisa,”kata Kyoshi yang datang menghampiri Martin yang tertidur. Kyoshi mengelus kepala Martin yang sedang dalam lautan jiwa dan mentransfer apa yang dipikirkan oleh Kyoshi untuk Martin hadiah terakhir dari Ezan.


“Ini darai Ezan informasi musuh kalian dan buku ini adalah buku yang harus kamu pelajari untuk bisa kembali ke dunia alam semesta,”kata Kyoshi yang kemudian melepaskan tangannya dari kepala Martin.

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan?,”ucap Morgan yang melihat Kyoshi yang mengelus adiknya.”Tidak ada hanya ingin melihat adik kamu baik-baik saja tidak,”kata Kyoshi. Berjalan menuju arah Morgan yang sedang melihat ke arah luar jendela. Kyoshi menuju belakang Morgan dan berbisik,”Jangan larut dalam kegundahan, musuh selalu mengawasi kalian berdua setelah kepergian Ezan.”


Morgan menoleh kebelakang dan menatap ke arah Kyoshi dengan wajah santainya. Kyoshi memberikan buku terakhir yang diberikan oleh Ezan untuk Morgan.”Apa ini,”uacap Morgan yang tidak ingin menerima.


“Jika kamu menolak, dia akan sedih bukan,”kata Kyoshi.”Apa maksud kamu?,”kata Morgan yang sedang berpikir hingga akhirnya dia mengambil buku yang diberikan oleh Kyoshi untuknya. Kyoshi berjalan menuju pintu sampai Morgan berkata,”Apa ini dari Ezan untukku?.” Kyoshi menoleh kebelakang dan tersenyum hingga dia kembali berjalan menuju keluar ruangan. Morgan yang masih termenung hanya bisa membuka lembaran pertama dari buku yang ditinggalkan oleh Ezan.


Morgan dan Martin yang mendapatkan buku yang berbeda dengan niat kemampuan untuk jiwa yang tersegel. Membuat mereka tercengang dan terkejut dengan buku peninggalan Ezan.”Bagaimana dia bisa mendapatkan buku ini?,’ucap Martin yang masih dalam lautan jiwa.


“Tidak aku sangkan kalua dia mendapatkan buku ini,”kata Morgan yang tidak ingin mempercayainya. Dengan buku yang diberikan oleh Ezan, Morgan keluar ruangan dan menuju ruang bawah tanah untuk berlatih memulihkan jiwa yang tersegel.


Sementara Martin yang mendengar suara Kyoshi bersamaan dengan buku yang diberikan Martin melihat dan membacanya dan juga terkejut. Karena ingin bangkit dari kegelapan hati setelah kepergian Ezan Martin yang ada dalam lautan jiwa mempelajari buku yang diberikan oleh Kyoshi dan buku peninggalan Ezan yang ada dalam ruang jiwanya.


Satu bulan setelah kepergian Ezan mereka berdua yang masih mempelajari aura jiwa yang tersegel masih dalam kondisi yang sama. Sementara Roki yang sudah membuat janji dengan para tentara bayaran untuk bertemu di vila.


“Tuan,”ucap sekertaris Kim.”Ada apa?,”kata Roki yang membaca lembaran kertas yang ada.”Buku kuno yang anda cari sudah ditemukan hanya saja buku itu ada di pelelangan bulan malam,”kara sekretaris Kim.


“Pelelangan bulan malam,”ucap  Roki yang masih fokus membaca dokumen.”Itu benar pelelangan itu akan diadakan dua minggu lagi. Apa anda akan menghadirinya?,”kata sekertaris Kim.

__ADS_1


“Iya aku ingin menghadirinya. Apa ada masalah dengan pelanggan tersebut,”kata Roki yang melihat kearah sekertarisnya. “Sebenarnya pelelangan ini akan dihadiri oleh nona Dayati dengan selingkuhannya, tidak hanya itu saja ada banyak musuh yang akan datang ke pelelangan ini karena barang antik yang akan dilelang,”kata sekertaris Kim.


“Barang antik kata kamu,”ucap Roki. “Itu benar,”kata Sekertaris Kim. “Barang antik apa sampai banyak musuh yang berdatangan,”kata Roki. Tidak lama mereka berbicara datanglah Jima bersama dengan kawannya lain.


“Siapa di sana?,”kata Sekertaris Kim yang waspada.”Kamu tidak usah khawatir mereka adalah tentara bayaran yang berkerja sama denganku,”kata Roki dengan santai.


“Informasi apa yang kalian dapatkan selama sebulan ini,”kata Roki.”Untuk sementara hanya ini dan daftar nama baru yang harus ada cek,”kata Guntur yang memberikan dokumen. “Kim, bawakan makanan dan minuman untuk mereka,”kata Roki.


“Tapi tuan,”ucap sekertaris Kim yang masih tidak terima.”Lakukan saja mereka ada di pihak kita mulai sekarang,”kata Roki. Kim yang berjalan keluar ruangan dan menyiapkan makanan dan minuman sedangkan Roki yang berbicara dengan mereka mendapatkan informasi tentang pelelangan bulan malam. “Tuan,”ucap Sekertaris Kim yang menaruh makanan dan minuman untuk mereka.


“Terima kasih,”kata Derek. “Buku kuno bela diri tingkat dewa,”ucap Roki.


“Itu benar buku yang akan dilelang pada dua minggu ini adalah buku dewa. Banyak dari mereka yang ingin buku kuno tersebut karena ada rahasia yang tidak bisa dipelajari dari buku yang lain,”kata Chan.


“Buku kuno bela diri dewa,”kata Roki dengan santai.”Apa ada buku yang lain selain buku tersebut di pelelangan bulan malam,”kata Roki yang tidak tertarik dengan bela diri dewa.


“Tunggu tuan apa anda tidak tertarik dengan buku dewa tapi buku lain,”ucap Chan yang tidak percaya.”Iya kenapa apa ada masalah dengan apa yang aku katakan,”ucap Roki.

__ADS_1


“Tidak hanya saja tuan berbeda dengan kebanyakan orang yang kami kenal,”kataTraman. “Sebenarnya aku sudah memiliki tiga buku tingkat dewa hanya saja aku ingin mempelajari dasarnya untuk mengetahui asal usul buku tersebut,”kata Roki dengan santai. “Apa,”ucap semuanya yang terkejut.


“Pantas saja anda bisa menekan kami semua,”kata Guntur. Roki hanya tersenyum dengan manis sambil membaca dokumen yang diberikan oleh Jima.


__ADS_2