
Roki terdiam setelah keluar dari ruang jiwa dengan helaan nafas.”Siapa mereka berdua?,”ucap Roki yang termenung. Sampai ponsel dia berbunyi,”Siapa yang menghubungiku?.” Roki melihat ke layar ponsel dan melihat Sekertaris Kim,”Ada apa dia menghubungiku?.” Roki mengangakat ponselnya dan berkata,”Ada apa sekertaris Kim?.”
“Tuan ada dimana satu minggu ini, saya mencari anda di ruangan anda tidak ada,”ucap sekertaris Kim yang khawatir.”Maaf aku sedang dalam renungan di ruang rahasia, baru saja aku menyelesaikan semuanya. Aku akan kembali, apa ada sesuatu yang terjadi saat aku tidak ada,”kata Roki.
Roki berdiri dari tempat dia duduk sampai dia tidak sadar kalau dia sudah melewati level pertarung tingkat 5. Karena dia tidak ingin berlama-lama dia kembali ke atas. “Tuan,”ucap sekertaris Kim yang sudah menyambut dia.
“Maaf membuat kamu khawatir,”kata Roki berjalan kearah sekertarisnya. “Ini tuan laporan beberapa hari ini darI Riri,”kata sekertaris Kim. “Aku mengerti taruh saja di atas meja nanti aku akan membacanya,”kata Roki yang menuju ke arah kamar mandi.
Sekertaris Kim keluar dari ruangan dan menuju ke lantai bawah. Sampai di bawah sekertaris bertemu dengan Nyoya Melati bersama dengan Rere.”Nyoya ada apa datang ke vila?,”ucap sekertaris Kim.
“Aku hanya ingin berkunjung dimana Roki berada,”kata Nyoya Melati. “Dia ada di kamarnya Nyoya baru membersihkan diri,”kata Sekertaris Kim.
“Aku mengerti,”kata Nyoya yang berjalan menuju sofa yang ditemani dengan Rere. Rere menuju dapur dan membuatkan teh untuk Nyoya.”Apa tuan muda baik-baik saja,”kata Rere.
“Dia baik saja ada apa kamu?,”kata Sekertaris Kim.”Aku hanya khawatir karena beberapa hari ini perusahaan mengalami penurunan jumlah pendapatan,”kata Rere. “Untu satu minggu ini tuan tidak mengetaui apa yang terjadi dengan perusahaan karena ada beberap masalah yang harus dia selesaikan,”kat sekertaris Kim.
“Masalah apa, mungkin aku bisa membanru. Karena Nyoya sangat mengkhawatirkan tuan muda, dia tidak ingin kehilangan tuan muda apa lagi setelah perselisihan yang terjadi di negara J,”kaa Rere. “Kamu tidak usah khawatir tuan akan baik-baik saja,”ucap sekertaris Kim.
__ADS_1
Setelah dia keluar dari kamar mandi dia menuju meja yang penuh dengan dokumen perusahaan dan datang yang baru saja datang. Roki mengambil data yang diberikan oleh sekertaris Kim sambil membaca dia bersandar di meja didekatnya. “Penurunan saham,”ucap Roki yang telah menyelesaikan membaca dokumenya dan melihat keluar jendela.”Mereka sudah bergerak dengan menghentikan pasokan bahan yang aku ingin gunakan. Mereka sangat hebat, tapi mereka akan mengalami kerugian karena bahan yang aku inginkan telah tersedia dan sedang dalam proses pembuatan tahan akhir,”kata Roki.
Berjalan menuju ruang pakaian, Roki yang memilih pakaian mendengar suara ibunya di lantai bawah bersama dengan Rere. “ Ibu di sini,”ucap Roki yang mendengaran yang mulai tajam tidak seperti biasanya.
“Tidak aku sangka setelah mempelajari buku pemberikan mereka aku merasa ada yang berbeda dengan fisik dan lima pengindraanku,”ucap hati Roki yang selesai berpakian dan berjalan menuju lantai bawah dimana ibunya sudah ada di bawah.
“Ibu kenapa kamu disini?,”kata Roki dari tangga yang dia turuni. “Apa kamu sudah selesai dengan urusan kamu,”kata Ibunya.”Apa yang ibu maksud dengan perusahaan,”kata Roki yang berjalan menuju ibunya berada.
“Menurut kamu apa lagi,”kata Ibunya.”Tenang saja semua akan baik-baik saja. Barang yang mereka ambil bukan proyek yang ingin aku jalankan,”kata Roki.
“Apa yang kamu maksudkan, anakku,”kata Ibunya yang bingung.
“Kamu rapi seperti ini ingin pergi kemana. Apa perusahaan?,”kata Ibunya.”Tidak aku ingin pergi ke wilayah B dimana pelelangan bulan malam akan dilaksanakan,”kata Roki.
“Untuk apa kamu ingin pergi ke peleangan,”kata Ibunya yang tidak suka.”Kenapa ibu tidak suka aku pergi ke pelelangan. Apa karena Dayati juga menghadiri pelelangan tersebut/,”kata Roki.
“Jika iya apa kamu ingin membatalkannya,”kata Ibunya.”Tidak bisa ibu aku harus pergi ke sana. Tenang saja aku akan menyamar menjadi pengusaha biasa saja,”kata Roki yang melihat ke arah ibunya.
__ADS_1
“Baiklah tapi bawalah beberapa orang untuk menemani kamu,”kata Ibunya yang mulai tenang.”Tenang saja aku akan membawa sekertaris Kim bersamaku,”kata Roki yang mencium ibunya.
“Tapi kamu harus berhati-hati saat di pelelangan bulan malam, banyak musuh yang akan berdatangan ditempat itu,”kata ibunya. Roki hanya terdiam dan tersenyum serta menganggukan kepalanya.
Malam yang dingin dengan cahaya lampu yang menyinari jalan Roki yang masih dalam mobil menuju pelelangan bulan malam mendapatkan serangan tiba-tiba yang datang dari atas. Sekertaris Kim yang menghentikan mobil langsung melihat kebelakang dan berkata,”Tuan tidak apa-apa?.”
“Aku baik saja bagaimana dengan kamu, apa ada yang terluka?,”kata Roki yang melihat dari arah mana sniper tersebut menyerang. Saat Roki ingin melihat dia mendapatkan serangan yang kedua kalinya membuat dia melemparkan pena yang ada dalam sakunya ke arah dimana sniper tersebut bersembunyi.
“Kalian tewas saja sana, mengganggu saja,”ucap Roki dalam hati. Sekertaris yang khawatir menghubungi penjaga tapi dihadang oleh Roki yang menggelengkan kepalanya,”Jangan. Kita lanjutkan saja menuju ke pelelangan Bulan malam.”
“Tapi tuan muda,”kata sekertaris Kim yang merasa gelisah.”Tidak usah khawatir orang itu sudah tewas kita lanjutkan saja perjalanannya,”kata Roki yang percaya diri. Sekertaris Kim yang melihat tatapan tuannya hanya melakukan apa yang di inginkan tuannya dan menghidupkan mobilnya.
Setelah keadaan mulai membaik sekertaris melaju dengan cepat dengan mobil yang dia kendarai. Beberapa jam sekertrais Kim mengendarai mobil sampai di tempat yang dituju dimana pelelangan Bulan malam berada di wilayah B. Roki keluar dari mobil dan menuju ke dalam pelelangan bersama dengan sekertaris Kim yang menemaninya masuk.
Sampai di dalam ruangan dia melihat banyak pengunjung yang menghadiri pelelangan bulan malam seperti yang dikatakan oleh Chan.”Banyak juga yang datang ke tempat ini termasuk dia,”kata Roki yang menyamar dengan luka yang bakra diwajahnya dengan sekertari Kim yang juga ikut menyamar menjadi orang tua yang menemani tuannya. “Tuan silakan duduk,”ucap sekertaris Kim. Roki duduk di tempat yang sudah disediakan sesuai dengan nomor yang sudah dibeli. Sampai pelelangan dimulai Roki melihat tamu yang datang mungkin saja ada yang dia kenal di tempat itu.
Hingga mata dia tertuju pada satu orang yang tidak asing baginya seperti dia mengenal dia.”Seperti aku mengenal dia,”ucap hati Roki hingga dia melihat disamping orang yang dia lihat.
__ADS_1
“Bukannya dia adalah orang yang aku temui di lautan jiwa bebas dan orang disampingnya kenapa aku merasa mengenal dia tapi dimana ya,”kata Roki dalam hati sambil mengingat kembali. Hingga pembawa acara memulai pelelangan bulan malam dengan urutan yang pertama adalah buku yang diinginkan oleh Roki.”Tuan itu buku yang ada cari,”kata sekertaris Kim.
“Aku tahu dapatkan dua buku itu dengan hati-hati jangan ada yang mengetahui identitas kita. Apa kamu mengerti?,”ucap Roki yang meningatkan. Sekertaris Kim hanya menganggukan kepalanya sampai dia mengangkat tangan dengan nomor yang dia pegang untuk mendapatkan bukunya dan tidak lupa menyebutkan harga biasa.