
Di kediaman Brata Morgan dan Kyoshi bersama dengan kedua kakaknya yang saling berbicara dengan keluarga Roki menjalani kerja sama untuk mengikat kekeluargaan. Tanpa sepengetahuan Martin yang sedang dalam pulau dan tepatnya di lautan jiwa sedang memahami buku dan catatan yang diberikan oleh Ezan. Zen yang mengawasi keadaan Martin hanya bisa melihat dari jauh sambil mengamati keadaan pulau yang beberapa bulan sedang mengalami perbaikan kondisi.
“Dimana mereka,”ucap Eza “Siapa?,”kata Mikhail.”Morgan dan pengawalnya Kyoshi,”kata Eza.”Mereka pergi ke pelelangan bulan malam,”kata Bram. “Pelelangan,”ucap Eza. Bram hanya menganggukan kepalanya sampai dia melihat Zen sedang berjalan tidak jauh dari mereka bertiga.
“Anda mau kemana?,”ucap Bram. Zen melirik ke arah suara dan berkata,”Aku ingin jalan-jalan. Apa ada masalah.”
“Kenapa kamu begitu sombongnya. Bram hanya bertanya saja denganmu,”ucap Keri. Zen yang mendengar hanya berpikit sombong,”Apa yang kamu maksudkan, aku hanya menjawab pertanyaan dia sekalian ingin tahu kenapa dia berkata seperti itu. kenapa kamu yang marah.”
“Kamu ingin berkelahi,”ucap Keri.”Aku tidak ingin mencari masalah denganmu,”ucap Zen yang berjalan meninggalkan mereka semua menuju tengah hutan.
Sementara di kediaman Brata Roki yang sedang membahas pulau tidak penghuni untuk melakukan espedisi untuk menjelajahi pulau bersama dengan anggota khusus. Mendapatkan bantuan dari Morgan dan Kyoshi yang ingin bergabung. Tapi tidak diduga kakak Kyoshi juga ingin ikut berpartisipasi.
“Aku juga ingin ikut apa boleh,”kata Koto. Kyoshi melihat kearah kakaknya dan berpikir,”Tukang pengganggu, tidak ada kerjaan apa ikut saja. Pergi sana.” Koto yang juga melihat adiknya berpikir,”Pasti dia sedang memakiku karena aku ikut. Awas saja nanti sampai dipulau aku kerjain kamu.”
Kokoro yang melihat mereka berdua sedang memandang dengan pikiran yang tidak bisa dia tebak hanya berkata,”Jujurlah dengan hati yang berbicara kalian berdua kakak adik bukan musuh.”
“Apa maksud kata yang ucapkan,”ucap Kyoshi dan Koto bersamaan yang kemudian mereka saling memandang satu sama lain. Kemudian mereka memalingkan wajah satu sama lain, sedangkan ibu dan ayah Roki hanya melihat mereka dengan senyuman.
“Tidak aku sangka kalau kalian saling akur,”ucap Ibunya.“Aku,”kata Kokoro.
__ADS_1
Roki dan Morgan yang melihat hanya bisa memandang mereka tanpa berkata apa-apa sampai ayahnya berkata,”Apa kamu sudah memiliki dena pulau?.” Roki terdiam sampai dia berpikir,”Dena pulau ya. Aku dapat dari pelelangan tidak ya.”
“Jangan bilang kamu tidak memilki dena pulau hanya sertifikat tanah saja,”ucap ayahnya menatap tajam. Roki hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya.”Kamu itu sudah dewasa tapi masih saja ceroboh,”kata ayahnya.
Suara ponsel berbunyi Roki melihat ke layar ponsel dan mendapatkan informasi yang tidak bisa dipercaya data identitas orang yang sudah dia pilih bersama dengan dena pulau yang sedang dia carai datang pada tepat waktu.”Kim, hubungi mereka untuk membawa ketiga orang itu bagaimana caraya,”kata Roki yang tersenyum dengan sikap yang berbeda.
Ayah dan ibunya hanya melihat wajah anaknya yang berbeda bertanya-tanya apa yang anak kami rencanakan. Sampai dia memperlihatkan wajah yang tidak biasa mereka lihat. Morgan yang juga merasa ada sikap yang berbeda dari Roki berkata,”Apa yang sedang kamu rencanakan?.”
Roki melirik ke arah Morgan yang sedang bertanya kepadanya sambil tersenyum dia berkata,”Rahasia.” Morgan kembali memalingkan wajahnya dan berkata lagi,”Rahasianya tidak aku sangka kebanyakan rahasia dari kamu Martin belajar.” Roki terdiam untuk sesaat sambil berpikir ucapan Morgan karena tidak menemukan jawaban dia bertanya kepada Morgan.
“Apa yang kamu maksudkan aku yang mengajari Martin menyembunyikan Rahasia,”kata Roki. “Kamu tidak tahu dia memiliki rahasia yang dia sembunyikan dari kakaknya sampai Ezan yang sudah tidak ada juga menyembunyikan rahasianya sampai aku harus mencari tahu sendiri apa yang dia sembunyikan dariku,”kata Morgan.
Karena dia ingin tahu dia membuka mulutnya dan bertanya,”Apa yang kamu maksudkan Ezan memiliki wanita lain yang kamu tidak ketahui?.”
Morgan melirik kearah Roki dan menggelengkan kepadalanya,”Tidak aku tahu wanita yang sudah dinikai adikku tapi aku masih penasaran wanita mana yang dia hamili.” Roki terdiam sampai dia berkata,”Apa maksud kamu Ezan sudah menikah dan wanita itu sedang hamil.”
Kyoshi hanya terdiam mendengar keluhan Morgan sampai Kakakanya Kokoro memasang pelingdung suara.”Kenapa kamu tidak mengatakannya, disini sudah aman untuk kamu berucap,”kata Kokoro.
Roki yang tidak tahu kalau kakak Kyoshi memasang pelindung membuat dia bertanya kenapa dia memasang formasi pelindung suara. Apa bahaya jika dia mengatakan sesuatu diluar wilayahnya. Ibu dan Roki yang paham dengan situasi yang ada hanya bisa menerima formasi pelindung suara dipasanng di vilanya.
__ADS_1
“Ini untuk keamanan siapa formasi ini,”ucap Roki. Morgan hanya terdiam sampai Koto berkata,”Untuk keamanan semua orang yang sedang menjalin hubungan dengan kelurga Morgan, atau bisa Martin.”
“Kenapa apa kalian memiliki musuh yang tidak bisa dikalahkan oleh kalian,”ucap Roki.”Itu benar ada musuh yang tidak bisa dikalahkan oleh kami,”kata Morgan berbicara.”Siapa musuh kalian mungkin kami bisa membantu kalian,”kata Ibu Roki.
“Itu tidak bisa,”ucap Kyoshi.”Kenapa,”ucap Roki yang tidak mengerti. “Karena musuh yang di lawan oleh Morgan dan Martin bukan sembarangan yang bisa kalian hadapi seperti Organisasi Tentara Militer dan Organisasi Kegelapan Jiwa,”kata Kyoshi.
Ayah dan Ibu Roki yang mendengar sangat terkejut dengan apa yang mereka katakan.”Bagaimana mereka menagetkan kalian menjadi musuhnya. Apa yang membuat kalian di incar oleh mereka?,”kata Ayah Roki.
“Itu suatu hal yang tidak bisa saya katakan,”ucap Morgan. Suata tepuk tangan dari Koto mengubah suasana,”Ayo kita ubah topik saja.” Semua terdiam karena suasana tidak begitu mengenakan saat mereka ingin tahu kondisi Martin dan Morgan.”Itu bagus ayo kita ubah menjadi kapan kalian akan berangkat menuju pulau tidak penghuni.”
“Soal itu sedang dalam proses aku hanya ingin mendapatkan ijin dari ayah terlebih dahulu membawa anggota Khusus,”kata Roki. Ayahnya hanya terdiam yang berati dia setuju dengan beberapa dari anggota khusus menjaga anaknya di pulau tidak penghuni.”Siapa yang kamu suru datang tadi?,”kata Ayahnya.
“Anggota baru yang ingin aku bentuk,”ucpa Roki.”Anggota lama kamu dimana sekarang,”kata Ibu. “Setelah kejadian bencana dunia semua anggota pergi berpencar dan Organisasi tersembunyi telah menghilang,”kata Roki dengan santai.
“Kenapa di bubarkan apa ada masalah internal,”kata Morgan.”Tidak ada hanya saja sudah waktunya mengubah semuanya,”ucap Roki yang dingin.”Kenapa ada masalah ya atau ada penghianat dalam satu organisasi,”kata Kyoshi.
“Kurasa begitu tapi ada dua orang yang aku sayangkan mereka telah pergi sebelum aku meminta maaf,”kata Roki.
“Apa dia Ali dan Alex,”ucap Morgan. “Bagaimana kamu bisa mengenal mereka berdua,”kata Roki dengan tajam.
__ADS_1
“Dia sedang bersama dengan Martin di pulau dimana aku tinggal, untuk selanjutnya aku tidak akan bilang,”kata Morgan. Roki yang merasa ada yang aneg ingin mengetahu apa yang dia sembunyikan darinya.