
Perpustakaan Dunia merupakan kumpulan berbagai buku kuno dari berbagai tingkatan. Perpustakaan ini memilki berbagai jenis buku kuno dari bela diri, sastra,pengobatan,formasi, strategi, jenis tanaman baik itu racun maupun bukan racun, senjata dan ilmu pengetahuan yang membuat orang tahu masih luas dunia ini tidak hanya di dunia ini saja.
Dunia buku dengan berbagai ilmu pengeahuan yang tidak bisa kita pecahkan dengan beragam sejarah dan jenis hewan yang memilki keistimewaan yang tidak bisa kita katakan. “Bos kenapa kamu santai disini. Apa kamu sudah selesai membaca semua buku yang ada disini,”kata Morgan. Martin melihat kearah Morgan dan tersenyum dan beranjak berdiri.”Serius kamu sudah selesai,”kata Morgan yang tidak percaya.
“Aku beri kalian waktu 3 minggu untuk menyelesaikan semua buku yang ada ditempat ini. Aku akan keluar gua untuk mengurus berbagai masalah. Apa kalian mengerti?,”kata Martin yang berjalan keluar gua.
“Dia mau kemana?,”kata Alex.”Ada beberapa masalah di markas yang harus diurus,”kata Mark yang melihatkan hasil laporan terakhir. “Apa perluh kita membantunya,”kata Rong Shi. “Tidak kita harus bisa menyelesaikan buku ini dalam tiga minggu. Tetap mau ikut keluar,”ucap Mitra yang masih membaca satu demi satu buku.
Martin keluar dari gua dan menghubungi Jel untuk menayakan apa yang terjadi. “Apa yang terjadi kenapa mereka mencari masalah dengan kita lagi?,”kata Martin. “Begini Bos mereka menyerang keluarga Bos,”ucap Jel yang tidak jelas.”Apa?,”kata Martin yang mencoba menghubungi kak Mela.
“Kenapa tidak terhubung,”ucap Martin yang gelisa. Karena merasa tidak nyaman dia pergi dari pulau.”Jaga tempat ini dengan baik jangan sampai pulau kita ada yang datang jika itu bukan orang kita. Apa kamu mengerti,”kata Martin yang bersiap pergi meninggalkan pulau.”Kami mengerti Bos,”ucap bawahan.
“Aku harus bisa tenang jangan mengambil keputusan yang membuat aku rugi nanti,”ucap hati Martin. Di perjalan menuju negara J Martin bertemu dengan Remon yang memberitahukan kalau ada orang ketiga yang mencoba memprokasi Izam dan temanya untuk menyerang keluarga kamu.
__ADS_1
Tiga jam telah berlalu, Martin yang sampai di tempat melihat keadaan rumah sangat berantakan dan melihat anak buah yang menjaga keluarganya semuanya tewas. “Bos,”suara Jel yang sedang terluka di balik pintu.”Apa itu kamu Bos,”ucapnya lagi. Martin berjalan menghampiri asal suara tersebut dan melihat Jel yang penuh dengan luka. Martin mengobati untuk mengurangi rasa sakit dan membawa Jel ke rumah sakit. Saat dia menuju rumah sakit dia dihadang oleh anak buah Izam yang siap untuk membunuh Jel dan Martin.
“Keluar kalian pembunuh,”kata anak buah Izam. Martin yang hendak ingin keluar ditahan oleh Jel,”Jangan keluar Bos.”
Martin tersenyum,”Kamu tidak usah khawatir, aku akan baik-baik saja.” Martin keluar dari mobil dan menyambut anaj buah Izam.”Siapa yang pembunuh disini, bukakah itu kalian,”ucap Martin dengan dingin.” Bunuh dia,”ucap bawahan. Semua anak buah Izam yang ada di hadapan Martin mulai menyerang dia tanpa belas kasihan. Jel yang melihat ingin membantu Bosnya tapi dengan kondisinya dia hanya akan menjadi beban bagi Bosnya.”Apa yang harus aku lakukan,”ucap Jel yang tidak bisa berbuat apa-apa.
Martin yang melawan 50 anak buh Izam tanpa istirahat menghabisi mereka semua. Karena dia merasa ada yang salah dengan apa yang terjadi dia hanya membuat anak buah Izam pinsan saja. Selesai membuat anak buh Izam pinsan Martin kembali masuk kedalam mobil dan melaju dengan kencang menju rumah sakit terdekat untuk mengobati Jel yang terluka parah.
Sampai di rumah sakit dia bertemu dengan kak Mola yang sedang menuggu di ruang operasi. Martin yang melihat ingin menghampirinya tai dia harus mengantar Jel terlebih dahulu, setelah urusan Jel selesai dia pergi ke tempat dimana kak Mola berada. Tapi saat dia sampai disana dia tidak melihat kak Mola lagi,”Dimana kak Mola?.”
Martin menghampiri kak Mola,”Kak.” Kak Mola menoleh dengan air mata yang berjatuhan setelah melihat Martin disampingnya dia langsung memeluk adiknya. Martin tidak bertanya karena kondisi kakaknya yang tidak memungkinkan untuk dia bertanya. Sampai Kak Mola tenang dia baru bertanya,”Apa yang terjadi kak, dimana ibu dan kak Mela?.”
Kak Mola hanya menuju satu ruangan didepannya. Martin berjalan menuju depan ruangan dan melihat kedua orang yang dia sayangi sedang berbaring tidak berdaya. Martin mencoba untuk tenang dan berpikiran jernih, sampai kakaknya datang menghampirinya.
__ADS_1
“Ada beberapa orang yang menyerang cafe saat kakak pergi ke negara M waktu itu,”ucap Kak Mola.” Awalnya mereka hanya tamu biasa, sampai hari aku kembali mereka menyerang,”kata kak Mola.”Apa kakak tahu siapa mereka,”ucap Martin yang melihat ke dalam ruangan.
“Kakak tidak tahu hanya saja saat itu Jel datang dan menyebutkan. Untuk apa Geng SaNaHa datang kesini,”kata Kak Mola.”Kakak tidak salah dengarkan,”ucap Martin yang berpikir jernih.”Tidak. Mereka awalnya datang seperti biasa tapi hari itu mereka ada yang aneh tidak seperti biasanya,”ucap Kak Mola yang merasa ada yang aneh dengan gerak gerik anak buah Izam.
“Apa yang berbeda kakak,”ucap Martin yang melihat kearahnya.”Kakak tidak tahu ada aroma yang aneh tubuh mereka saat hari kejadian,”ucap kak Mola mengingat apa yang terjadi waktu itu. “Aroma apa yang kak maksud?,”kata Martin yang mendengarkan. Kak Mola menggelengkan kepalanya, sampai dokter yang memeriksa Jel datang menghampiri Martin.”Maaf tuan apa anda wali dari pasien yang bernama Jel,”kata Dokter.”Itu benar. Bagaimana dengan kondisi pasien,”ucap Martin.
“Untuk sekarang pasien tidak apa-apa hanya saja... apa pasien pernah meminum racun atau narkoba,”kata dokter.”Tidak dok, kenapa dok apa ada masalah dengan kondisi tubuhnya,”kata Martin.
“setelah kami periksa ada tubuh dari pasien yang mengalami pembusukan karena racun dan tidak hanya itu saja pasien juga mendapatkan penglihatanya seperti terganggu seperti halusinasi,”kata dokter menjelaskan kepada Martin.
“Halusinasi apa maksud anda, teman saya mengalami Astrofelemet,”kata Martin.”Iya,”ucap Dokter.”Tapi anda tidak perluh khawatir karena sekarang sudah dalam penangan teman anda akan baik-baik saja,”kata Dokter lagi.”Terima kasih dok,”ucap Martin.
“Maaf dok, untuk pasien yang ada di ruangan ini bagaimana kondisinya,”kata Martin. “Untuk pasien ini sudah mendapatkan perawatan yang sesuai prosedur rumah sakit, jadi anda tidak perluh khawatir. Hanya tinggal menuggu mereka siuman.,”kata dokter.”Yang saya maksud, luka apa yang mereka derita,”kata Martin.
__ADS_1
“Mereka berdua mendapatkan benturan dikelapa yang mengakibatkan gumplan darah dan luka tusuk dibagian vital atau organ dalam mereka,”ucap Dokter. Setelah menjelaskan dokter itu pergi, Martin dan kak Mola masih tetap di depan ruangan.
“Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa mereka mendapatkan luka seserius ini,’”ucap Martin yang merasa bersalah dengan kakak dan ibunya.