Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Perselisihan 8


__ADS_3

Morgan yang ingin tahu hubungan adiknya Ezan yang sudah menikah dengan bertanya kepada Martin. Tapi jawaban yang dia dapatkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan karena Martin hanya berkata,”Tanya saja pada Ezan, ok.”


Morgan hanya menatap tidak suka dengan adiknya Martin.”Aku kakakmu cepat jawab bagaimana mereka bisa mengikat janji kapan dia menikah kenapa ku tidak tahu,”kata Morgan dengan tegas kepada Martin sambil memegang bahu Martin dengan tatapan tajam.”Beritahu kakak atau kamu akna tahu akibatnya,”ucap Morgan lagi dihadapannya. Martin hanya terdiam dan menghubungkan dengan Ezan.”Ezan kakak ingin tahu hubungan kamu dengan Prisila, kasih tahu tidak,”ucap Martin yang sedang terdesak.”Tidak untuk sekarang, lihat belakang kamu,”kata Ezan.


“Belakang,”ucap Martin yang terdengan oleh Morgan. Morgan yang mendengar kata adiknya melihat kebelakang Martin dan melihat sekumpulan tentara militer dengan beberapa komandan yang menghampiri mereka berdua.


“Tidak aku sangka kalian akan keluar dari pulau,”ucap Papala bersama dengan keempat komandan yang lain. Morgan hanya tersenyum bersama Martin yang berbalik ke belakang.”Hai, pepaya,”ucap Martin yang salah ucap.”Siapa yang kamu panggil dengan pepaya. Aku Papala kamu ingin ya,”kata Papala yang tidak terima.


“Maaf...maaf salah ucap saja marah habis nama kamu persih dengan pepaya sih,”kata Martin yang mengeledek Papala. “Kamu ingin mati ternyata,”kata Papala yang siap maju tapi dihentikan oleh Kargo.”Kenapa kamu menghentikanku,”ucpa Papala yang marah kepada rekanya.


“Tenanglah kamu harus bisa tenang untuk saat ini,”ucap Kargo dengan tajam.”Tahanlah sebentar saja sampai semua berkumpul,”ucap Lemin dari jauh yang melihat dari arah yang berlawanan dari mereka berdua. “Kenapa hari ini reme sekali ya,”ucap Martin yang menggaruk kepalanya dengan senyum licik.


“Kenapa kamu bersikap seperti itu, yang sementara lagi kamu akan matai dihadapan kami semua,”ucap Pasya dari samping mereka berdua. Mitra dan Morgan dengan serentak ingin menghindar tapi Martin yang masih santai menggandeng tangan kakaknya.”Kamu tidak takut,”ucap Pasya yang sudah menodong pistol kearah Martin.”Untuk apa?,”ucap Martin.


Angin hari ini sangat cerah untuk kita berkumpul dengan yang lain bukan, hati Martin dan Morgan yang sedang dalam pengepungan membuat mereka sangat gelisah. Tapi kegelisahan itu mereka urungkan saat Ezan memberitahukan untuk memanggil mereka. Bersamaan kembar berkata,”Sudah waktunya ya.” Mereka yang mendengar hanya terdiam dan tertawa,”Kalian yang sebentar lagi mati masih bisa melawak ya.”

__ADS_1


Ezan danMartin ditempat yang sama hanya lokasi mereka yang berbeda saling tersenyum.”Kalian sudah terkepung sayang,”ucap mereka bersamaan. Dengan datangnya segerompolan bawahan dari Martin dan Ezan yang sudah mereka bentuk untuk mengalahkan musuh yang sebenarnya.


Pihak tentara yang melihat mereka sudah terkepung merasa terkejut dan bertanya-tanya dari mana mereka datang.”Siapa kamu?,”ucap Pasya yang akan menembakan peluru kepada Martin didekatnya. Tapi sangat disanyangkan dibelakang Pasya adala Remon yang menggunakan topeng lemon bersama dengan Reli yang menggunakan topeng Logam.


Martin dan Ezan yang bersamaan berkumpul di satu tempat yang sama bersama yang lain.”Kalian ingin tahu siapa kami, bukannya itu sudah kalian selidiki. Untuk apa kami memberitahukan kalian siapa kami,”ucap Mereka berdua yang sudah disatu tempat yang sama.


“Semuanya sudah siap Bos,”ucap Tera yang menggunakan topeng Besi. Izam dan Roki yang terkejut dengan semua musuh yang datang. Izam datang menghampiri mereka yang wajahnya sama.”Diantara kalian berdua siapa yang Martin?,”kata Izam yang mencari tahu dari keduanya.


“Kami berdUA Martin,”ucap keduanya sambil tersenyum sambil merangkul sama lain. Hingga Mitra dan Prisila datang kearah mereka berdua dan menjewer telinga pasangan mereka.”Aduh sakit Prisila,”ucap Ezan.”Aduh sakit Mitra,”kata Martin. Morgan kakaknya hanya bisa menahan tawa melihat adiknya yang kena marah oleh kekasihnya.”Kasihan sekali kalian dapat teguran pasnagan,”ucap Morgan. Kedua pasangan adiknya melihat kearah Morgan dan berkata,”Bukannya kamu juga sama, itu lihat ke sana.”


“Kalian adik yang tidak berterima kasih,”ucap Morgan yang mencoba melepaskan diri dari adiknya. Tapi usahaya sia-sia karena Eza datang dan memukul Morgan karena marah.”Kamu...cowok yang tidak punya untung,”ucap Eza yang kesal.


“Maaf aku tidak bilang kepada kamu, aku hanya mengikuti adiku yang nakal ini,”ucap Morgan membela diri.”Kenapa aku,”ucap mereka berdua.”Emeng kalian berdua yang membuat kerusuhan ini,”ucap Morgan yang melihat kearaH Eza.


“Kakak pilih kasih,”ucap mereka berdua. Sampai mereka menyerang karena tidak suka dengan sikap kami yang mengacuhkan mereka.”Mereka tidak sabaran,”ucap Marti.”Kurasa iya.. kalian yang menghadapi mereka aku dan Martin tidak ingin terlibat dengan mereka. Kalian semua yang urus bagaimana caranya. Apa kalian mengerti,”ucap Ezan.

__ADS_1


“Seperti biasa kamu masih saja melakukannya,”kata Remon.”Kalian tahukan sikap kami berdua hampir sama hanya bedanya dalam melakukan tindakan dan pelepasan emosi akan berbeda sesuai dengan tingkatan kami,”kata Ezan.


“Kalian belum jawab siapa diantara kalian yang Martin,”kata Izam yang menuggu jawaban.”Kamu kenapa ingin tahu siapa diantara kita Martin yang mana. Untuk apa?,”kata Martin. “Jika kalian tidak ingin menjawab katakan saja siapa mereka,”kata Roki yang ingin tahu.”Untuk apa kalian ingin tahu siapa mereka, bukannya kalian sudah mencarai tahu siapa yang ingin kita bermusuhan,”kata Martin.


Izam dan Roki yang melihat Martin ada kembar dan kata mereka yang sama menyebalkan membuat mereka tidak ingin bertanya lagi kepada mereka berdua.”Kami akan bantu menyelesaikan semua yang ada didepan,”kata Izam.”Membantu dengan apa?,”ucap Ezan.


“Apa kamu meremehkanku tidak bisa melawan mereka,”kata Izam.”Iya kalian tidak akan bisa membantu kami melawan mereka karena tingkatan yang berbeda,”ucap Martin.”Apa yang mereka katakan benar Izam,”ucap Bunga dan Putra dari belakang mereka.


“Bunga kenapa kamu bisa ada disini,”ucap Izam yang menghampirinya.”Aku hanya datang karena aku memiliki firasat yang buruk tentang tantangan yang dibuat oleh Martin,”kata Bunga yang melihat kearah kembar. Ezan dan Martin hanya tersenyum sopan kearah Bunga yang melihat mereka.”Untuk apa Organisasi Peneliti datang ketempat yang ramai ini,”kata Prisila. Bunga yang melihat Prisila hanya saling menatap tajam sampai Ezan berkata,”Sampai kapan kalian akan beradu mulut dan tatapn yang tidak enak dipandang. Bukannya kalian bersaudara sampai kapan kalian akan marah-marahan.”


“Dia duluan yang mulai,”ucap mereka bersamaan. Ezan yang mendengar hanya bisa memegang kepalanya dan berkata,”Jika kalian ingin beraduh... itu lihatlah kesana siapa yang paling banyak membunuh dia yang menang.”


“Siapa takut,”ucap Prisila yang maju dan ikuti oleh Bunga yang tidak mau mengalah dengan saudaranya. Izam yang melihat hanya menepuk bahu Putra dan berkata,”Apa kalian bisa jelaskan apa yang terjadi disini?.”


Putra hanya tersenyum,”Apa yang dikatakan Ezan itu adalah benar mereka adalah bersaudara kakak dan adik tapi berbeda organiasi wanita yang maju terlebih dahulu adalah Prisila kekasih Ezan atau kembaran Martin dari Organisasi Burung Merak.”

__ADS_1


__ADS_2