
Monster dan manusia yang dijadikan eksperiman orang yang tidak memiliki hati. Roki yang melihat hanya bisa terdiam melihat mereka tersiksa.”Kuburkan saja mereka yang sudah tidak bernyawa di pulau ini,”kata Roki.
“Tapi bagaimana yang masih bernyawa,”kata Kyoshi yang sudah memeriksa satu demi satu tabung.”Bantu mereka untuk tetap hidup dan kenalkan dengan namanya kebaikan,”kata Roki.”Kamu terlalu manusiawai Roki,”ucap Koto.
“Apa salahnya jika ingin menolong orang lain,”kata Morgan.”Tidak ada hanya saja harus melihat tempat dan situasi pulau terlebih dahulu bukan,”kata Kyoshi.
“Dari pada meributkan yang tidak ada. Lihatlah ini, mau diapakan baik ini mereka masih hidup hanya saja kekurangan gizi karena tidak ada yang menjaga pulau ini,”kata Kyoshi. “Bayi apa maksdu kamu,”kata Koto menghampirinya. Roki dan yang lain juga terkejut dengan kata yang di ucapkan oleh Kyoshi dan ingin melihatnya.
Semua datang ke arah Kyoshi dan melihat apa yang dikatakan dan mereka terkejut ternyata apa yang dikatakan Kyoshi benar ada bayi yang masih hidup.”Bagaimana sekarang?,”kata Kyoshi.
“Mereka butuh asih,”kata Koto. “Dimana kita mendapatkan asih kak,”ucap Kyoshi.”Bukannya kamu banyak kenalan ibu hamil,”kata Koto dengan tajam. Kyoshi hanya tersenyum dan menghilang dihadapan semua orang.”Kemana Kyoshi kenapa dia pergi,”kata Citra.
“Tidakpunya hati,”kata Sita. “Kata siapa tidak punya hati ini,”ucap Kyoshi yang kembali lagi membawa asih baru diperas. “Botolnya mana,”kata Citra.”Aku menemukannya,”kata Blue yang memberikan botol yang sudah dibersihkan.
Mereka yang sibuk dengan bayi yang mereka temukan.”Tidak aku sangka kita melihta tragedi seperti ini di tempat ini,”kata Morgan. “Bagaimana kondisi bayainya sekarang,”kata Roki.
“Untuk sekarang sudah bisa ditangani, tapi untuk seterusnya mau diapakan bayinya,”kata Koto.
“Jika tidak keberatan bagaimana jika dibawa ke panti asuhan yang keluarga kamu rawat,”Morgan sambil menunjuk ke arah Roki.”Itu tidak bisa,”kata Roki.”Kenapa tidak bisa,”ucap Surya.
“Untuk sekarang tidak bisa karena masalah internal yang harus aku selesaikan,”kata Roki.”Jika begitu bagaimana panti asuhan yang dibina oleh kelurga Koto saja,”kata Kim memberi unsul.
“Sebenarnya usul yang kamu ucapkan bisa hanya saja untuk panti asuhan aku harus bilang ke taun besar atau juga ke Fira,”kata Kyoshi. “Mau lanjut diskusi atau lanjut ke ruangan lain,”kata Koto.
__ADS_1
“Bayinya bagaimana. Apa kita tinggal disini saja tanpa penjagaan,”kata Citra. “Sudah ada yang menjaga,”kata Kokoro.
“Siapa yang kamu maksudkan,”kata Surya.”Ini,”kata Kokoro yang menunjuk ke salah satu eksperiman yang sudah membuka mata dan mendengar pembicaraan kita.
“Apa kalian dari orang penelitian itu,”kata manusia eksperiman.”Bukan kami hanya pemilik baru pulau yang baru saja menjelajahi pulau ini,”kata Kim. “Apa kalian juga akan melakukan hal yang sama dengan orang itu,”kata manusia eksperimen.
Semua tertuju ke arah Roki yang memiliki kekuasan paling tertinggi di pulau.”Aku tidak akan melakukan hal yang keji itu. Aku akan mengubur kalian yang sudah tidak bernyawa dan yang masih hidup kami akan selamatkan seperti bayi ini,”kata Roki.
“Jika kalian beringinan membawa bayi itu keluar dari pulau, jangan. Karena itu untuk kebaikan mereka,”kata manusia eksperimen. “Kenapa kamu berkata seperti itu,”kata Roki. “Bukannya kamu menginginkan bayi ini tetap hidup bukan,”kata Roki lagi.
“Apa yang kamu katakan memang benar, hanya saja mereka sudah disuntikan sel darah yang sama dengan kami. Jika mereka keluar dari pulau bukannya akan ada bahaya yang mereka akan lalui,”kata manusia eksperimen.
Semua terdiam memikirkan apa yang dikatakan manusia eksperimen.”Yang kamu katakan ada benarnya juga. Tapi jika mereka tetap disini siapa yang akan menjaga,”kata Roki.
“Aku akan mempertimbangkan lagi usul yang kalian buat. Untuk sekarang apa kamu bisa menjaga mereka. Kami akan berkeliling lap ini,”kata Roki.
“Aku bisa menjaga mereka,”kata manusia eksperimen. Setelah mereka sepakati mereka semua pergi ke ruangan yang lain dan bayi yang mereka temukan di titipkan oleh manusia eksperimen. Diperjalan menuju ruang lain mereka melihat beberapa ruangan praktek dan kamar peneliti.
“Berapa ruangan lagi yang harus kita jelajahi,”kata Blue.
“Kenapa kamu bertanya seperti itu kita sudah setengah dari ruangan sudah kita jelajah dan ruangan itu banyak informasi untuk kita bangkit dari alam kubur,”kata Surya.”Ucapanmu membuat aku tidak bisa berkata,”kata Koto.
“Kenapa apa ada masalah,”kata Surya yang mencoba melirik ke arah Kyoshi.”Kenapa dia tidak seperti biasanya ya,”kata hari Surya yang merasa diabaikan oleh Kyoshi.
__ADS_1
“Ini pintu terakhir dari ruangan ini,”ucap Roki yang membukanya. Tapi pintu tertutup sangat rapat dan tidak ada celah.”Mau aku bantu,”kata Morgan.
“Silakan,”ucap Roki kepada Morgan yang maju di depan. Dengan keahliannya dia membuaka sistem pintu yang terkunji dengan sistem yang dia buat. Tidak membutuhkan waktu lam suara pintu terbuka,”Ceklek.”
Morgan mendorong pintunya yang dibantu oleh Roki yang ada disampingnya. Mereka berdua yang masuk terlebih dahulu dikejutkan dengan beberapa barang antik dan senjata yang tersimpan di ruangan yang terkunji.
“Wahhh, tidak aku sangka bisa melihat barang yang begitu indah di sini,”kata Morgan yang tajub dengan penemuannya. Roki yang juga terkejut maju ke depan dan melihat sekelilingnya. Semua yang masuk juga terkejut.”Bukannya ini adalah harta yang tidak ternilai,”kata Citra.
Koto dan Kokoro yang berjalan melihat ruangan menemukan satu buku yang merupakan level alam semesta.”Kenapa barang ini ada disini,”ucap Koto yang menemukannya. Kokoro yang menememukan jiwa yang tersegel mengambil satu cincin giau yang dia rasa ada jiwa tersegel. Kokoro masuk ke dalam ruang cincin dan melihat jiwa yang asing tersegel dangan formasi 12 rantai kehidupan. “Ini tidak bisa dipercaya,”kata Kokoro.
“Jika benda ini ada disini dia akan dalam bahaya,”ucap mereka berdua yang menemukan barang terlarang dengan hati. Kyoshi yang menyadari kalau kakaknya menemukan barang yang harus di lindungi dia membuka mulut.”Roki,”ucap Kyoshi. Roki menoleh ke arah Kyoshi,”Ada apa?.”
“Apa kami boleh memiliki satu benda saja di ruangan ini,”kata Kyoshi.”Tentu saja kalian boleh. Pilihlah yang kalian sukai,”kata Roki dengan santai.
Koto menghampiri Roki,”Jika kamu berkata seperti itu apa aku boleh mengambil buku ini.” Roki melihat ke arah buku yang di inginkan oleh Koto. “Ini tidak terlalu berharga kenapa dia menginginkan barang ini,”kata hati Roki.
“Apa kamu yakin dengan pilihan kamu,”ucap Roki.”Tentu saja,”kata Koto. “Jika itu yang kamu mau boleh,”kata Roki.
“Kalau aku boleh mengambil cincin giok putih ini Roki,”kata Kokoro.”Tentu saja, tapi kak. Apa kakak suka dengan giok putih ini. Ada banyak barang yang lebih bagus dari itu akan,”kata Roki. Kokoro hanya tersenyum sampil menggelengkan kepalanya sambil mengelus giok yang dia dapatkan. Roki hanya bisa tersenyum dan tidak berkata apa-apa.
“Terima kasih ya,”ucap mereka berdua. “Dan kalian berdua ingin apa,”kata Roki melihat ke arah Morgan dan Kyoshi.”Aku sedang mencari tunggulah,”kata Morgan.”Sama,”kata Kyoshi.
Mereka berdua yang mengelilingi setiap ruangan yang ada untuk menemukan apa yang mereka ingin ambil. Sampai mereka berdua tertuju pada satu pilihan yang mereka lihat.
__ADS_1