
Roki yang mempelajari aura jiwa satu persatu dengan buku yang diberikan oleh Lili, Ali dan Alex yang sekarang tidak tahu keberadaannya dimana. Selesai di membaca buku dari Ali dia ingin membaca buku kuno lagi sampai dia teringat kalau dia harus mencari anggota baru untuk organisasi yang baru. Roki berdiri dari tempat ia duduk dan menuju anak tangga menuju ruang kamarnya. Sampai didepan pintu dia menutup kembali ruang rahasianya dan kembali istirahat. Sampai sekertaris Kim datang mengetuk pintu,”Tuan makan malamnya sudah siap.”
“Aku tahu, sebentar lagi aku akan turun,”ucap Roki yang menuju ke kamar mandi untuk memberisihkan dirinya. Di dalam kamar mandi dia melihat di cermin tubuhnya yang terluka sudah mulai menutup.
“Tidak aku sangka peulihanku sangat cepat saat aku belajar aura jiwa,”kata Roki yang tidak percaya. Sedikit demi sedikit dia agak paham dengan kemampuan yang dimiliki Ezan dan Martin. “Apa selama ini dia menggunakan kemampuan ini untuk menyelamatkan kami dan melawan musuhnya,”kata Roki dalam hati.
Air mengalir dari sower dia membersihkan diri sampai dia mendengar suara langka kaki yang sagta hati-hati. Roki mendengar langka kaki hanya bisa terdiam berpura-pura tidak mendengar siapa yang datang. Sampai dia mendengar suara yang tidak asing.”Dimana dia, seharusnya dia sedang terluka. Kita bisa menghabisinya demi nona,”kata musuh.
Roki mematikan sowernya dan mengambil handuk untuk mengeringkan tubuhnya. Dia keluar dengan memakai pakaian yang tersedia.”Bos apa benar dia sedang terluka,”kata anak buah musuh.”Yang aku dapatkan dia sedang terluka karena penyerangan antara kedua sahabatnya. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengalahkan dia,”kata musuh.
Roki berjalan menuju pintu sampai dia mendengar musuh sedang membicarakan dia. Roki tersenyum dan bersandar di pintu kamar mandi setelah dia membuka pintunya.”Apa yang kalian bicarakan, apa aku boleh gabung dengan kalian?”kata Roki.
Mereka berlima yang sedang menyusup ke dalam kamar Roki terkejut saat melihat Roki keluar dari kamar mandi. “Baguslah jika kamu masih ada, tidak usah repot-repot aku mencari kamu untuk aku bunuh,”kata musuh. Roki menatap mereka dengan tajam dan dingin,”Ingin membunuhku jangan terlalu berharap.”
Musuh yang meremehkan Roki yang sedang dalam keadaan baik saja menyerang Roki tanpa berpikir panjang. Satu persatu mereka maju untuk membunuh Roki yang selesai mandi. Tapi dalam hitungan detik tanpa suara musuh satu persatu jatuh ke latani sebelum mereka menyerang.”Kenapa tubuhku tidak bisa digerakkan?,”kata musuh yang bingung karena mereka seperti tidak memiliki tenang untuk melawan Roki.
“Kenapa kamu diam saja bukannya tadi ingin melawanku dan membunuhku,”kata Roki yang sedang mencoba mengeluarkan aura jiwa yang dia pelajari untuk menekan musuh. Musuh yang sedang mencoba melawan tidak bisa berkutip dekat Roki yang masih santai bersandar.
__ADS_1
“Apa masih ingin melawan atau kalian menjadi anak buahku dengan perjanjian yang sudah aku sipakan,”kata Roki untuk memaafkan musuh yang menyerang dia. Mereka yang menyerang Roki sedang berunding dengan tawaran yang diberikan oleh Roki. Sampai mereka bertanya,”Apa yang inngin kamu lakukan jika kami menerima tawaran kamu?.”
“Itu mudah aku hanya ingin meperkerjakan kalian untuk mencari informasi tentang berbagai organisasi yang ada di dunia ini termasuk orang yang lebih kuat dari kalian. Jika kalian bisa carilah orang yang bisa berkerja sama dengan kita untuk membuat tim informasi,”kata Roki dengan jelas.
“Apa hanya itu saja,”kata musuh.”Iya untuk sementara, apa ada lagi yang ingin kalian beritahuku tentang siapa yang menyuruh kalian datang ke sini,”kata Roki.
“Mereka adalah kleuarga Daya Nona Dayati putri pertama yang sedang bertunangan dengan anda tuan,”kata musuh. “Jadi yang menyuruh kalian membunihku adalah tunanganku sendiri,”kata Roki.
“Itu benar. Apa perluh aku kembalikan uang mereka dan membunuh mereka tuan,”kata Musuh.”Tidak ambil saja uang yang diberikan oleh mereka untuk kalian. Pergilah kalian ketempat diaman kalian bisa mendapatkan informasi yang aku butuhkan. Jika kalian ingin menghubungiku lewan ini,”kata Roki yang memberikan kartu nama baru kepada mereka berlima.
“Kami mengerti,”ucap Musuh.”Siapa nama kalian, aku berhak tahu nama bawahanku,”kata Roki. “Kami berlima adalah Derek, Traman, Guntur, Chan dan saya sendiri adalah Jima,”kata Jima. “Dari organisasi mana kalian,”kata Roki.
“Satu bulan lagi kalian datang temui aku di vila ini dengan sopan. Apa kalian mengerti,”kata Roki.”Kami mengerti,”ucap Jima yang bersama dengan keempat rekannya pergi meninggalkan Roki.
Setelah kepergian mereka berlima Roki bisa bersantai dengan turun ke ruang makan.”Tuan,”ucap sekertaris Kim yang hendak ingin mengertuk pintu.
“Ada apa, hanya ingin melihat apa anda baik-baik saja kerena belum turun untuk makan,”kata sekertaris Kim.”Maaf aku baru saja selesai membersihkan diri,”kata Roki.”Apa? Bukannya anda dilarang untuk mandi sampai luka anda sembuh,”ucap Sekertaris Kim yang gelisah dan meliha kesegala arah tubuh tuannya.
__ADS_1
“Aku lupa untuk bagian itu,”kata Roki yang menggaruk kepalanya.”Apa ada yang terluka, perlu aku panggilkan Janet ke sini untuk memeriksa anda,”kata Sekertaris Kim.
“Tidak usah karena lukanya tidak terlalu parah dan tidak terlalu terkena air jadi tidak apa-apa,”kata Roki yang berpura-pura. “Ayo kita turun,”ucap Roki yang menarik sekertaris Kim ke ruang makan.
Roki dan Sekertaris Kim turun menuju ruang makan. Tapi tidak terduga kalau ada tamu yang tidak diundang datang ke vila yaitu Dayati. Roki melihat ke arah sekertaris Kim,”Kenapa tidak bilang kalau dia datang ke sini?.”
“Maaf tuan sebenarnya saya ingin bilang kepada anda hanya saja nona Dayati melarangnya sampai anda turun,”kata sekertaris Kim. Dayati yang melihat Roki turun merasa terkejut kalau dia masih hidup dengan berpura-pura tidak terjadi apa-apa dia datang menghampiri Roki.
“Apa kamu baik-baik saja?,”kata Dayati. Roki yang sudah tahu semuanya mengikuti permainan yang diberikan oleh Dayati.”Aku baik saja. Apa kamu menuggu terlalu lama, maaf ya,”kata Roki yang tersenyum manis.
“Tidak apa-apa aku yang menyuruh sekertaris kamu untuk tidak bilang kalau aku datang ke sini,”kata Dayati. “Bagaimana kalau kita makan dulu sebelum kita berbicara, aku sudah lapar,”kata Roki yang mengalihkan pertanyaan.
“Tentu saja,”kata Dayati yang merangkul Roki. Mereka yang menikmati makan malam saling bermain peran satu sama lain sampai ibu Roki datang bersama dengan Rere.”Sayang apa kamu sudah kembali,”kata ibunya.
Roki berdiri karena mendengar ibunya yang memanggil,”Ibu kamu datang ke sini kenapa?.” Ibunya hanya tersenyum sampai dia melihat Dayati di belakang Roki.”Ternyata Nona Dayati yang sedang ada di sini,”kata Ibu Roki.
“Iya Tante Melati apa kabar,”ucap Dayati yang menahan rasa sopannya.”Aku baik. Apa kalian baru saja selesai makan malam,”kata Ibu Roki. “Iya tante kita baru saja selesai makan. Karen ini sudah larut malam saya ingin pamit pulang,”kata Dayati yang pergi meninggalkan mereka semua dalam vila.
__ADS_1
“Kenapa Roki masih hidup apa mereka gagal membunuhnya,”kata Dayati sambil menggigil jarinya.”Kenapa kamu bersama dia,”kata Ibunya yang tidak suka dengan Dayati.
“Dia datang sendiri ingin melihat apa aku masih hidup apa tidak,”kata Roki yang menuju kursi makan.”Apa maksud kamu,”kata Ibunya.