Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Rencana Yang Disiapkan


__ADS_3

Malam yang dingin Martin dan Roki saling berbicara apa yang terjadi dengan anak buah Izam saat itu. Kenapa mereka bisa dihasut dan melukai keluarga Martin. “Kamu membunuh Hizam, Apa Izam tidak marah?,”ucap Roki yang melihat keluar jendela.


“Kayaknya tidak bukannya dia harus berterima kasih kepadaku, karena aku telah membunuh penghianat dalam kelompok mereka,”kata Martin yang percaya diri.”Seharusnya iya tapi...,”kata Roki yang terputus karena satu panggilan.


“Ada apa Izam?,”kata Roki dalam telepon.”Apa kamu sekarang bersama dengan Martin,”ucap Izam.”Iya kenapa? Aku berikan lokasinya jika kamu ingin bicara,”kata Roki yang memberikan lokasi kepada Izam.


“Aku akan ke sana,”kata Izam yang mematikan ponsel.”Kenapa dia menelepon kamu,”kata Martin.”Aku rasa dia ingin bicara dengan kamu,”kata Roki.


Saat mereka sedang asing berbicara Santo datang bersama Putu,”Maaf mengganggu anda Bos.” Martin menoleh kearah mereka berdua,”Ada apa?.”


“Jel sudah siuman Bos,”kata Putu.”Baik aku mengerti aku akan berbicara dengan dia besok untuk sekarang biarkan dia memulihkan tenaganya. Kalian boleh pergi, jika ada apa-apa hubungi aku. Apa kalian mengerti,”kata Martin.


“Baik Bos,”ucap mereka berdua. Saat Santo dan Putu pergi mereka berpapasan dengan Izam dan Red yang bersama datang menemui Martin dan Roki. Martin yang melihat hanya menatap biasa.”Ayo duduk disini,”kata Roki yang ramah.”Terima kasih Roki. Bagaimana kabar kamu,”kata Izam.


“Aku baik saja. Kamu dan teman kamu ini bagaimana kabarnya,”kata Roki. “Semua anggota baik,”ucap Izam.”Aku dengar dari Martin Hizam sudah di bunuh oleh Martin apa itu benar,”kata Roki yang ingin tahu kebenaranya.


“Jadi kamu sudah bilang kepada Roki,”ucap Izam sambil melirik kearah Martin. Martin menghela nafas,”Jika aku tidak bilang dia akan bertanya terus tanpa henti.”


“Kata siapa aku akan bertanya terus,”kata Roki.”Kamu ingin tahu tidak yang mendapatkan musibah aku aku yang kena marah oleh Roki karena telah membunuh Hizam,”kata Martin.

__ADS_1


“Sebenarnya kalian memiliki hubungan cinta seperti apa, sampai Roki memarahiku dan tidak percaya denganku,”kata Martin.” Martin,”kata Roki yang keras. Martin melihat dengan tatapan biasa.”aku tidak memilki hubungan yang spesial dengan Roki. Jadi kamu tidak usah khawatir aku merebutnya dari kamu,”kata Izam.


“Izam,”kata Roki yang keras. Mereka berdua serentak berkata,”Kenapa?.” Roki yang merasa dirinya dipermainkan oleh Izam dan Martin pergi masuk ke dalam untuk bertemu dengan Ibu dan kakak Mola.


Martin yang melihat hanya berkata,”Kemana kamu mau pergi, apa kamu mau meninggalkan Roki setelah kamu bertemu dengan dia.”


“Aku ingin melihat kondisi Ibu dan kakak kamu di dalam tadi aku belum melihatnya. Kalian berbicara saja berdua...ohhh bertiga salah ucap,”kata Roki yang masuk kedalam. Roki yang sudah meninggalkan mereka bertiga kedalam. Martin yang masih terdiam membuat suasana sunyi, sampai Izam berkata kepada Martin. “Maaf,”ucap Izam dengan renda hati. Martin melihat sikap Izam yang tidka biasa membuat dia merindung.”Kamu suka denganku meminta maaf dua kali dalam satu hari,”ucap Martin.


Izam mendengar kata yang dilontarkan oleh Martin membuat dia tidak enak.”Siapa yang suka Bosku tidak mungkin suka dengan laki-laki seperti kamu yang tidak cantik dan tampan,”kata Red.


“Tidak cantik dan tampan.... yang kamu maksudkan adalah dia suka dengan Roki,”kata Martin yang berpikir. Izam mendengar apa yang Red katakan hanya bisa terdiam dan membuat kepalanya kearah lain. Martin melihat sikap yang diberikan oleh Izam hanya menebak dengan beberapa satu kata,”Kamu pernah melihat tubuh mulus Roki.”


“Siapa juga yang menyukai dia. Aku disini hanya ingin meminta maaf kepada kamu dan ingin menayakan bagaimana keluarga kamu itu saja,”kata Izam dengan malu. “Jika kamu ingin tahu kamu boleh menyusul Roki menjenguk mereka berdua yang sedang berbaring dan satu yang masih berjaga dengan ibu Roki,”kata Martin.


“Apa mendapatkan luka serius,”kata Izam yang menyesal. “Kamu tidak harus minta maaf karena ini semua bukan salah kamu,”kata Martin.”Aku tahu ini bukan salahku, tapi tetep saja anak buahku yang ikut terhasut juga terlibat dalam masalah ini,”kata Izam.


“Siapa yang ingin kamu temui tiga hari lagi,”kata Izam. “Kenapa kamu ingin tahu, dari pada kamu mengurusi diriku ini. Kenapa kamu tidak kembangkan dirimu saja sendiri,”kata Martin. “Ayo kita berduel untuk menentukan siapa yang paling kuat diantara kita,”ucap Izam.


“Tidak boleh,”ucap Roki dari belakang karena mendengar pembicaraan mereka.”Kalian ingin berduel tidak boleh,”kata Roki dengan tegas.”Siapa juga yang mau berduel,”ucap Martin.”Tadi aku mendengar Izam mengajak kamu berduel Tiga hari lagi,”kata Roki yang salah paham.

__ADS_1


“Kamu salah dengar,”ucap Martin.”Iyakan Roki,”katanya lagi. “Itu benar,”ucap Izam.”Apa itu benar,”kata Roki.”Iya,”ucap Izam.”Kenapa kamu cepat sekali kembalinya,”kata Martin.


“Aku datang mengambil ponselku yang tertinggal,”kata Roki yang mengambil ponselnya di meja.”Lanjutkan saja pembicaraannya. Tapi kalian tidak boleh beradu otot apa kalian mengerti,”kata Roki dengan tajam.”Kami mengerti”ucap mereka berdua.


Setelah Roki pergi jauh dari mereka, Izam berkata,”Bagimana dengan tawaranku?.”


“Bukanya sudah aku jawab aku menolak,”kata Martin.”Kenapa kamu takut kalah,”ucap Izam yang percaya diri.”Kalah kata kamu,”ucap Martin melirik kearah Izam. “Iya,”ucap Izam. “Bukanya itu yang aku maksud. Tidak ada alasan bagiku untuk berduel dengan kamu karena kita sama-sama dalam masalah yang harus kita urus bukan,”ucap Martin.


“Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan,”kata Izam dengan tajam.”Kenapa kamu bertanya seperti itu,”kata Martin yang biasa saja.”Tadi kamu berbeda dengan saat ini. Kamu memilki dua kepribadian yang berbeda membuat orang merasa waspada dengan kamu,”kata Izam yang tidak suka.


“Kenapa dengan kepribadianku, apa ada yang salah,”ucap Martin.”Jawab kemana kamu akan pergi tiga hari lagi dan siapa kamu akan bertemu,”ucap Izam dengan tegas.”Kenapa kamu ingin tahu urusanku?,”kata Martin yang tidak suka dengan sikap Izam.


“Kenapa kamu tidak jawab. Apa benar kamu akan menemui organisasi Rose Black,”kata Izam yang tidak bisa berkata apa-apa.”Organisasi Rose Black, apa yang kamu maksudkan,”kata Martin.


“Kamu tidak usah berbohong atau menyembunyikannya lagi aku sudah tahu kalau kamu akan bertemu dengan Jendral Grata bukan,”kata Izam tanpa basa-basi.”Jika kamu sudah tahu kenapa kamu masih ingin bertanya kemana aku akan pergi,”kata Martin dengan tajam.”Dia bukan lawan yang bisa kamu hadapi sebaiknya kamu jangan mencari masalah dengan dia,”kata Izam yang khawatir.”Kamu tidak usah pedulikan aku, karena aku melakukannya karena keinginan diriku sendiri,”kata Martin.


“Apa maksud kamu?,’ucap Izam yang tidak paham.”Jika sudah waktunya kamu akan paham siapa yang berkuasa di dunia ini,”kata Martin. “Aku tidak tahu kalau kamu sudah tahu semuanya tentang Hizam,”ucap Izam.


“Hizam, kenapa dengan dia?,”kata Martin yang tidak paham dengan alur pembicaraannya.”Identitas asli Hizam,”ucap Izam.”Ohhh yang itu aku kira yang mana,”kata Martin yang paham alurnya.

__ADS_1


“Dari mana kamu mendapatkan identitas itu,”ucap Izam.”Aku mendapatkannya dari penelusuran anak buahku yang sedang bertugas diberbagai wilayah lain,”ucap Martin.


__ADS_2