
Martin dan Rendi yang sedang berpikir di lautan jiwa hanya bisa menebak saja. “Sebaiknya kita istirahat saja, dari pada buat kita pusing saja masalah yang ada,”kata Rendi yang berbaring.
Martin hanya melihat saja dan menutup mata untuk mengumpulkan jiwa yang sudah hilang. Di dalam ruangan Martin, Izam dan Roki hanya bisa menebak apa yang mereka berdua bicarakan sampai Zen masuk ke dalam. “Bagaimana kondisi mereka bertiga?,”kata Zen yang masuk ke dalam.
“Masih belum sadar,”ucap Roki. “Apa yang kalian bicarakan di luar tadi?,”kata Izam. “Yang kamu maksud yang mana,”kata Zen yang berjalan mendekat.
“Barusan,”kata Izam.”Ini tadi, aku hanya bertanya kondisi Kyoshi dan Martin sama satu orang ini saja. Apa ada masalah?,”kata Zen.
“Tidak,”ucap Izam. Koto dan Bunga yang masuk bersama mendekat ketiga orang pasien yang masih dalam kondisi pemulihan. Mereka berdua yang memeriksa kondisi satu persatu. “Bagaimana?,”kata Roki.
“Sudah stabil,”kata Bunga. “Baguslah,”kta Roki.
“Fira tidak ikut dengan kamu,”ucap Bunga.”Tidak, dia ada urusan yang tidak bisa ikut denganku. Apa ada pesan untuk dia?,”kata Roki.
“Tidak ada,”ucap Bunga yang tersenyum.”Karena kondisi sudah mulai membaik seterusnya Putra yang akan menjaga dan memantau mereka bertiga,”kata Bunga.
“Kamu mau kemana?,”kata Izam. “Aku ada urusan,”ucap Bunga dengan santai dan berjalan keluar ruangan. Izam yang melihat Bunga keluar menyusulnya setelah Bunga sudah jauh dari ruangan.
“Kamu mau kemana?,”kata Roki yang melihat Izam keluar.”Cari udara segar,”kata Izam.”Cari udara segar,”ucap Roki sambil memikirkan yang lain.
Izam yang keluar menyusul Bunga yang sudah jauh, tapi Izam yang ingin bicara mengejarnya sampai di dekatnya dia manarik tangan Bunga.”Tunggu,”ucap Izam yang terengah-engah.
Bunga yang merasakan tarikan tangan seorang langsung menoleh dan melihat Izam yang menarik tangannya.”Kenapa dengan kamu?,”ucap Bunga dengan santai sambil melepaskan tangan Izam.
“Aku ingin bicara dengan kamu sebentar saja,”kata Izam yang masih memengan tangan Bunga.”Apa yang ingin kamu bicarakan, tapi bisakan lepaskan tanganku,”kata Bunga.
“Tidak, pasti kamu akan kabur bukan. Jika aku melepaskan tangan kamu,”kata Izam.”Aku tidak akan kabur,”kata Bunga.
__ADS_1
Izam yang meragukan kata Bunga masih memengan tangan Bunga. “Kenapa kamu tidak mau melepaskannya,”ucap Bunga yang berharap bisa melepaskan tangan kecilnya dari Izam.
“Aku tahu apa yang kamu pikirkan, aku tidak akan melepaskan kamu sebelum kamu mendengar semua ceritaku,”kata Izam.
“Aku akan mendengarnya hanya saja tidak seperti ini, bisakan kamu lepaskan tanganku,”kata Bunga. Bunga yang tidak bisa melepaskan tangan Izam hanya bisa membawa dia ke ruangannya untuk bicara.
“Apa yang ingin kamu jelaskan kepadaku, katakan sekarang. Jika tidak penting aku akan marah dengan kamu lagi,”kata Bunga.
“Aku tahu kalau aku salah, tapi aku sudah keluar darai organisasi kegelapan jiwa. Aku tidak akan melakukannya lagi jadi bisakan kita baikkan,”kata Izam.
“Apa kamu yakin tidak akan mengulang lagi kesalahan kedua kalinya hanya untuk amisi kamu yang sudha salah jalan,”kata Bunga.
“Aku tahu karena amisiku sendiri menyeret mereka yang tidak bersalah. Aku akan bertanggung jawab atas kesalahan yang aku buat, jadi bisakan kamu balikan denganku lagi. Aku tidak akan mengulangi lagi kesalahan yang sama, aku akan mendengarkan kata kamu,”ucap Izam yang merasa menyesal.
“Aku tidak ingin berpisah dengan kamu lagi, jadi tolong jangan jauh dariku lagi,”kata Izam yang menundukan kepalanya di depan Bunga. Bunga yang melihat sikap Izam yang penuh penyesalan hanya bisa memeluk dia.”Jangan pernah kamu mengulangi perbuatan yang sama. Kamu tahukan mereka itu orang yang jahat, seharusnya kamu menjaga pertemanan dengan baik jangan membuat mereka susah,”kata Bunga.
Roki yang tadi mengikuti mereka berdua hanya bisa mendengar dari luar,”Kurasa mereka sudah baikan.” Roki yang sudah melihat mereka berdua yang sudah baikan berjalan kembali menuju ruangan Martin yang sudah di tunggu oleh Zen bersama dengan Koto.
“Kamu sudah kembali, bagaimana hasilnya?,”kata Koto.
“Mereka sudah baikan, jadi sudah tidak perluh lagi disembunyikan,”kata Roki.
“Apa mereka sudah bangun,”ucap Roki yang berjalan ke arah mereka berdua.”Masih belum,”kata Zen.
“Aku tidak melihat Morgan dia ada dimana?,”kata Roki yang mencari. “Dia kembali ke pulau,a da urusan,”kata Zen.” Kamu tidak menemani dia pergi,”kata Roki.
“Tidak karena sudah ada Kokoro yang mengikutinya,”kata Koto. Roki hanya terdiam dan melihat Martin dan kedua orang lain yang masih berbaring. “Sepeti tidak asing,”ucap Roki.
__ADS_1
“Siapa yang kamu maksudkan,”kata Zen.”Orang yang ada di dekat Kyoshi,”kata Roki.
“Bukannya kamu tahu dia orang yang kamu selamatkan dan mantan anggota kamu bukan,”ucap Koto.
“Rendi,”ucap Roki.
“Iya dia Rendi, kamu baru saja sadar. Lambat sekali pikiran kamu,”kata Koto.
“Siapa yang lambat,”kata Roki yang tidak bisa terima dengan apa yang di katakan oleh Koto.
Setelah Roki kembali dan berbicang-bincang dengan Zen dan Koto Izam yang sudah tenang kembali ke ruangan setelah memengkan hatinya dan mencuci mukanya.”Apa yang kalian bicarakan?,”ucap Izam dengan santai dan tidak terjadi sesuatu. Mereka bertiga yang menoleh kearah Izam yang datang.”Tidak ada hanya membicarakan masalah kapan mereka bangun,”kata Roki.
“Masih belum banguan,”kata Izam.”Iya. Bagaimana kamu apa sudah baikkan,”kata Zen.
“Aku, kenapa ?,”kata Izam yang berpura-pura tidak tahu.”Tidak ada. Jika kamu tidak mau bicara,”kata Zen. Mereka bertiga hanya tersenyum melihat sikap Izam yang bingung. Izam yang tidak tahu datang ke sebelah Roki dan berbisik,”Apa yang terjadi dengan mereka?.”
“Kamu tidak tahu, ini ada kaitannya kamu dengan Bunga,”kata Roki dengan jelas.”Apa! aku tidak ada apa-apa dengan dia,”kata Izam yang menyembunyikannya.
“Kamu tidak usah berpura=pura kami sudah tahu semua,”ucap Koto. Izam yang melihat sikap mereka hanya bisa menghela nafas.”Jika kalian sudah tahu kenapa masih bertanya,”kata Izam yang tidak bisa menyembunyikan rahasia.
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~
Di pulau bunga persik Morgan yang sudah membereskan semua kekacauan yang ada hanya menuggu Eza dan Mikhail datang untuk memberikan penjelaskan apa yang telah terjadi dengan pulau bunga persik. Satu hari telah berlalu Eza dan Mikhail yang sudah kembali ke pulau bunga persik sangat terkejut dengan kondisi pulau yang sudah kacau habis terkenang badai topan. Mereka berdua yang tidak tahu apa yang terjadi hanya menuju vila utama dimana orang terpenting ada di sana. Sampai di vila mereka berdua disambut oleh Keri, Ali dan Alex yang juga menuggu ke datang mereka berdua untuk mencari kejelasan yang ada.
“Apa yang terjadi di sini?,”ucap Mikhail. “Morgan ini bicara dengan kalian berdua, ayo ikut kami ke ruangannya,”kata Alex yang berjalan di depan. Eza dan Mikhail yang tidak tahu apa yang terjadi hanya berpikir pasti ini masalah kita berdua yang keluar dari pulau.”Apa ini ada kaitannya dengan kami mendapatkan kabar orang tua kita,”kata Mikhail yang menatap Eza.
“Mungkin saja iya,”ucap Eza yang juga sambil berpikir.
__ADS_1