
Elang Hitam merupakan elang yang langka dan memiliki kemampun bertahan yang lebih baik dengan merpati. Banyak dari mereka menyukai elang hitam untuk dijadikan burung pembawa pesan yang memang sangat mendesak dan sangat penting. Roki yang melihat elang hitam di teras berjalan kearah teras dan melihat ada pesan di kaki elang hitam. Karena penasaran dia mengambil pesannya dan membacanya.”Pulau tidak penghuni,”ucap Roki sampai terakhir. Sampai salah satu darai tiga orang yang dipilih oleh Roki mengatakan,”Itu dari pulau pasti itu dari Chan.”
“Dari Chan,”ucap Roki yang melihat ke arah suara.”Ternyata kamu,”ucap Roki.”Kenapa kamu mengurung diri selama dua hari ini. apa kamu tidak khawatir dengan sekertaris kamu yang selalu menatap kamu diam di kasur tanpa terbangun,”kata Blue.
“Ada urusan hati aku terdiam diri di kasur. Apa terjadi sesuatu saat aku tertidur,”kata Roki. “Tidak ada untuk sekarang masih aman hanya saja pergerakan anggota khusus yang kamu pilih agak aneh,”kata Blue.
“Apa maksud kamu aneh,”kata Roki yang tahu kalau mereka adalah mata-mata.”Untuk sekarang aku belum bisa membuktikannya tapi nanti jika aku mendapatkan apa yang aku inginkan aku beri tahu kamu,”kata Blue yang pergi setelah berbicara dengan tuanya yang sekarang. Roki yang membaca pesan dari elang hitam membalas pesannya dengan kata yang tidak bisa dipahami oleh orang lain.
Karena dia sedang diawasi hanya bisa menggunakan bahasa yang membuat musuh bingung dan hanya bisa diketahui oleh Derek. Setelah melihat elang hitam pergi meninggalkan dia Roki kembali ke dalam kamar dan kembali berbaring tapi tidak sangka sekertarisnya datang masuk dan melihat tuannya. Kim berlari ke arah Roki dan memeluknya,”Tuan kenapa dengan anda jika ada sesuatu tolong beritahu saya.”
Roki hanya terpaku diam melihat Kim yang tidak biasanya seperti ini.”Apa terjadi sesuatu saat aku tidak ada,”kata Roki yang mengalihkan suasananya. “Tuan apa yang kamu sembunyikan dariku,”kata Kim. Sampai ada suara langkah kaki yang mendekat,”Kenapa kamu berkata seperti itu saat tuan kamu baru saja terbangun.”
Roki melihat kebelakang Kim dia terkejut kalau yang datang berjalan adalah Yamato sekertaris yang dia suruh untuk mencari dua orang yang dia cari.”Bagaimana kabar anda Tuan,”kata Yamato.
__ADS_1
“Aku yang harusnya bertanya bagaimana kabar kamu karena sudah lama tidak bertemu,”kata Roki yang tersenyum tipis kearahnya. “Saya baik-baik saja anda mungkin sudah lama menuggu saya,”Yamato.”Jika kalian sudah ada mungkin aku akan baik-baik saja...hanya saja untuk sekarang aku ingin istirahat,”kata Roki yang kembali berbaring.
“Maaf tuan bukan untuk mengganggu anda hanya saja saya ingin memberitahukan anda soal..,”kata Yamato yang terhenti karena sulit untuk dikatakan.”Aku tahu tapi aku butuh ketenangan hari ini,”kata Roki yang menutup matanya.
Kim yang tidak tahu berjalan ke arah Yamato,”Apa yang terjadi?.”Yamato hanya terdiam dan menarik Kim ke tempat yang aman untuk bicara. Di tempat yang aman dan tidak diketahui oleh orang lain mereka menuju ruang bawah tanah dan barulah dia bicara.”Kenapa kamu ingin membawaku kesini?,”kata Kim.
Yamato yang melihat sekitarnya kalau mereka berdua tidak diawasi dan tidak ada aura yang mencurigakan dia berbisik kepada Kim. Tapi sebelum dia berbisik dia berkata,”Agar tidak ada mata-mata yang mengawasi kita kenapa aku mengaja kamu ke sini.” Kim hanya terdiam sampai dia mendengar bisikan darai Yamato kalau nyoya dan tuan sudah meninggal dan orang yang ditemui pada malam itu adalah pengkhianat yang menyamar termasuk orang dari anggota Khusus. Kim yang mendengar merasa terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Yamato.”Apa kamu benar itu,”kata Kim yang mencoba memastikan. Sampai Yamato memberikan lembaran kertas terakhir darai tuan.”Ini apa,”ucap Kim.
“Kamu akan tahu setelah membacanya,”kata Yamato yang merasa waspada dengan sekitarya. Kim membaca lembaran yang diberikan oleh Yamato dan merasa terkejut dengan apa yang tertulis di kertas yang diberikan oleh Yamato. Setelah memastikan kalau tulisan yang dia baca adalah tulisan tuannya.”Ini benar tulisan tuan besar,”kata hati Kim.
“Jika aku lihat hari ini dia sudah tahu tapi dia menahannya,”kata Yamato yang menganalisis sikap tuan muda. “Apa yang harus kita lakukan, sekarang,”kata Kim. “Untuk sekarang biarkan tuan muda istirahat dan kembali seperti biasanya. Jika sudah waktunya kita tanyakan kepada tuan muda,”usul Yamato.
“Aku mengerti,”kata Kim. Selesai pembicaraan Yamato dan Kim keluar dari ruang bawah tanah. Di depan pintu dia mereka bertemu dengan Sita yang kebetulan sedang pengawasan.”Kalian dari mana?,”ucap Sita yang terkejut saat mereka keluar dari tembok.
__ADS_1
“Bukannya kamu sudah tahu dari mana kami berdua,”ucap Kim. Sita hanya tersenyum dan berjalan melewati mereka berdua tapi saat hendak berjalan Sita berkata dengan suara kecil,”Mereka mengawasi kalian hati-hati jangan sampai mereka membunuh kalian berdua.” Sita menjauh dari mereka berdua setelah mengatakan apa yang dikatakannya.
Kim dan Yamato yang mendengar kata Sita hanya terdiam seperti tidak terjadi apa-apa. Untuk menghindar dari pengawas anggota khusus yang tidak memihak kepada tuan muda. Roki dalam keadaan berbaring di kasur masuk ke dalam lautan jiwa dan membuat ruang dimendi lautan jiwanya sendiri dengan buku yang dia pelajari. Tapi anehnya buku yang dia baca masih ada dan tambah banyak karena aku bingung dengan pemiliknya dia datang kearah buku itu tergeletak. Dia melihat secarik kertas yang bertulis,”Itu untuk anda Roki.”
Roki terdiam dan melihat kearah buku,”Ini untukku. Tapi dari siapa tidak ada namanya.”Karena merasa senang dia menerima buku yang diberikan dan memulai membuat ruang dimensi lautan jiwanya sendiri. Waktu demi waktu Roki lalui di lautan jiwa untuk membuat ruang dimensinya sampai dia merasakan hawa pemubuh didekat dia sedang berbaring untuk dua hari ini.
Roki yang bisa merasakan hawa musuh kembali ke dunia nyata dan melihat rekan barunya diserang oleh anggota khusus bersama dengan kedua sekertarisnya yang selalu dia percayai. Roki membuka matanya mengeluarkan aura pembunuh yang menekan para musuh yang datang bersamaan dengan anggota khusus yang telah melukai orang terdekat dia.
“Kalian akan mati sekarang,”ucap Roki dengan tatapan tajam dengan aura hitam disekitarnya. Roki yang tidak bisa menahan amarah mengeluapkan amarahnay dihadapan musuh dengan membantai semua musuh yang datang dan anggota khusus. Dengan tangan yang penuh darah Roki yang masih memiliki tenaga sedikit menghampiri rekan barunya dan sekertarisnya. Saat dia merasakan ada yang datang Roki tiba-tiba pingsan saat Morgan dan Kyoshi yang hendak berkunjung ke vila Roki.
“Apa yang terjadi disini,”ucap Morgan yang melihat tempat tinggal Roki penuh dengan darah dan mayat seperti lautan merah dengan darah yang bercucuran disekelilingnya. Kyoshi yang menyelesuri tempat bersama dengan Morgan melihat Roki bersama orang lain sedang terluka.”Panggi yang lain bantu mereka untuk ke rumah sakit pribadi keluarga,”kata Morgan kepada bawahan yang dia bawa.
“Apa yang terjadi disini sebenarnya,”kata Morgan yang tidak percaya.”Mereka diserang oleh mereka mungkin,”kata Kyoshi yang menunjuk kearah anggota khusus yang sudah tewas karena aura jiwa dan tebasan pedang.
__ADS_1
“Apa mereka sudah bergerak,”kata Morgan melihat kearah mayat musuh. “Mana aku tahu,”kata Kyoshi. Setelah Roki dibawa ke rumah sakit yang dimiliki oleh keluarga Morgan. Koto dan Kokoro datang menjengung Roki dan rekannya yang sedang dalam pemeriksaan. Hingga dua orang itu muncul dihadapan mereka berempat.