Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Kabar


__ADS_3

Satu tahun telah berlalu Roki yang berada di negara J selalu mendapatkan kabar yang tidak bagus dari Lili.”Sampai kapan aku mendapatkan kabar buruk kapan kabar baiknya datang?,”ucap Roki dengan suara kecil. Pintu terbuka,”Apa yang membuat kamu tidak semangat,”kata Reli.


“Menurut kamu kenapa,”ucap Roki yang melihat kejendela.”Apa kamu sudah mendapatkan kabar terbaru tentang Izam dan Martin,”kata Roki. “Untuk saat ini hanya ada kabar buruk apa kamu mau mendengarnya,”ucap Reli yang duduk di sofa.


Roki menghela nafas dan melihat kearah Reli,”Kabar apa?.”


“Yang aku dapatkan kalau Izam dan Martin akan berduel, untuk merebutkan kekuasaan,”kata Reli dengan santai.”Apa mereka berdua juga sudah tahu akan duel mereka berdua,”kata Roki.”Mereka sudah tahu,”ucap Reli.


“Apa yang ingin mereka lakukan setelah mereka tahu kalau kedua Bos yang mereka percayai sudah bermusuhan dan akan berduel merebutkan wilayah,”kata Roki.”Untuk sekarang aku tidak tahu apa yang mereka lakukan,”kata Reli.


“Cari tahu informasi yang mendetail agar aku tahu apa yang mereka lakukan,”kata Roki.”Baik Bos. Ohhhhh... iya Bos mereka ingin bertemu,”kata Reli.


“Mereka sudah kembali,”kata Roki. Reli keluar ruangan dan meninggalkan Roki dengan lamunannya.”Kenapa mereka tidak bisa berpikir jernih ya,”ucap Roki. Hingga suara pintu terbuka  dengan suara langka kaki sekertaris Yamato masuk kedalam.”Bos ada yang ingin bertemu dengan anda?,”kata Yamato.”Bisa tidak kamu ubah panggilanku menjadi tuan aku bukan anak mafia, kamu tahukan itu,”ucap Roki.


“Baik tuan,”ucap Yamato.”Siapa yang ingin bertemu denganku,”kata Roki.”Mereka adalah Remon, Mui, Tarko, Tera dan Teri,”ucap Yamato.


“Persilakan mereka masuk kedalam,”kata Roki. Roki yang menuggu mereka dengan membaca beberapa dokumen sampai suara pintu berbunyi dan mereka berlima masuk.”Lama tidak bertemu dengan kalian. Bagaimana kabar kalian,”ucap Roki melihat kearah mereka berlima.


“Roki,”ucap Terko yang terkejut.”Sebenarnya apa yang telah terjadi,”kata Teri.”Aku tidak mengerti dengan suasana ini,”ucap Tera.


“Kalian boleh duduk,”ucap Roki yang berjalan menuju sofa.”Apa kalian belum menjelaskan pada mereka bertiga,”kata Roki melihat kearah Remon dan Mui.


Mereka berdua menghela nafas dan ketiga orang yang bersama dengan mereka melihat mereka berdua.”Apa yang terjadi?,”kata Terko.”Apa kamu ingin tahu apa yang terjadi,”ucap Roki.”Kenapa kamu tidak mengatakannya pada kedua orang yeng telah menolong kalian bertiga,”kata Roki.


“Apa maksudnya,”ucap Teri yang melihat kearah Remon dan Mui. Mereka berdua saling menatap satu sama lain sampai mereka berdua secara bergilir mengatakan  siapa mereka berdua.

__ADS_1


“Baik kami akan jelaskan tapi kalian tidak boleh terkejut dengan apa yang aku katakan setelahnya. Apa kalian mengerti,”kata Mui.”Ok,”ucap mereka bertiga yang menuggu mereka berkata. “Aku sebenarnya bukan Mui tapi Mizuki,”ucap Mizuki.”Aku Rendi,”kata Rendi.


“Apa?,”ucap mereka bertiga.”Kalian jangan bercanda,”kata Teri.


“Benar mereka berdua sudah tewas dan tubuh mereka tidak tahu ada dimana. Kalian jangan membuat kami bingung,”kata Terko.”Apa yang aku katakan memang benar,”ucap Mizuki.


“Apa perlu aku jelaskan kalau kamu selalu suka membuat masalah dengan Izam,”kata Mizuki.”Apa  benar kamu Mizuki,”ucap Terko yang melihat kearahnya.


“Apa yang dia katakan memang benar. Lama tidak bertemu bukan Teri dan Tera kakak beradik,”ucap Rendi.


Mereka berdua hanya terdiam dan memeluk Rendi,”Kak aku merindukan kamu. Kemana saja kamu.”


“Maaf baru sekarang kami memberitahukan apa yang terjadi,”kata Rendi.”Sebenarnya apa yang terjadi,”kata Terko.”Setelah kalian pergi banyak sekali masalah yang muncul,”kata Tera.


“Sebenarnya begini ceritanya saat malam itu kami pergi ke lokasi pertempuran untuk membereskan masalah yang ada. Tapi saat kami datang mereka sudah berbaring di tanah...,”ucap Mizuki yang terputus dan dilanjutkan oleh Rendi.


“Saat malam hari kami mencari tidak menemukan apa-apa sampai kita berdua merasakan kalau akan ada orang yang datang,”kata Rendi.”Kita pergi kedalam mobil dan pergi mencari tempat persembunyian untuk mencari tahu apa yang terjadi,”kata Mizuki.


“Hingga kita melihat Hizam dan Marko bersama orang lain yang bukan anak buah Izam dan Martin,”kata Rendi.


“Setelah apa yang kita lihat kami ingin pergi dari tempat itu dan memberitahukan kepada Izam dan Martin. Tapi...,”kata Mizuki.”Kita dihadang oleh mereka, sampai Mizuki mendapatkan tembakan di bagian perut,”ucap Rendi.


“Yang membuat aku harus pergi dengan beberapa orang yang sudah aku siapkan dan membawa Mizuki untuk bertemu dengan Roki,”kata Rendi. “Kenapa harus bertemu dengan Roki,”ucap Terko. “Karena kita dikejar hanya satu tempat dimana kita berdua aman yaitu rumah Roki,”kata Rendi.


“Apa maksud kamu tempat yang aman di rumah Roki,”ucap Teri. “Karena dia yang bisa aku minta tolong untuk menyelematkan kami berdua”kata Rendi.

__ADS_1


“Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan,”ucap Terko.”Karena dia adalah mantan Bosku,”ucap Rendi.


“Apa?,”ucap Terko yang tidak percaya. “Apa kalian berdua juga sudah tahu akan ini,”kata Terko melihat kearah Tera dan Teri.”Kami tahu jika dia adalah mantan Bos Rendi,”ucap Tera.


“Jadi kalian datang kesini ada apa?,”ucap Roki mengubah suasana.”Seperi yang ingin kamu ketahui,”kata Rendi.”Memangnya apa yang ingin aku ketahui,”kata Roki dengan santai.


“Mereka bertiga di incar karena tahu rencana Andre,”kata Mizuki. “Jadi ini ulah mereka,”kata Roki. “Apa kalian tahu apa yang direncanakan mereka selain membuat perselisihan keduanya,”kata Roki.


“Apa yang ingin kamu ketahui kalau mereka akan menambah wilayah kekuasaan,”kata Terko.”Jadi maksudnya mereka ingin menambah wilayah kekuasaan,”ucap Roki.”Itu baner,”kata Tera.


“Tidak aku sangka mereka membuat perselisihan hanya untuk kekuasaan. Tapi apa yang mereka inginkan tidak akan bisa didapatkan,”kata Roki.


“Kenapa tidak bisa didapatkan,”kata Terko.”Karena mereka berdua memiliki kekuasaan di wilayah M. Apa itu benar?,”kata Roki melihat Rendi dan Mizuki.


“Apa itu benar Mizuki,”kata Terko.”Kak Rendi,”ucap Teri. Mereka berdua hanya tersenyum dan berkata,”Apa yang kalian ingin dengar dari kami.”


“Semuanya,”ucap Terko. “Dari mana kalian ingin tahu,”kata Mizuki.”Jika ingin tahu semuanya pasti melelahkan untuk kami bercerita,”kata Rendi.


“Ceritakan saja yang bagian terpenting bagaimana kalian mendapatkan wilayah tersebut,”kata Roki yang berjalan menuju kaca gedung. Hingga suara pintu terdengar sekertaris Kim datang dengan beberapa dokumen yang harus diperiksa. “Tuan ada beberapa data yang harus diperiksa,”ucap sekertaris Kim.”Aku mengerti taru saja dimeja,”kata Roki.


“Aku tidak tahu kalau kamu seorang direktur dan pimpinan di perusahaan K ini,”kata Terko.”Kamu tidak tahu kalau aku juga berkerja sama dengan Perusahan M,”kata Roki.


“Perusahan Mark yang dibawah pimpinan Martin dibelakangnya,”kata Rendi dengan tersenyum.”Tidak aku sangka kalau kamu juga mengenal Martin lebih baik dariku,”kata Rendi.”Apa yang kamu ketahui aku juga baru tahu saat dia berkata kalau dia adalah penjagaku saat dia kecil,”kata Roki.


“Apa penjaga kamu,”kata Rendi yang tidak percaya. “Pasti kamu tidak menyangka bukan, aku juga terkejut kalau Martin adalah kakak yang aku cari selama ini,”kata Roki.

__ADS_1


“Banyak sekali rahasia yang datang tiba-tiba,”ucap Tera.”Jadi bagaimana kalian mendapatkan wilayah negara M tersebut?,”Kata Teri.


__ADS_2