
Kyoshi yang menahan tawa tidak bisa melihat ekspresi Surya yang sudah menahan malu. Kyoshi mendekat dan berbisik,”Apa yang kamu sedang tunggu, apa kamu berpikir aku akan memasukannya ke kamu.” Surya melihat Kyoshi yang sudah di depan mata dan mendorongnya karena marah.
“Siapa yang berharap aku bisa dekat dengan kamu,”kata Surya yang mendorong dan berjalan menuju rombongan yang lain. Kyoshi hanya tertawa karena wajah yang diberikan oleh Surya. Kyoshi yang masih di belakang merasakan kalau dia sedang di awasi sampai Surya sudah berjalan darinya dan jauh darinya.”Keluarlah, aku tahu kamu mengikutiku,”kata Kyoshi yang menyadari kalau ada musuh yang datang mendekat.
“Tidak aku sangka kamu bisa mengetahu kalau aku ada di sini,”kata Zira. Kyoshi menoleh ke belakang dan tersenyum sambil meneput tangan.”Dimitri dan Zira, kalian sedang kencan ya,”kata Kyoshi dengan ramah.
“Apa kami mengganggu kalian berdua. Ohhh iya yang satu sudah kabur sebelum kamu memasukannya,”kata Dimitri dengan sinis.”Kita hanya teman dan belum sampai ke tahap memasukan. Apa kalian sudah sampai ke tahap memasukan satu sama lain,”kata Kyoshi.
“Apa kamu merasa aku berselingku dengan Dimitri, Kyoshi sayang,”ucap Zira darai belakangnya.”Tidaklah,”ucap Kyoshi yang melirk dan membelah wajahnya. Tapi Dimitri yang ada di depannya menangkap tangkan Kyoshi,”Untuk apa kamu ingin menyentuh Zira.”
Kyoshi hanya menghela nafas dan menghilang menuju belakang Zira.”Untuk apa kamu khawatir, aku tidak akan mengambil dia dari kamu,”kata Kyoshi yang menari kepalanya di bahu samping Zira.
“Kalian datang ke sini bukan untuk berbicara denganku dengan ramah bukan,”kata Kyoshi lagi. zIra yang sudah menahan berbalik dengan capat dan memukul perut Kyoshi. Tapi Kyoshi yang sudha waspada dengan kehadiran mereka bedua menangjis tangan Zira.
“Apa yang ingin kamu lakukan,”kata Kyoshi setelah menangkis serangan Zira dia menarik tangannya dan berbisik. Dimitra dengan cepat memegang pinggang Zira dan menariknya dari Kyoshi. “Hebat...hebat,”ucap Kyoshi sambil menepuk tangan.
Di lorong lain dimana Surya yang sudah sampai di rombongan disapa oleh Koto.”Dimana Kyoshi?,”ucpa Koto.”Dia ada di belakang,”kata Surya yang tidak menyadari kalau Kyoshi sedang berhadapan dengan musuh.
“Dibelakang,”kata Kokoro yang mencium bau yang tidak asing. “Ayo kita berjalan lagi,”kata Roki yang tidak tahu di belakang mereka ada musuh.
__ADS_1
Kokoro dan Koto saling memandang setelah Surya melewati mereka.”Aku akan istirahat disini dulu, kamu ikut dengan mereka,”kata Kokoro. Koto yang melanjutkan perjalanan bersama Roki dan yang lain. Morgan yang menyadari kalau Kyoshi tidak ada bertanya kepada Surya yang dari belakang.
“Bukannya kamu tadi bersama dengan Kyoshi. Kenapa kamu tidak datang bersama,”ucap Morgan di dekat Surya. “Dia masih di belakang karena aku ingin berjalan dulu,”kata Surya.”Apa terjadi dengan kalian berdua,”kata Citra yang ikut bergabung.
“Tidak ada,”kata Surya dengan wajah cemberut. Citra hanya menghela nafas dan Morgan berjalan mundur bersama dengan Koto.”Dimana Kokoro?,”kata Morgan.”Dia sedang menuggu Kyoshi,”kata Koto dengan santai. Tapi Morgan yang merasakan ada yang tidak beres berbisik kepada Koto,”Terjadi sesuatu ya di belakang.”
Koto melirik ke arah Morgan denagn senyum biasa.”Mungkin itu hanya perasaan kamu saja, tidak terjadi apa-apa,”kata Koto yang menyembunyikan sesuatu.
Morgan yang tidak bisa menerika jawaban dari Koto hanya bisa terdiam.”Kamu jangan khawatir dia akan baik-baik saja,”kata Koto. Morgan menghela nafas dan tetepa berjalan bersama dengan rombongan. Kokoro yang sudah tidak melihat rombongan menuju ke tempat Kyoshi.
Kyoshi yang sedang bermain dengan Dimitri dan Zira datanglah Kokoro.”Apa yang kalian sedang bicarakan sampai lupa kalau rombongan telah pergi menjauh. Iya tidak Kyoshi,”kata Kokoro.
“Iya,”ucap Kyoshi dengan wajah cemberut. Dimitri yang melihat Kokoro di samping Kyoshi langsung pergi bersama dengan Zira. “Apa yang mereka lakukan di sini,”ucap Kokoro.”Jika kakak datang terlambat saja aku bisa tahu kenapa mereka datang ke sini. Karena kakak cepat aku tidak tahu,”kata Kyoshi.
Zira dan Dimitri yang marah hanya bisa berkata,”Bukannya itu yang kalian inginkan, kami mati.” Kokor dan Kyoshi yang tidak mengerti hanya duduk jongkok dihadapan mereka yang sedang berbaring.
“Apa kalian menyalahkan kami yang tidak melakukan apa-apa. Bukannya kalian yang selalu membuat keributan dengan kami,”kata Kokoro.”Kalian yang terluka dan membuat masalah kenapa kamu menyalahkan kami yang sedang berjalan menuju ke rombongan yang lain. Apa kalian memang bodoh untuk belajar dari kesalahan,”kata Kyoshi dengan dingin.
Kokoro menepuk pungung Kyoshi,”Perkataan kamu memang heba aku akan ancungkan jempol untuk kamu adik kecilku.” Kypshi hanya memalingkan wajahnya dan melihat mereka berdua.”Mau aku selesaikan hidup kalian disini dengan tenang,”ucap Kokoro.
__ADS_1
“Apa yang ingin kamu lakukan,”kata Zira yang mencoba berdiri. Mereka berdua yang sudah dalam keadaan terluka karena penyerangan moster di ruang penelitian membuat mereka tidak bisa bergerak dan melawan apa yang dikatakan oleh Kokoro dan Kyoshi.
Sampai Kyoshi mencium bau amis yang datang ke arah mereka.”Kak kita harus pergi dari sini,”kata Kyoshi.”Aku mengerti,”kata Kokoro yang menggunkan portal ruang untuk berpindah lokasi bersama dengan Kyoshi disampingnya.
Setelah jauh dari mereka Kyoshi berkata,”Apa tidak masalah kita tinggalkan mereka di sana?.”
“Untuk apa kamu khawatir dengan mereka yang akan mati di makan oleh monster penelitian itu atau aku yang harus membunuh mereka agar tidak kesakitan. Bukannya sama saja,”kata Kokoro.
“AHHHHHH,”suara teriakan dari lorong lain. Kyoshi dan Kokoro yang tahu siapa yang berteriak hanya mengabaikanya.”Kasihan mereka dimakan lalat besar,”kata Kyoshi.”Inilah takdir yang tidak bisa diuabh yang jahat akan mendapatkan karman yang baik mendapatkan kebahagiaan,”kata Kokoro.
Roki yang sedang berjalan bersama dengan yang lain mendengar teriakan dari belakang. Membuat dia berhenti dan menoleh ke belakang dan melihat orang yang dia bawa berkurang dua orang.”Dimana Kokoro dan Kyoshi,”ucap Roki yang mulai gelisah.
Surya yang baru sadar kalau Kyoshi belum sampai ke rombongan membuat dia khawatir. Surya yang hendak berjalan melihat Kyoshi dan Kokoro bersamanya.”Kami disini,”kata Kokoro.
“Kalian dari mana,”kata Roki yang mulai legah.”Dari belakang,”kata Kyoshi.”Jika semua sudah berkumpul ayo kita berjalan lagi,”kata Roki.
Surya yang merasa bersalah karena meninggalkan Kyoshi sendirian dibelakang menghampirinya. Tapi sikap yang diberikan Kyoshi berbeda.”Aku ke depan dulu,”kata Kyoshi yang menghindar darai Surya. Surya yang melihat Kyoshi menghindar merasa kalau dia sedang menjauh darinya setelah apa yang dia lakukan kepadanya. Roki datang ke belakang,”Kalian tadi dari belakang apa terjadi sesuatu.”
“Memang ada tapi untuk sekarang kita keluar dulu dari ruang bawah tanah dulu,”kata Kokoro.”Tunggu dulu bagaimana dengan bayinya jika kita keluar,”ucap Sita.
__ADS_1
“Mereka akan baik-baik saja, jangan khawatir mereka tidak akan terluka,”kata Kyoshi yang tiba-tiba berjalan kilat petir untuk memantau jalur yang akan dilewati.
Roki merasa kalau Kokoro dan Kyoshi menyembunyikan sesuatu hanya bisa berkata,”Untuk sementara kita keluar dulu jika ada kesempatan kita masuk lagi ke dalam ruang bawah tanah.”