Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Bencana Dunia


__ADS_3

Martin keluar dari gua hitam dengan suasana yang tidak bisa dia bayangkan karena tercium bau darah darai berbagai wilayah. Yang membuat dia khawatir dengan rekan dan keluarganya,”Apa mereka baik-baik saja.” sampai didepan pintu gua dia mendapatkan kalau ada hawa musuh yang mendekat tidak hanya satu tapi lebih.”Siapa yang datang ke pulau?,”ucap Martin yang masih santai berjalan menuju vila yang ada di tengah pulau.


Angin yang kencang mambawa pesan darI Morgan yang menanyakan apa kamu sudah kembali. Martin yang menerima pesan memberitahukan kalau dia sudah kembali dan sekarang ada di pulau Hantu. “Bagaimana kondisi garis depan,”kata Martin yang mencari informasi.”Leo dan Ying yang ada digaris depan untuk Andre tidak kelihatan wujudnya,”kata Morgan.”Urus saja Leo dan Ying, untuk Andre sudah tewas tinggal menuggu dia yang tidak terlihat keluar darai sarang,”kata Martin yang memutuskan telepati karena hawa kehadiran musuh semakin dekat.


“Kenapa dia memutuskan hubungan,”ucap Morgan.”Ada apa?,”kata Mark yang ada dibelakang punggungnya.”Martin telah kembali sekarang dia ada di pulau hantu. Kabar lainya Andre sudah tewas,”ucap Morgan menjelaskan. “Bukannya itu bagus musuh berkurang satu lagi,”kata Mark.


“Apa yang kamu katakan ada benarnya. Tapi apa kamu merasa tidak ada yang aneh dengan kondisi ini,”ucap Morgan yang merasa ada keganjilan dalam bencana dunia hari itu.”Itu hanya perasaan kamu saja. Urus saja yang ada didepan kamu jangan sampai lengah,”kata Mark yang sedang berhadapan dengan musuh bersama dengan Morgan digaris depan.


Martin yang mendapatkan tamu menyambut dengan senang hati. Serangga yang berkumpul menjadi satu kawanan masuk ke dalam pulau Hantu yang sedang dijaga oleh Rong Shi dan Ling Yong. Martin yang masih dalam tengah hutan disambut oleh musuh yang sedang meloloskan diri dari kejaran dan bertemu dengan Martin.”Siapa ini yang datang ke rumah tapi tidak diundang,”ucap Martin yang berjalan dalam kerumunan serangga. Mereka yang sedang sembunyi dikejutkan oleh Martin yang sudah menyamar.”Kamu siapa?,”ucap penyusup.


“Seharusnya aku yang bertanya siapa kalian datang ke pulauku. Apa kalian anak buah Andre,”ucap Martin yang masih santai berjalan menuju mereka semua. “Habisi dia,”ucap ketua penyusup yang merasakan kalau orang yang didepan mereka adalah musuh.”Tapi sangat disayangkan kalian bertemu dengan diriku yang ingin menuju rumah,”ucap Martin yang mulai memberikan serangan fatal kepada musuh dengan satu langka dia berjalan. Semua musuh di depan dia sudah jatuh dan tidak berdaya.”Kasian sekali kalian bertemu denganku,”ucap Martin yang masih berjalan menuju vila.

__ADS_1


Di perjalan menuju vila dia selalu bertemu dengan musuh dan penyusup ke pulau hantu.”Dimana Rong Shi dan Ling Yong, bukannya mereka yang berjaga tempat ini. Tapi kenapa mereka melewatkan begitu banyak anak buah yang lolos. Apa terjadi sesuatu?,”kata Martin yang sudah di depan Vila.


“Siapa di sana,”ucap Moza. Moza keluar bersama Soman yang merupakan rekan kerja bersama.”Bos sudah kembali,”kata Moza.”Bagaimana perkembangannya,”kata Martin yang masuk ke dalam.”Untuk sekarang pihak Laut Merah mengalami setengah kegelapan karena perubahan rencana,”kata Moza.”Perubahan rencana apa maksudnya,”kata Martin yang sedang memahami situasi yang ada.”Mitra sekarang ada di belakang garis depan, Mark dan Morgan di garis depan, Lili sedang  di negara J, Rong Shi dan Ling Yong berjaga di depan untuk bertahan. Itu rencana yang barus aja dibuat awalnya Mitra, Morgan dan Mark ada digaris depan. Karena ada masalah di pulau yang sudah dijajah oleh kita mengalami penyerangan oleh Organisasi yang tidak dikenal. Oleh karena itu, Mitra mundur untuk membantu yang ada di pulau jajahan,”kata Moza menjelaskan.


“Jadi seperti itu. Dimana Rong Shi dan Ling Yong sekarang,”kata Martin yang membuka lemari mencari baju.”Mereka berdua ada di depan pulau hantu,”kata Soman.”Jika merek ada di depan pulau kenapa banyak sekali penyusup yang masuk ke pulau jika mereka berdua ada didepan. Apa yang terjadi dan siapa musuh mereka berdua,”kata Martin yang mengganti pakaian.


“Mereka berdua berhadapan dengan Lin,”ucap Moza.”Lin kata kamu,”ucap Martin yang menoleh ke arah mereka berdua.”Itu benar Bos,”ucap Soman.”Pantas saja banyak musuh yang loloskan diri,”kata Martin.


“Sampai kapan kalian bisa bertahan,”ucap Lin yang masih memiliki tenaga untuk bertarung. Rong Shi dan Ling Yong yang sudah menggunakan setengah dari kemampuannya masih belum mendapatkan cara untuk mengalahkan Lin yang merupakan anggota khusus dari Organisasi Rose Black.


“Apa kalian ingin menyerah,”ucap Martin yang melihat mereka berdua dari jauh. Rong Shi dan Ling Yong melihat sekilas dan mendapatkan serangan mendadak oleh Lin yang tidak kenal lelah yang akan terus menyerang lawan dalam keadaan apapun itu untuk mengalahkan musuh di depannya. Tapi Rong Shi yang masih bisa bertahan dari serangannya saat dia melihat Bos mereka sudah kembali. Membuat kedua anggotanya semangat kebali karena cahaya harapan mereka sudah kembali.

__ADS_1


“Cepat selesaikan jangan berlama-lama dan jangan lupa bereskan yang di dalam pulau ada tikus yang meloloskan diri,”kata Martin yang kembali pergi ke garis depan.”Siap Bos,”ucap mereka berdua dengan semangat yang sudah diisi ulang.


Martin yang ingin pergi di hadang oleh Lin,”Kamu mau kemana terburu-buru.” Ling Yong yang menyadarinya langsung pergi dihadapan Martin menghadang musuh didepanya.”Seharusnya aku yang bertanya. Kemana kamu ingin pergi,”ucap Ling Yong yang di susul oleh Rong Shi dibelakang Lin.”Jangan berharap bisa kabur,”ucap Rong Shi.


“Aku rasa musuh yang harus kamu hadapi adalah mereka berdua bukan diriku.... Aku pergi dulu ya,”ucap Martin yang menggunakan teleportasi dimensi. Sampai di tempat yang sudah jauh dia melepaskan teleportasi dimensi dan menikmati perjalanan dengan santai sambil melihat kondisi sekitar. Martin yang peka dengan bencana dunia merasakan ada keanehan yang tidak biasanya. “Apa mereka akan muncul lagi,”ucap Martin yang tiba-tiba merasakan hawa keberadaan musuh yang datang dengan cepat.


“Kamu mau pergi kemana,”ucap musuh yang sudah dibelakang Martin. Martin hanya tersenyum,”Tidak aku sangka kamu akan keluar dari tempat persembunyian kamu.” Martin menoleh ke belakang dengan santai dan waspada.”Aku tidak sangka akan bertemu dengan kamu dengan cepat. Tapi kenapa kamu baru muncul sekarang,”ucap Musuh lama kembali.”Apa kamu mencariku,”kata Martin dengan santai di depan wajahnya.


“Jika iya akankah kamu memberikan aku ciuman hangat,”kata musuh.”Boleh tapi.... Siapa kamu?,”ucap Martin yang lupa nama musuhnya.”Apa?,”kata musuh lama.”Ini aku.. apa kamu tidak ingat musuh lama kamu,”ucap Musuh lama.


“Aku ingat punya musuh tapi aku lupa nama kamu karena banyak sekali musuh yang ingin aku bunuh,”kata Martin yang masih santai dan bercanda.”Tidak aku sangka ketua Organisasi Laut Merah orangnya sudah pikun,”ucap Musuh.”

__ADS_1


“Dia Rangga... Apa kamu masih tidak ingat,”ucap musuh di dekat mereka berdua.”Siapa di sana,”kata Rangga.


__ADS_2