Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Setelah Pembatalan 3


__ADS_3

Setelah malam itu Roki selalu meningkatkan penjagaan di vila dan rumah baru yang dia bangun agar tidka diganggu oleh paman mereka. Hari yang di tunggu sudah datang dimana Roki, Kakek dan Yamato untuk menghadiri pesta ulang tahun putra keluarga Koto. Setalah semua dipersiapkan mereka bertiga berangkat menuju kelurga Koti yang ada di Negara I.


Kim dan Surya yang tidak ikut tetap tinggal di vila untuk memantau kondisi sekitar. Setelah kepergian mereka bertiga kedua orang yang tinggal di vila melihat apa ada yang bisa dikerjakan samapai Surya masuk ke dalam.


“Kenapa kamu?,”kata Kim.”Lagi males,”ucap Surya.”Apa ada perkembangan soal pulau,”kata Kim.”Untuk sekarang mereka dalam masa pembangunan dan bertanam, tidak hanya itu saja ruang bawah tanah juga sudah bisa beroperasi dengan anggota yang sudah di pilih oleh tuan,”kata Surya.


“Kamu mau kemana,”kata Surya yang melihat Kim berjalan masuk dan menjauh.”Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan,”kata Kim.


Di tempat lain Roki dan kakek berserta Yamato yang pergi keluarga Koto sudah menaiki pesawar pribadi untuk pergi ke negara I.


“Apa bisnis yang kamu jalankan berjalan lancar,”kata kakek. “Untuk sekarang bisnis berjalan lancar dan tingkat saham juga sudha naik. Kita bisa membuat keluarga dan nama baru untuk kakek jika mau,”kata Roki.


“Apa kamu mau memindahkan makan kedua orang tua kamu,”kata Kakek.”Untuk sekarang masih belum bisa kek, tempatnya masih dibawah pengawasan kelurga Brata atau paman,”kata Roki yang melihat keluar jendela pesawat.


“Jika semua sudah selesai, kita bisa memindahkan mereka berdua ke tempat yang baru,”kata Roki. “Ini salah kakek yang tidak bisa menjaga ayak dan ibu kamu dengan baik,”kata Kakek yang sedih.”Untuk apa mengingat masa lalu yang menyedihkan jika kita bisa tetep maju ke depan mengubahnya,”kata Roki sambil tersenyum kepada kakeknya.


Di perjalan menuju negara I Roki yang membaca data terbaru yang di kirim oleh Citra di pulau dan dan data perusahaanterakhir kalinya. Yamato yang menyiapkan makan untuk tuan besar melihat tuan muda yang sedang sibuk dengan tablet datanya.


Perjalanan yang tenang tanpa ada gangguan samapi pesawat mendarat dengan aman mereka keluar darai pesawat dan sudah disambut oleh bawahan mereka yang sudah ada di negara I.”Tuan anda sudah sampai,”kata penjaga.

__ADS_1


“Apa terjadi sesuatu saat aku tidak ada,”kata Roki. “Tidak ada tuan untuk sekarang semua berjalan lancar tanpa ada hambatan,”kata penjaga yang sudah membukakan pintu.


Di dalam mobil mereka menuju hotel Prima untuk isrirahat sampai acara dimulai dan selesai. Perjalan menuju hotel Prima yang membutuhkan waktu satu jam perjalanan jika tidak ada masalah. Tapi jika di tengah perjalan ada yang menghalangi mereka butuh waktu dua jam sampai ke tempat tujuan.


Roki yang merasa nyaman dengan suasana negara I  sampai mereka sampai di tempat tujuan tanpa ada halangan. Kim yang sudah mengurus semua persyaratan membawa kedua tuan pergi ke kamar mereka untuk beristirahat. Karena acara diselenggarakan pada malam hari di keluarga Koto.


Keluarga yang sangat berpengaruh dan berjaya dan tidak ada yang berani melawan keluarga Koto sampai sekarang.


Malam yang indah dengan cahaya lampu yang menyinari jalan dengan bangunan yang tinggi yang menjuang ke langit dengan cahayanya. Malam dimana mereka akan pergi ke keluarga Koto untuk merayakan ulang tahun putra Firman.


Sampai di keluarga Koto mereka disambut dengan baik  dengan tamu yang diundang dikalangan atas. Yamato yang menujukan arah menuju ke tempat Firman. Sampai di depan keluarga Koto mereka berdua saling berkenal satu sama lain.”Selamat ulang tahun,”ucap Roki kepada putra Firman.


“Terima kasih kak,”kata Putra Firman. “Kamu datang,”ucap Fira yang sangat canti dan anggun pada malam itu. Roki yang melihat terpanah dengan pesona yang diberikan oleh Fira sampai dia lupa tujuan utamanya untuk meminja desainer interior untuk membuat banguan dibelakang vilanta.


“Aku akan menemuai tamu yang lain,”ucap Fira yang menghindar dari suasana yang ada. Roki yang melihat Fira pergi hanya bisa menatap dia sampai Firman datang dan menepuk punggung Roki.


“Apa kamu tertarik dengan putri saya Roki,”ucap Firman. Roki menoleh kearah samping dimana Firman berdiri ayah Fira. “Tua bisa saja, saya kesini juga ingin meminta tolong kepada anda,”kata Roki.


“Minta tolong apa,”ucap Firman.”Aku ingin meminjam salah satau orang desainer anda untuk membuatkan rumah utama yang ada dibelakang vila saya untuk kakek saya,”kata Roki.

__ADS_1


“Apa hanya itu saja yang ingin kamu katakan tidak ada yang lain,”ucap Firman. smapai Putranya berkata,”Ayah jangan membuat tamu kita pergi karena ayah menekannya lagi ya.” Firman hanya tersenyum mendengar ucapan anaknya.


Firman yang menerima permintaan Roki mengajak mereka berdua untuk saling bersulang di acara pesta malam itu sampai kejadian itu datang secara tiba-tiba. Aura yang membuat semua orang jatuh ke lantai satu persatu karena tekanan yang diberikan.


Firman berjalan ke depan dan berkata,”Untu apa anda datang seingat saya anda tidak saya berikan undangan masuk ke dalam keluarga Koto.” Mereka hanya tertawa,”Untuk apa undangan itu jika sebentar lagi kalian akan hancur.”


“Siapa kalian,”kata Koto dari atas lantai dua dengan tatapan tajam dan dingin. “Tidak aku sangka tuan dari keluarga Koto sudah sampai batas dimana mereka tidak bisa membayar utang,”ucap mereka yang datang.


“Apa yang kamu maksudkan utang ini,”kata Kyoshi dari belakang mereka. Mereka menoleh dan melihat ke arah Kyoshi yang baru saja datang sambil mengambil lembaran dari tangan Kyoshi.


“Bisa tidak kamu agak lembut mengambilnya,”kata Kyoshi yang berjalan ke arah pamannya Firman. Paman Firman melihat ke arah Kyoshi smabil berbisik,”Apa yang kamu berikan kepada orang itu?.”


“Data utang yang sudah lunas,”ucap Kyoshi.”Siapa yang berutang pasti itu kamu,”kata Firman yang salah paham.”Siapa juga yang utang,”kata Kyoshi.


“Ini bagaimana mungkin bisa lulus begitu saja,”kata mereka.”Apa masih kurang, jika masih kurang aku berikan satu hadiah lagi untuk anda,”kata Kyoshi yang tersenyum licik.


“Apa dengan ini kamu bisa senang jangan berharap timggi dengan kamu bisa melunasi utangnya,”kata mereka. “Aku juga ingin bilang jangan berharap kalian bisa keluar hidup-hidup darai keluarga Koto dengan utuh”ucap Fira darai jauh dengan tatapan tajam dan dingin.


“Gadis cantik sebaiknya kamu diam saja,”kata mereka. Fira mengangkat tangan satunya dan berkata,”Bunuh mereka dan persembahkan tubuh mereka untuk peliharaan keluarga Koto yang ada dibelakang bukit Zaiman.” Tiba-tiba datang para pembela dengan baju hitam dengan cepat membunuh mereka dengan satu serangan.

__ADS_1


Suasana menjadi tegang sampai Putra Firman berkata,”Maaf kepada para tamu undangan yang datang karena hadiah yang datang tidak diundang membuat hati kalian menjadi tidak enak. Saya selalu putra Firman meminta maaf kepada para tamu yang hadir.”


Suasana menjadi tenang dengan kata yang diberikan oleh Putra Firman dihadapan para tamu. Setelah semua di bersihkan Firman berkata kepda Kyoshi,”Siapa mereka?.”


__ADS_2