
Malam yang panjang mereka saling berbicara sampai sekertaris Kim datang membawa tiga orang yang akan masuk ke dalam tim yang dia buat. “Tuan mereka ada diluar,”kata sekertaris Kim. Roki berdiri dan berjalan menuju keluar vila sedangkan Morgan dan Kyoshi yang masih duduk hanya melihat Roki keluar dari ruangan. Tidak lama Roki keluar Ibu Roki berkata,”Siapa yang telah membunuh sahabatku?.”
Morgan menatap Ibu Roki dan berkata,”Dia dari Organisasi kegelapan cahaya.” Ibu Roki dan ayahnaya terdiam setelah mendengarnya.”Ayah kamu dimana?,”ucap Ayah Roki.”Beliau sudah meninggal saat aku berusia 11 tahun di pulau bertepatan dengan Ibu dan adikku yang ada dalam kandungan di bawa pergi untuk pelindungan dari luar pulau,”kata Morgan.
“Seberapa banyak mereka membenci kalian dari dunia lain,”kata Ibu Roki. Tiba-tiba Kyoshi dan kedua kakaknya berdiri di depan Morgan dan menodong senjata dihadapan kedua orang tua Roki. Morgan yang merasa terkejut berdiri,”Berhenti.”
“Untuk apa berhenti jika mereka sudah tahu semuanya ini akan membahayakan anda dan adik anda yang sedang ada dipulau,”kata Kyoshi. Saat yang bersamaan anggota khusus yang juga sedang berjaga juga menodong senjata dihadapan mereka yang ingin melukai tuannya.
“Aku tahu kalian bertiga adalah penjaga. Kami tidak ada keinginan untuk memiliki pulau kalian karena aku adalah sahabat ibu kamu,”ucap Ibu Roki. “Turunkan senjata kalian,”kata Morgan.
“Kami akan menurunkannya tapi jawab dulu pertanyaan kamu. Sejauh mana kalian mengenal tuan kami yang sudah tidak ada?,”kata Kyoshi.
“Bukannya sudah aku bilang kalau aku adalah sahabat dari nyoya kalian. Aku tidak ada keingian melawan kalian, aku ingin membantu kalian jika kami bisa,”kata Ayah Roki. Morgan yang tidak bisa menghentikan mereka bertiga hanya bisa menuggu sampai semua kembali ke awal dengan tenang. Kyoshi yang menyimpan senjatanya dan sedangkan kedua kakaknya yang masih menodong tidak bisa menyimpan senjatanya untuk saat ini. karena mereka berdua merasakan aura yang tidak bisaa dari kedua orang dihadapannya.
“Kenapa mereka berdua tidak menyimpan senjatanya,”ucap Morgan yang melihat ke arah Kyoshi.”Karena mereka menemukan kejanggalan yang tidak bisa mereka terima dari kata yang mereka ucapkan,”kata Kyoshi menjelaskan.
Helaan nafas darai kedua orang tua Roki yang berdiri dan berkata,”Kalian ingin melawan dewa ternyata.” Koto dan Kokoro yang tersenyum berkata,”Dewa yang kamu maksudkan dewa kegelapan atau dewa cahaya yang ingin menghancurkan dunia dan membuat retakan dimensi.”
__ADS_1
“Bunuh mereka,”kata Ayah Roki yang kemudian terhenti saat Roki datang kembali ke ruangan dan suasana kembali hening dengan mereka kembali ke tempat mereka duduk seperti tidak terjadi apa-apa.
“Apa yang kalian bicarakan?,”ucap Roki yang menghampiri mereka. “Kami hanya saliang mengenal satu sama lain bukannya dia adalah kakak dari Martin,”ucap Ibunya.
“Itu benar,”ucap Morgan. Roki yang merasa ada yang aneh dengan sikap mereka membuat dia berpikir,”Pembohong yang saling menyembunyikan identitas.” Roki kembali duduk dan membawa tiga orang bersamanya.”Siapa dia nak,”ucap Ibu.
“Mereka adalah tiga orang yang baru saja aku pilih, tidak masalahkan,”kata Roki dengan santai. “Apa kamu ingin membawa mereka bertiga untuk ke pulau tidak penghuni,”ucap Morgan.”Iya, tidak apa-apakan,”kata Roki dengan lembut.
“Aku tidak masalah karena ini adalah rencana kamu,”kata Morgan. Selesai pembicaraan Morgan dan Kyoshi bersama dengan kedua kakaknya pamit untuk pulang ke hotel setelah semua rencana sudah di sampaikan untuk pergi ke pulau tidak penghuni.
“Ayah ibu aku harus pergi sekarang, lain kali aku akan datang lagi ke rumah,”kata Roki yang berdiri.”Jaga dirimu jangan sampai kamu terluka,”kata Ibunya. “Aku mengerti,”kata Roki yang tersenyum. Roki keluar dari vila dan menuju mobil yang terparkir. Sekertaris Kim yang sudah ada dalam mobil siap untuk pergi dari vila.
Di tengah perjalan menuju keluar wilayah vila Roki melihat hawa yang tidak seharusnya dia rasakan seperti bau darah. Karena dia merasa penasaran saat sudah jauh dari vila dan keluar dari wilayah vila.”Berhenti disini,”ucap Roki. Sekertaris hanya menuruti keinginan tuannya tanpa berkata apa-apa. “Kamu tetap di sini, aku tidak akan lama. Jangan siapapun mengetahui kalau kamu ada di sini bersembunyilah jika urusanku sudah selesai aku akan menghubungimu,”kata Roki yang membuka pintu mobil.
Roki yang keluar dari mobil dan berjalan masuk menuju hutan dengan kemampuan yang dia miliki dia bisa mempercepat langkah yang dia miliki dan menuju ke tempat yang membuat dia sangat penasaran dimana dia mencium bau darah.
Roki yang menyusuri hutan dimana dia merasakan hawa pembunuh tersebut tiba-tiba dia mendengar suara teriakan yang mengatakan,”Jangan bunuh anakku.” Dan suara itu tidak asing bagi Roki seperti dia mengenal suara itu. karena ingin tahu siapa suara itu Roki melihat dimana asal suara.
__ADS_1
Dia terkejut dengan apa yang dia lihat kalua dia melihat kedua orang tuanya ada dua. Tapi anehnya satu diantara mereka sedang terluka. Roki yang menahan untuk tidak keluar mengamati apa yang sedang terjadi. Sampai dia melihat perubahan dari salah satu dari mereka yang Roki tidak kenal, hingga ssatu dari mereka menebas ayah dan ibu Roki. Roki yang ingin keluar dihadang oleh perisai penghalang membuat dia tidak bisa masuk dan hanya bisa melihat kedua orang tuanya yang asli di bunuh oleh seorang yang menyamar.
Setelah orang palsu itu pergi dengan menyamar menjadi kedua orang tuanya Roki berjalan menuju ke ayah dan ibunya yang sudah tewas dengan genangan darah disekitarnya. Roki yang menagis ingin membalas dendam kepada mereka tapi tiba-tiba dia mendengar suara lankah kaki. Yang membuat dia menoleh ke belakang dan melihat Kokoro dan Koto di belakangnya.
“Perlu aku bantu untuk menguburkan mereka,”ucap Koto.” Roki yang kembali melihat ke arah ayah dan ibunya yang sudah tidak berdaya.”Kenapa kalian meninggalkanku,”ucap Roki sambil menangis. “Apa kamu sudah tahu siapa yang melakukannya,”kata Koto.
Roki hanya terdiam hanya bisa memeluk ayah dan ibunya yang sudah pergi meninggalkan Roki.”Kemana aku harus pergi sekarang setelah ayah dan ibu tidak ada. Sementara mereka yang telah menjadi kedua orang tua palsunya pasti sangat bahagia menguasi vila ini dan anggota yang ada tapi untuk apa mereka melakukannya siapa dibalik semua ini. Aku harus mengetahuinya, aku harus berpura-pura tidak tahu agar aku bisa mengetaui siapa mereka. Aku akan balas dendam,”ucap hati Roki yang penuh dengan kesedihan dan rasa dendam.
Sampai Kokoro menepuk Roki,”Kamu baik-baik saja?.” Roki melihat kebelakang dengan paksaan dia tersenyum,”Aku tidak apa-apa. Untuk apa kalian datang ke sini lagi.”
Koto yang memandang ayah dan ibu Roki berjalan mendekat dan menutup mata mereka berdua yang masih terbuka.”Semoga anda bisa tenang,”ucap Koto.
“Kita harus menguburkan mereka bukan,”kata Koto yang penuh duka dimatanya. Roki hanya menganggukan kepalanya karena semua yang dia lihat tidak bisa dia percayai. Beberapa jam telah berlalu mereka bertiga sudah menguburkan kedua orang tua Roki setelah selesai Kokoro dan Koto pergi setelah Roki beranjak pergi dari gundukan tanah dimana ayah ibu Roki dikupur.
Roki yang berjalan menuju jalan dan menghubungi sekertaris Kim setelah dia membersihkan dirinya darai noda darah ayah dan ibu. Setelah menuggu lama sekertaris Kim datang menjemput Roki masuk ke dalam mobi dan melaju menuju vilanya sendiri. Kokoro dan Koto yang mengawasi Roki dari jauh hanya bisa memandang kesedihan yang dia.”Perlu kita bereskan orang itu,”kata Koto.
“Tidak mereka sangat kuat di tambah lagi mereka adalah darai orang Organisasi kegelapan jiwa,”kata Kokoro. “Untuk apa mereka membunuh kedua orang tua Roki siapa yang menyuruh mereka,”kata Koto. “Ini masih menjadi tanda tanya kita, untuk sementara kita awasi saya pergerakan mereka,”kata Kokoro.
__ADS_1