Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pulau Sun Antrika


__ADS_3

Pulau yang dengan tingkat kesulitan menengah dengan sumber daya kehidupan terbatas. Karena berlokasi di laut terdalam dengan iklim panas. Pulau ini juga sangat sulit untuk di tembus oleh beberapa orang karena tidak sesuai dengan formasi yang sudah di pasang di sekitar pulau. Sudah banyak orang yang masuk ke dalam pulau tapi mereka selalu terpental karean tidak memiliki hati yang bersih. Morgan yang sudah tahu semuanya kembali ke dunia nyawa.”Apa kamu sudah menemukannya?,”kata Zen.


“Ada hanya saja ada di pulau Sun Antrika tanaman yang sejenis untuk bisa mengobati racun ulat hitam Kuno,”kata Morgan setelah membuka mata. “Apa nama obatnya?,”kata Zen. “Rumput cahaya Surga,”kata Morgan.


“Apa kamu yakin dengan tanaman ini bisa menyelamatkan meraka bertiga,”kata Zen. “Ya taman ini bisa menyembuhkan mereka bertiga. Kita berangkat sekarang,”kata Morgan.


“Bram kamu jaga pulau untuk sekarang, aku ada urusan mencari obat penawar ulat hitam kuno,”kata Morgan. “Saya mengerti tuan, tapi dimana adik anda sekarang. Apa yang terjadi dengan Martin?,”kata Bram.


Morgan hanya terdiam sampai di depan pintu ruang rahasia baru berkata,” Martin sekarang dalam perawatan karena terkena racun ulat hitam kuno.”


“Bagaimana adik ada bisa mendapatkan racun yang berbahaya tersebut,”kata Bram yang tidak percaya.”Aku tahu apa yang kamu khawatirkan, tapi saat di kediaman Brata Martin di serang oleh Organisasi Kegelapan Jiwa yang berasal dari penelitian. Racun itu juga terjadi karena hasil penelitian mereka. Untuk bisa menyelamatkan Martin aku harus mecari obat penawar dari ulat hitam kuno,”kata Morgan.


“Rumput cahaya Surga sama dengan air bunga kristal biru memiliki khasiat yang sama,”kata Morgan.Zen yang sudah di luar ruangan mendapatkan pesan masuk dari Bunga yang menayakan apa sudah menemukan obat penawarnya. Zen membalas pesan Bunga yang juga mengatakan kalau ada obat yang sama khasiatnya sama dengan air bunga kristal biru yaitu rumput cahaya surga.


Bunga yang mendapatkan kabar baik itu memberitahukan kepada Koto yang dalam pulau penelitian milik keluarga Koto.”Koto ada kabar baik,”ucap Bunga. Koto yang sedang meneliti tanaman sambil berkata,”Kabar baik apa?.”


“Rumput cahaya surga bisa menawar racun ulat hitam kuno. Apa kamu memilikinya?,”kata Bunga dalam telepon. “Tamanan itu sangat sulit di dapatkan hanya ada di pulau sun antrika. Apa kamu yakin dengan rumput cahaya surga bisa menyelamatkan mereka bertiga,”kata Koto.

__ADS_1


“Kata Zen iya, informais dari Morgan,”kata Bunga.”Jika seperti itu aku akan menyuruh anak buahku untuk pergi ke pulaun sun antrika,”kata Koto yang memutuskan teleponnya.


Zen yang keluar dari tempat penelitian menyuruh anak buahnya untuk pergi ke pulau sun antrika untuk mendapatkan rumput cahaya surga. Setelah menyampaikan pesan Koto kembali ke dalam ruangan untuk melanjutkan penelitiannya jika Morgan dan anak buahnya tidak bisa mendapatkan rumput cahaya surga.


Morgan dan Zen yang sudah siap berangkat menuju pulau sun antrika mendapatkan pesan singkat dari Koto kalau dia juga menyuruh anak buahnya untuk pergi ke pulau sun antrika untuk mendapatkan rumput cahaya surga. Perjalan ke pulau sun antrika berlangsung satu hari karena mereka berdua menggunakan peringan tubuh untuk sampai ke pulau. Anak buah Koto yang sudah sampai sedang mencoba masuk tapi satu persatu dari mereka terpental saat hendak masuk atau hanya menyentuh sedikit formasi penghalang pulau.


“Bagaimana kita akan masuk?,”kata Zen.”Aku sedang berfikir,”kata Morgan. Setelah beberapa menit berlalu Morgan berpikir dia sudah menemukan cara hanya saja belum pasti rencananya berhasil atau tidak. “Apa kamu sudah menemukannya?,”kata Zen.


“Sudah hanya saja, aku tidak tahu bisa berhasil atau tidak,”kata Morgan yang berjalan ke belakang Zen.”Apa maksud kamu bisa atau tidak,”kata Zen yang menoleh. Tapi tiba-tiba dari belakang Morgan yang sudah pada posisisi hanya mengatakan beberapa kalimat saja.”Kosongkan pikiran kamu,”kata Morgan yang kemudian menarik tangan Zen yang melemparkannya ke dalam pulau dengan cepat.


Zen yang tidak menyadari kalau Morgan akan melempar dia hanya bisa berteriak dan melihat ke depan dimana formasi penghalang di depannya. Dia yang ingin berhenti tapi tidak bisa karena lemparan Morgan yang sangat kecang. Karena dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia hanya menutup matanya dan terjatuh di tanah dengan keras.


“Kamu ada di dalam pulau, kamu tidak apa-apa,”kata Morgan yang sudah ada dibelakangnya.


“Apa, bagaimana bisa?,”kata Zen.”Itu karena aku lempar kamu dengan ada tekanan kamu takut dan tidak memikirkan apa-apa kamu masuklah ke tempat ini. Maaf melemparkamu,”kata Morgan yang berjalan ke depan.


“Ok aku akan memaafkan kamu, karena kita sudah ada di dalam pulau kita harus segera mencari rumput cahaya surga,”kata Zen. Mereka berdua yang sudah masuk ke dalam pulau mencari rumput cahaya surga yang berlokasi di tengah danau di pulau sun antrika. Di perjalanan menuju danau mereka tidak menemukan bahaya yang datang melainkan ke tenangan yang ada.

__ADS_1


“Tempat ini bagus untuk memulihkan diri,”kata Zen.”Apa yang kamu katakan memang benar hanya saja sulit untuk di masuki,”kata Morgan. Sampai di lokasi danau yang ada di pulau Zen dan Morgan mencari rumput cahaya surga secara berpisah agar cepat di temukan.


Zen dan Morgan yang berpencar mencarai rumput cahaya surga sampai keduanya saling melihat ke bawah di dekat danau. Kemudian mereka saling menatap satu sama lain dan menunjuk ke arah yang sama.”Itu bukan tanamannya,”ucap Zen.


“Iya itu tamanannya kita pergi ke sana dan mengambinya secukupnya saja,”kata Morgan yang berjalan ke tepi danau. Sampai di tepi danau keduanya mengambil rumput cahaya surga  yang ada di depan matanya.”Ini sudah cukup bukan,”kata Zen.”Sudah,”kata Morgan yang juga mengambil tiga botol kecil air danau untuk berjaga-jaga.


“Untuka apa kamu mengambilnya air danau itu,”kata Zen yang sudah berdiri. “Untuk jaga-jaga jika kita memperluhkan tambahan air danau ini,”ucap Morgan dengan santai. Selesai mencari obat pelengkap di pulau sun antrika mereka berdua keluar dengan mudah.


Melihat keluar pulau anak buah Koto yang juga menuggu mereka berdua.”Maaf tuan Morgan apa anda mendapatkan rumput cahaya surga,”kata bawahan Koto.


“Kami sudah menemukannya, kita segera pergi ke pulau obat sekarang,”kata Zen.


Di perjalanan menuju pulau obat mereka berdua berpapasang dengan Koto.”Apa kamu menemukannya?,”kata Koto.


“Kami sudah menemukannya, hanya saja kita tidak tahu bagaimana menggunakannya,”kata Zen.”Dimana Morgan,”kata Koto yang melihat sekelilingnya.


“Dia ada di atas sana  sedang di lautan jiwa,”kata Zen. “Untuk sementara biarkan dulu,”kata Koto. Satu hari telah berlalu mereka yang sudah sampai di pulau Obat menuju rumah sakit di pulau obat dimana mereka bertiga di rawat oleh Bunga.

__ADS_1


Zen, Morgan dan Koto yang berjalan bersama menuju ruang dimana mereka di rawat bertemu dengan Bunga yang sedang sibuk memeriksa kondisi ketiga pasiennya. Tidak lama mereka sampai izam datang bersama dengan kedua rekannya. Bunga keluar darai ruangan dan menghampiri Morgan.”Apa kamu mendapatkanya?,”kata Bunga. Zen yang memberikan rumput cahaya surga bersama dengan air danau pulau sun antrika. “Ini catatan buku yang aku baca, semoga bisa membuat obat penawarnya,”kata Morgan yang memeberikan dua buku yang terkait racun ulat hitan kuno dan rumput cahaya surga.


“Kamu tidak usah khawatir aku akan membuat obatnya sekarang,”kaa Bunga yang menuju ruang penelitian bersama dengan Koto. Putra yang sudah datang menggantikan Bunga memantau ketiga pasien.


__ADS_2