
Surya yang mengikuti Ali dan Alex dari belakang sampai di tengah hutan mereka berhenti.”Kenapa kamu mengikuti kami berdua,”kata Alex. Surya yang sudah ketahuan hanya bisa berjalan menuju mereka berdua dengan tangan dibelakang kepalanya.”Tidak aku sangka setelah kalian menjadi manusia biasa masih peka saja dengan kehadiran sekitarnya,”kata Surya.
“Untuk apa kamu kesini,”ucap Ali.”Kenapa tidak boleh gabung aku,”kata Surya yang menghampiri dan merangkul keduanya. Ali dan Alex yang merasa tidak nyaman melepaskan rangkulannya dan mencari tempat untuk beristirahat.”Apa yang ingin kamu lakukan,”kata Alex.
“Aku hanya penasaran dengan apa yang kamu katakan tadi,”kata Surya. Mereka berdua saling melihat sampaI Surya duduk di tengah mereka.”Kenapa kamu disini,”kata Ali.”Kenapa tidak boleh,”ucap Surya yang hendak memeluk Ali tapi Alex yang ada disampingnya menghentikannya.
“Pergi sana,”ucap Alex yang mendorong Surya.”Kenapa aku hanya ingin memeluk mantan kekasihku saja apa tidak boleh,”ucap Surya yang datang lagi disamping Ali.
Ali hanya menghela nafas dan melihat kearah langit yang kemudian dia menutup matanya kerena sudah kelelahan. Mereka berdua hanya melihat Ali tertidur sampai mereka berdua juga ikut memulihkan tenaga sampai hari berikutnya.
Sedangkan di tempat lain Mitra yang juga merasakan kehadiran Martin dari luar gua merasa kalau dirinya ingin melakukan tindakan ini sendiri. Mitra yang sudah mengumpulkan tenaga berjalan masuk ke dalam gua putih untuk mencari tahu apa yang dia bisa dapatkan untuk bertahan di dalam gua. “Kamu mau kemana,”ucap Tao.”Mencari sesuatu yang bisa digunakan selama kita di dalam gua,”kata Mitra.
__ADS_1
Mitra yang masuk kedalam gua, tidak lama kemudian dia terhenti dan meneteskan air mata. Tao yang mengikutinya dari jauh melihat Mitra yang sedang menangis.Tidak tahu harus bagaimana Tao hanya bisa melihat Mitra dari jauh sampai dia bisa tenang. Mitra yang sedang menangis memanggil nama,”Martin...Martin... kenapa kamu melakukannya. Aku mohon kamu jangan pergi lagi.”
Tao yang mendengar berpikir,”Apa yang sebenarnya terjadi dengan pimpinan Organisasi Laut Merah. Tidak biasanya Mitra menangis seperti itu kecuali kepergian seorang yang berharga.”
Tao yang masih berpikir apa yang terjadi tidak bisa menemukan apa-apa sampai dia mendengar kata dari Mitra yang terdengar tidak jelas.”Martin kamu bodoh kenapa kamu menyelamatkan orang lain dari pada kamu sendiri,”ucap suara kecil Mitra yang kemudian menangis sejadinya.
Morgan yang sedang mengamati Martin merasa ada sesuatu yang aneh dengan sikap yang diberikan oleh Martin. Hingga Martin melihat ke cermin sambil tersenyum dan berkata dengan suara kecil,”Jaga keluargaku sampai aku datang untuk beberapa tahun kemudian.” Yang tiba-tiba gelombang jiwa yang sangat besar datang yang membuat Morgan yang sedang melihat dengan cermin dua dimensi terpental oleh aura jiwa yang sangat menekan dan menakutkan dan membuat cermin dua dimensi pecah menjadi beberapa kepingan yang tidak bisa dipakai kembali.
Morgan yang terbangun dari pentalan mencari cermin tapi yang dia temukan hanya pecahan cermin. Morgan berusaha mencari kepingan yang lain untuk disatukan lagi sampai akhir dia mencoba menyatukan kepingan cermin tapi tidak bisa digunakan lagi. Morgan yang kesal memukul tanah dan berucap,”Martin kamu bodoh, jangan mati.” Sambil menangis dia menggabungkan cerminnya yang tidak bisa digunakan. Tapi usahanya tidak bisa menghasilkan apa-apa.
Morgan yang berpikir keras untuk mencari tahu masuk ke dalam markas mencari setumpuk buku kuno yang dia temuan di beberapa pulau yang tersembunyi di dunia. “Aku menemukannya,”ucap Morgan yang sudah mengobrak-abrik tumpukan buku untuk mencari buku kuno. Morgan membaca isi buku dengan seksama sampai tidak ada yang terlewatkan sampai dia menemukan.”Jika gelombang jiwa yang saling bertentang akan berakibat pada aura jiwa yang mengalirinya. Satu akibat yang diterima oleh orang yang membuat gelombang jiwa adalah cacat. Yang kedua adalah kematian karena kehabisan aura jiwa jika gelombang yang diberikan atau berbenturan sangat kuat. Dampak ini akan berakibat pada si pengguna jiwa adalah kematian dan paling untung adalah kelumpuhan,”ucap Morgan membaca buku kuno.
__ADS_1
“Pasti salah aku akan membaca ulang lagi,”kata Morgan yang tidak percaya sampai dia menemukan solusinya. Morgan yang terus mencari apa yang dia inginkan sampai dia menemukan kalau terkena gelombang jiwa dapat disembuhkan dengan jiwa yang ada. Atau juga berbagi jiwa untuk memulihkan keadaannya kembali normal.”Tunggu jika apa yang dikatakan Martin membawaku kesini untuk menolong dia jika dia dalam bahaya. Dia sudah merencanakan semua ini, tenang saja aku akan menolong kamu dengan jiwa yang aku miliki,”kata Morgan yang kembali semangat.
“Aku harus menemukan bagaimana menyalurkan jiwa kepada orang lain. Tapi didalam buku ini tidak menjelaskan apa-apa. Apa di perpustakaan dunia ada atau tidak ya,”ucap Morgan yang mencari di alam bawah sadarnya.
Waktu demi waktu berjalan Martin yang mengeluarkan gelombang jiwa taha[ akhir untuk menjaga korban yang berjatuhan dia mengeluarkan semua jiwa yang ada dalam dirinya untuk membuat gelombang tahap air aura jiwa untuk mengalahkan gelombang jiwa berserta gerombolan monster abadi dan mayat hidup yang menyelimuti setengah dunianya.
Martin yang sudah menyiapkan semuanya melakukan pelepasan jiwa yang dia miliki untuk menghancurkan gelombang jahat yang ada dihadapan matanya. Martin yang tahu akan berakibat pada tubuhnya jika dia melepaskan gelombang jiwa untuk berhadapan dengan gelombang jiwa yang lain. Tapi Martin yang ingin melindungi keluarganya yang masih ada dan rekannya dia berkorban untuk semuanya dengan menghancurkan jiwa yang dia kumpulkan.
“Morgan jaga keluargaku ya sampai aku kembali,”kata Martin yang kemudian melepaskan gelombang jiwa yang bisa membunuh musuh dalam satu serangan. Vazo yang tidak menyangka kalau Martin akan melakukan pengorbanan diri untuk orang lain mencoba menghentikannya. Tapi tidak tahu kenapa Vazo tidak bisa menyentuh Martin yang melepaskan gelombang jiwanya. Martin menyadari kalua Vazo mencoba mencegahnya dia hanya menggunakan kristal putih yang dia dapatkan dari dua sahabat dewanya.
“Terima kasih kalian berdua telah menjaga nyawaku disaat terakhir ini,”kata Martin yang kemudian gelombang jiwa menyebar di seluruh dunia. Semua rekan Martin yang selalu bersamanya bisa merasakan aura jiwa Martin. Mitra yang sudah tahu hanya bisa terdiam diri merasakan auranya sedangkan Rong Shi dan Ling Yong yang juga merasakannya tiba-tiba meneteskan air mata dihadapan Lin.”Kalian berdua kenapa,”ucap Lin yang bingung. Tapi keduanya tidak berkata apa-apa.
__ADS_1
Di tempat lain Mark dan Lili yang juga merasakan auranya Martin hanya bisa menatap ke langit.”Kamu bodoh kenapa kamu tidak sayang nyawa kamu sendiri tapi mementingkan orang lain,”ucap Lili yang meneteskan air mata.
Mark yang ada disampingnya hanya bisa meratapi langit dan kembali melihat kearah Mola dan Meli yang juga merasakan sesuatu yang tidak biasanya.”Apa setelah ini,”kata Mark yang duduk jongkok melihat kearah mereka berdua yang dia lihat sambil menahan rasa sakit atas kehilangan orang yang berharga. Ali dan Alex yang juga merasakan aura Martin membuka matanya setelah beristirahat karena aura yang tidak asing bagi mereka berdua.”Kamu akan pergi meniggalkan kawan kamu begitu saja,”ucap Ali.”Kenapa kamu melakukannya,”kata Alex. Keduanya yang menahan rasa sakit hanya bisa berjalan berpisah untuk menenangkan diri mereka. Surya yang merasakan kalau ada yang berbeda dengan keduanya hanya bisa terdiam menuggu keduanya kembali.