Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pulau Obat


__ADS_3

Angin berhembus dengan sepoy, merdu dan hangat d laut yang luas. Izam dan ketiga anak buahnya pergi ke pulau Obat, dimana mereka akan bertemu dengan aliansi Izam yang selalu membantunya. Perjalan menuju pulau Obat yang membutuhkan satu minggu dengan kabar yang tidak ingin dia dengar dari orang luar. Sampai Roki menghubunginya tidak dihiraukan karena dia akan mefokuskan dirinya pada perjalanan ini.


Waktu yang panjang dan melelahkan Roki yang duduk di kursi melihat Ponsel berharap dia menghubunginya, tapi sudah seminggu dia tidak memberikan respon yang bagus. Dalam hati dia berkata,”Apa kamu tahu kalau teman kamu sedang dalam keadaan berduka.” Mata Roki yang menatap kearah jendela gedung dan melihat keluar dengan berbagai gedung yang menjulang.”Sampai kapan semua ini akan berakhir, kenapa banyak sekali musuh yang tidak terlihat mulai muncul,”ucap Roki menatap langit hari itu.


Tiba dimana Izam sampai ditempat tujuan yang sudah disambut oleh Reona teman Bunga.”Apa perjalanan anda menyenangkan,”kata Reona.”Perjalan yang menyenangkan dan melelahkan,”ucap Samuel.”Aku tidak bertanya kepada kamu,”ucap Reona.


“Aku hanya menjawab saja kenapa kamu marah,”kata Samuel. Reona yang mengabaikan Samuel, sedangkan Izam menatap di atas puncak pulau.”Apa dia ada diatas sana,”kata Izam.”Itu benar,”ucap Reona.


“Apa yang sedang terjadi, tidak seperti biasanya dia ada diatas sana,”kata Izam.”Itu karena ada masalah baru yang harus diselidiki,”kata Petra.”Masalah apa yang kamu maksud,”ucap Izam melihat kearahnya. “Tanyalah sendiri,”ucap John.


“Kalian bertiga akan ikut dengan Petra dan John untuk pelatihan di pulau obat. Aku ada urusan yang harus aku urus dengan pimpinan mereka,”kata Izam yang berjalan menuju bukit. Melihat sekitar yang tidak pernah berubah tapi ada suasana yang tidak biasa ditempat itu membuat hati Izam tidak nyaman.”Sebenarnya apa yang sedang terjadi ditempat ini,”ucap Izam.


“Kamu sudah sampai,”kata Bunga yang sudah tahu kedatangan Izam ke pulau. “Apa yang sedang terjadi,”kata Izam berjalan menuju Bunga.”Kamu ingin tahu, atau penasaran,”kata Bunga yang tersenyum melihatnya.


“Melihat kamu seperti ini, pasti terjadi sesuatu,”kata Izam.”Kamu bisa menebaknya,”kata Bunga yang melihat kearah laut.” Bagaimana kabar teman kamu,”kata Bunga.”Kenapa kamu menanyakan itu,tidak seperti biasanya,”kata Izam yang tidak senang.


“Kenapa apa aku salah bertanya seperti itu,”ucap Bunga  dengan tajam. “Apa ini berkaitan dengan organisasi Laut Merah,”kata Izam.”Kamu tahu siapa dia,”kata Bunga.


“Apa kamu sudah tahu siapa dia,”kata Izam yang penasaran.”Jika kamu ingin tahu mungkin nyawa kamu dalam bahaya. Dia bukan lawan yang bisa kamu hadapi dengan tahapan kemampuan kamu seperti ini,”kata Bunga.

__ADS_1


“Apa maksud kamu,”kata Izam yang tidak paham.”Kamu akan tahu setelah bencana besar itu akan berakhir,”kata Bunga.” Bencana besar apa yang kamu maksud,”kata Izam yang tambah bingung.


“Karena itu aku tidak ingin memberi tahu kamu,”kata Bunga.”Kamu kesini, untuk apa?,”ucap Bunga mengalihkan pertanyaan.”Berlatih, karena Martin,”kata Izam dengan jelas.


“Martin,”ucap Bunga yang merasa gelisah. Izam yang melihat sikap Bunga yang berbeda membuat dia  ingin tahu apa yang terjadi. Dari raut wajahnya saat menyebut nama temannya dia seperti melihat musuh yang tidak bisa dikalahkan.”Apa yang terjadi, mustahil Martin tahu pimpinan dari organisasi peneliti,”ucap hati Izam yang penasaran.


Bunga yang kembali sadar kalau ada Izam melihat kearahnya.”Apa yang kamu pikirkan?,”kata Bunga dengan biasa.”Tidak ada. Kmu cantik hari ini,”ucap Izam yang memuji.”Memang aku cantik dari lahir. Apa ada masalah,”kata Bunga yang percaya diri.”Iya aku percaya dengan apa yang kamu katakan,”ucap Izam yang menoleh kearah lain.


Selesai dengan pembicaraan mereka pergi ke air terjun dimana mereka akan berlatih bersama.”Berepa lama kamu akan disini,”ucap Bunga.”Kenapa?,”kata Izam dengan singkat.”Aku hanya ingin tahu,”kata Bunga. “Satu tahun mungkin,”kata Izam.”Hanya untuk berlatih,”kata Bunga yang menggelengkan kepala.”Tidak juga, enam bulan berlatih enam bulan mencari kekuasan untuk menambah aliansi dan wilayah,”kaya Izam menjelaskan.


“Ambisi kamu masih saja sama seperti dulu,”ucap Bunga yang mulai menyiapkan barang untuk berlatih.”Apa masih sama,”kata Izam.


Enam bulan telah berlalu pelatihan Izam dengan ketiga anak buah mereka yang dia bawa ke pulau obat tidak sia-sia. Dihari mereka sudah lalui untuk berlatih fisik, menembak , komunikasi, dan strategi mereka sudah mencapai dimana dia bisa memulai mencari aliansi untuk mendukung dia menjadi pimpinan nomor satu dunia.”Lama tidak bertemu Bos,”kata Red.


“Bagaimana kabar kalian,”ucap Izam yang menyeduh tehnya.” Seperti yang kamu lihat, kami mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan,”kata Erik.” Melihat kondisi kalian yang baik, sudah mendapatkan apa yang aku inginkan,”kata Izam dengan tajam.


“Apa mak...,”kata Samuel yang mendapat serangan tiba-tiba dari Izam.”Aku akan mengetes kalian sampai mana kemampuan kalian,”ucap Izam yang memukul mereka bertiga secara bersama dan bergilir. Erik, Red dan Samuel dengan senyuman bisa menghindar dari serangan tiba-tiba dari Izam.


Batu hantam dilontarkan kepada Izam dan ketiga anak buah mereka. Sampai mereka berempat sudah mencapai batas dengan kemenangan oleh Izam.”Tidak aku sangka kemampuan kalian bisa bertahan sampai 3 jam saja,”ucap Izam.

__ADS_1


“Bukannya itu sudah lumayan,”kata Petra dari belakang.”Itu benar,”ucap John. “Sejak kapan kalian ada disini,”kata Red yang berdiri.”Sejak awal,Apa menjadi masalah buat kalian,”kata Petra.


Bunga yang melihat pertarungan mereka membuat dia puas dengan latihan yang diberikan.”Sudah waktunya mereka harus pergi,”ucap Bunga untuk menghindar bahaya yang besar akan datang. Bunga berjalan menuju mereka yang ada dilantai bawah dengan santai.”Tidak sia-sia kamu datang kesini,”ucap Bunga yang berjalan kearah Izam.


“Tentu saja,”kata Samuel.”Apa kalian akan pergi sekarang,”kata Bunga yang memberikan beberapa informasi untuk Izam.”Apa ini,”ucap Izam sambil mengambil amplop coklat.


“Kamu akan tahu nanti jika sudah sampai kapal,”kata Bunga.”Terima kasih,”ucap Izam yang berjalan menuju pesisir pantai. Mereka semua mengantarkan Izam dan ketiga rekannya menuju kapal yang sudah ada di laut. Sampai disana Erik dan Red naik kepal untuk menyiapkan persiapan perjalan yang akan mereka tempuh. Sedangkan Semuel mengisi barang bawaan dan persediaan mereka untuk satu minggu di dalam kapal.Setelah semua selesai disiapkan Red memanggil Izam,”Bos persiapan sudah selesai. Waktunya berangkat kapan saja.”


“Kurasa mereka sudah ingin pergi,”kata Bunga.”Aku akan pergi sekarang, jaga diri kamu,”kata Izam yang mencium kening Bunga.”Kamu juga harus menjaga dirimu,”kata Bunga yang tersenyum mempesona. Izam berjalan menuju kapal dan melambaikan tanganya setelah jarak kapal dan Pulau sudah agak jauh.


“Apa kamu tidak memberitahu dia,”kata Petra.


“Tidak. Bukan waktunya, ini bukan level mereka untuk mengetahuinya,”ucap Bunga.


“Persiapkan semua penjagaan untuk enam bulan yang akan datang. Bencana besar akan datang,”kata Bunga dengan waspada.


“Perang ini siapa yang akan menang,”kata John. “Akan sulit juga kalau dia adalah pimpinan dari organisasi Laut Merah,”kata Bunga.


Bencana besar yang selalu ada untuk membasmi semua organisasi Rose Black yang selalu ada setiap tahun. Apa bencana itu akan membuat Rose Black musnah atau Laut Merah yang musnah.”Kita harus mempersiapkan apa yang diperlukan untuk bencana itu datang ke pulau obat.Apa kalian mengerti?,”ucap Bunga dengan tegas.

__ADS_1


__ADS_2