Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Laut Merah 8


__ADS_3

Setelah Lili menampaikan apa yang dia sampaikan kepada paman Ulta pembela alam semesta. Berama dengan Ling Yong dia masuk ek garis depan untuk mengalahkan musuh yang datang. Tidak tahu apakah paman Ulta menerima tawaran yang diberikan oleh Lili untuk beristirahat.


Lili dan Ling Yong yang menghadapai para monster dan para pengendali menggunakan musik untuk menenangkan para monster yang mereka berdua sudah pelajari. “Kita mulai sekarang,”ucap Ling Yong.


“Kita lakukan sekarang, kendalikan para monster untuk mengalahkan musuh,”ucap Lili yang sudah kembali pulih bersama dengan Ling Yong. Alunan musik penenang telah dibunyikan para moster yang mendengarnya ada yang tenang dan ada yang tidak berpengaruh dengan musik yang dimainkan oleh Lili dan Ling Yong.


Sementara Paman Ulta yang melihat terkejut dengan permainan musik mereka berdua yang sangat serasi dan para monster dengan tenang ikut instruksi mereka.”Siapa mereka?,”ucap Ulta.


Reli dan Ricu yang menggunakan mode pertarung setengah brutal menikmati permainan musik Lili dan Ling Yong.


“Mau ikut alunan musik mereka,”ucap Ricu.”Karena alunannya merdu, kita ikuti mereka dengan mode santai tapi sedikit brutal sesuai aluan musik,”kata Reli. Ricu hanya tersenyum dan mencarai posisi yang pas untuk mengeluarkan pengetahuan bela dirinya bersama dengan Reli.


Ulta melihat kombinasi musik dan pertarung kedua rekan mereka merasa ada yang membuat dia penasaran.”Bagaimana mereka bisa mengikuti alunan musik itu dengan santai,”ucap Ulta.


Ulta mundur dan melihat Roki yang  sedang bersama dengan rekan lain sibuk membuat formasi. Ulta datang menghampiri.”Sedang apa kalian,”ucap Ulta.


“Paman Ulta apa anda terluka datang ke sini,”kata Roki yang melihat darai atas sampai abwah.


“Aku tidak terluka hanya saja, aku ingin bertanya,,”kata Ulta. Roki hanya memandang paman Ulta dnegan tatapan ingin tahu apa yang dia ingin tanyakan.


“Apa mereka berempat adalah anak buah kamu,”kata Ulta.


“Mereka bukan anak buahku tapi anak buah temanku yang bernama Martin,”kata Roki.


“Martin kata kamu,”ucap Ulta.”Iya dia adalah teman sekaligus sahabat saya. Yang sekarang ada di pualu bunga persik melawan para musuh darai organisasi kegepalan jiwa. Karena mereka memiliki latar belakang yangmungkin anda cari,”kata Roki.


“Kenapa dengan mereka,”kata Roki yang membuat dia penasaran. “Mereka sangat  hebat dalam bertarung,”kata Ulta.


“Mereka memang sangat hebat, sama dengan pimpinan mereka,”kata Roki yang juga bangga memiliki teman seperti Martin.

__ADS_1


“Tapi apa yang kalian lakukan disini,”kata Ulta. “Kami sedang membuat formasi pelindung, kerena formasi yang sebelumnya mengalami retakan,”kata Roki menjelaskan.


“Aku bantu kamu membuat formasi pelindung,”kata Ulta yang maju satu langkah dan mengucapkan kata Formasi lima tiang cahaya.


Formasi diaktif dengan mudah dan semua yang dalam pulau selamat karena bantuan paman Ulta.”Terima kasih untuk bantuannya,”ucap Roki.


“Tidak masalah karena, kamu telah membantuku mencari orang aku cari,”kata Ulta.


Ulta yang telah selesai membuat formasi lima tiang cahaya untuk menghalau para monster dan pembela yang datang masuk ke dalam pulau. Sedangkan keempat anak buah Martin yang masih dai dalam masih bertarung sampai mereka bertemu dengan seorang yang bisa dianggap musuh bebuyutan.


“Lama tidak bertemu,”ucap Kila. Mereka berepat yang menyadari kehadiran Kila langsung berkumpul ke satau titik.


“Lama,”ucap Reli. “Tapi kenapa wakil ketua ada disini, seharunya masih di pulau bukan,”ucap Ricu.


“Kenapa apa aku tidak boleh datang ke sini. Karena aku mendapatkan informasi kalau beberapa formasi sudah hancur. Makanya aku datang ke sini untuk melihat siapa yang membuat formasi yang sudah dipasang bisa hancur,”kata Kila sambil tersenyum dingin.


“Bukan tempat yang bagus jika kita berbicara di sini bukan,”kata Lili yang maju satu langkah dan menatap Kila.


“Itu ide yang bagus untuk membunuh kalian berempat anak buah Martin dan Ezan,”ucap Kila yang menuju tempat yang di tuju.


Mereka berempat yang mengikuti Kila dari belakang. Sampai di posisi yang sudah disepakati tanpa ada perinath atau peraturan yang ada Kila langsung menyerang mereka berempat. Reli dan Ricu menghindar dengan membawa Lili dan Ling Yong yang tidak menyadari serangan musuh.


“Kamu tidak sabaran ya,”ucap Reli yang juga memberikan hadiah untuk Kila. Kila yag tahu kalau ada serangan tiba-tiba dia juga menghindar dan membalas serangan Reli.


“Kamu kira aku bisa dikalahkan oleh kalian yang sangat menyebalkan,”kata Kila.


“Siapa yang menyebalkan,”kata Ricu.


Lili dan Ling Yong membantu Reli dan Ricu dari belakang membuat Formasi pelindung dan bertahan. “Sudah siap, kita mulai pertarungannya,”kata Reli. Mereka bertiga menganggukan kepalanya dan pertempuran dimulai.

__ADS_1


Reli dan Ricu yang menyerang dengan bantuan Lili dan Ling Yong yang menjadi mendukung kedua orang yang menyerang. Kila hanya melihat formasi yang mereka gunakan sangat berbeda dengan formasi yang biasanya. “Apa mereka sudah berkembang?,”kata Kila.


Tapi Kila hanya tersenyum saja karena dia juga sudah berkembang. Dengan hati yang berbicar,”Kamu kira aku tahut dengan perkembangan kalian.”


Reli dan Ricu yang sudah tahu watak Kila hanya bisa terdiam. Sampai mereka berdua membuat rencana untuk menyerang kila dengan santai. Kila yang hanya bisa menghindar sampai dia berkata,’Apa ini saja kemampuan gabungan kalian.”


Reli dan Ricu hanya terdiam dan tidak berkata akan apa yang terjadi setelah Kila meremehkan mereka berempat. Di tempat Ulta yang melihat dari jauh para musuh yang bertambah tapi tidka berkurang membuat dia mencari dimana empat pemuda yang tadi dia lihat.


“Kemana mereka pergi,”ucap Ulta dengan suara kecil.


Sampai dia melihat ke arah lain,”Siapa yang mereka ajak bertarung, kemampuannya sudah lewati level abadi. Apa mereka sanggup mengalahkan musuh yang mereka hadapi.”


Ulta yang ingin membantu tapi dihadang oleh musuh. Ulta yang tidak bisa membantu hanya bisa mempercayai mereka berempat. Satu jam telah berlalu tapi kedua pihak masih belum mengeluarkan kemampuan mereka.


“Apa kamu sudah lelah Kila,”ucap Ricu yang masih santai bersama dengan Reli. Kila yang sudah mengeluarkan semua kemampuannya masih belum bisa menghancurkan pertahan mereka berempat.


“Bukan tadi kamu meremehkan kami berempat, tapi kenapa sekarang kamu tidak bersemangat,”kata Lili.


“Tidak aku sangka kalian bisa bertahan sampai tahap ini,”ucap Kila. Reli yang sudah mulai bosan hanya mengubah aura pertarungannya karena melihat jumlah musuh yang tidak berkurang membuat dia khawatir.


“Kita akhiri sekarang bagaimana, jika terlalu lama aku tidak bisa menyelesaikan tugas yang lain,”ucap Reli.


“Aku mengerti kamu sibuk, jika seperti itu selesaikan saja sekarang,”kata Ricu. Lili dan Ling Yong yang ada dibelakang hanya menganggukan kepalanya bertanda kalau mereka sudah siap untuk melakukannya.


Perubahan alunan musik yang mereka gunakan untuk mode bertraung sekarang brutal dengan musik yang menekankan pada jiwa yang berdarah. “Kita mulai,”kata Ricu yang sudah pada mode brutal.


Sedangkan Lili dan Ling Yong sudha bersiap kapan saja juga sudah mengubah auranya. Musik yang mereka mainkan tidak lagi santai melainkan menegangkan dengan tekanan jiwa yang membantai semua musuh yang berjiwa iblis. Reli dan Ricu yang menyamai musik yang mereka mainkan siapk untuk membantai musuh yang berlevel di atas abadi.


“Persiapan sudah selesai,”ucap Reli yang tersenyum.

__ADS_1


Kila yang terkejut dengan suasana sekeliling Reli dan Ricu membuat dia berhati-hati dengan serangan yang akan datang. Sampai serangan yang tiba datang membuat Kila tidak bisa menahannya.


“Apa ini saja kemampuan kamu Kila,”ucap Reli dengan tatapan tajam yang ada dibelakangnya.


__ADS_2