Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Bencana Dunia 2


__ADS_3

Martin yang masih mendengarkan mereka bertukar informasi hanya bisa terdiam sampai dia melihat dari kejauhan aura yang tidak seharusnya ada di dunia ini datang. Awan hitam yang pekat datang dari pulau kabust dimana Mitra sedang menjaga tempat itu. aura yang tidak bisa dan menakutkan bencana dunia yang seharusnya dilakukan untuk mendapatkan kekuasaan tertinggi darai suatu wilayah berubah menjadi medan perang antara para moster dan mayat hidup yang dulunya adalah manusia darai semua organisasi yang selalu mengikuti bencana dunia.


Benda yang bisa membangkitkan semua orang dalam kekacauan adalah jiwa kristasl hitam berdarah merah yang bisa membuat kuncangan besar dan menekankan seperti ini.”Lihat itu apa,”ucap Teo sambil menujuk kearah gumpalan gelombang jiwa yang mendekati mereka.”Ada apa,”kata Mitra yang masih berkumunikasi. Mitra melihat kearah Teo menuju dan dia terkejut kalau itu adalah moster abadi dan manusia yang sudah tewas dan bangkit lagi.”Sebenarnya apa yang sedang terjadi disana Mitra,”kata Lili.


“Moster abadi dan mayat hidup dari bencana dunia sebelumnya yang sudah tewas,”kata Mitra yang merasakan kalau dirinya dalam bahaya. “Semuanya masuk ke dalam gua hitam sekarang,”kata Mitra dengan keras dan tegas.”Jangan banyak tanya lakukan saja,”ucap Mitra.”Bos gua hitam ada di pulau hantu,”kata bawahan yang menjelaskan. Mitra yang tersadar memegang dahinya,”Bodohnya aku. Gua putih maksudnya.”


Semua anak buah dan sandara dan musuh yang masih hidup dibawa ke gua putih yang sudah dinetralkan oleh pimpinan mereka untuk tempat persembunyian jangka pajang jika suatu hari ada yang tidak beres. Setelah semua di evakuasi formasi yang seharusnya bisa bertahan 10 hari hanya bisa bertahan beberapa jam tapi dengan kemampuan Mitra yang sekarang bisa memperlambat dua jam saja sampai semua bawahan dan orang disekitar di evakuasi.”Tao, pergi ke gua putih bantu yang lain, ini perintah,”kata Mitra.”Sebenarnya apa yang terjadi,”kata Teo yang tidak tahu tapi dia merasaka kalau gelombang ini akan membawa petaka yang sangat besar.


Teo hanya bisa melakukan perintah Mitra dan membantu anak buah mereka dan anak buahnya sendiri yang masih bisa bertahan menuju gua putih.”Mitra apa yang sedang terjadi disana,”kata Ling Yong. Mereka semua yang bertanya tidak dijawab dengan suara telepati yang masih terhubung dengan suara tersenggal nafas berat. Mitra yang mendengar suara mereka tidak bisa menjawabnya karena dia juga dalam keadaan dimana jiwanya sudah mencapai batas untuk membuat formasi lebih kuat dari bisanya.


Awan hitam gelombang jiwa membawa moster dan mayat hidup dari bencana dunia yang terdahulu sudah  melewati setengah pulau kabut dan menghancurkan formasi pelindung yang ada.”Semuanya sudah di evakuasi,”kata Teo.”Baik aku akan menyusul kamu masuk dulu,”kata Mitra yang sudah kehabisan jiwanya.

__ADS_1


“Lepaskan segel,”ucap Martin dengan suara kecil untuk Mitra yang sedang dalam keadaan kondisi kritis.Mitra yang merasakan segel jiwa yang terkunci telah lepas tersenyum dan mengaktifkan formasi pelindung tahap ketiga dan masuk kedalam Gua putih bersama yang lain.


Mitra yang sudah masuk kedalam tiba-tiba muntah darah.”Bos kamu tidak apa-apa,”ucap bawahan.”Aku tidak apa-apa tutup pintunya sebelum bahaya yang bersar datang,”kata Mitra. Teo dan yang lain membantu mereka menutup pintu gua putih.”Sebenarnya apa yang terjadi diluar sana Mitra,”kat Teo yang penasaran.”Moster dan mayat hidup dari bencana dunia yang terdahulu mereka datang bersama dengan gelombang jiwa yang tadi kita lihat,”kata Mitra yang duduk di dekat pintu dan mulai memulihkan diri.”Sebaiknya kalian segera memulihkan diri kalian kita tidak tahu kapan pintu gua putih ini bisa menahan gelombang jiwa yang datang tersebut,”kata Mitra yang memulai pemulihan. Teo yang ada disampingnya juga ikut memulihkan dirinya bersama yang lain. Sementara tiba-tiba telepati terputus saat Mitra memasuki gua putih.”Telepati terputus apa yang terjadi dengan Mitra,”kata Mark.”Kita tidak tahu, untuk berjaga-jaga hubungi Martin untuk melepaskan jiwa yang tersegel pada diri kita,”kata Mark kepada Morgan.


Morgan yang belum sempat bertelepati dengan Martin segel pada diri anggota khusus Laut Merah telah lepas.”Kamu sudah memberitahu dia,”kata Mark.”Belum tapi dia sudah melepaskan segel yang terkunci pada diri kita semua,”kata Morgan.


“Selesaikan dan kembali dengan yang lain jika memang apa yang dikatakan oleh Mitra benar kita dalam bahaya,”ucap Mark.”Suruh mereka kembali ke pulau ,”kata Morgan. Mark yang pergi meninggalkan Morgan untuk memberitahukan anggota yang lain dan bawahannya untuk mundur.”Kalian semua organisasi laut merah mundur peringatan pertama,”kata Mark dengan suara keras agar semua anggota organisasi laut merah dan bawahannya mendengar apa yang dikatakan Mark sebagai wakil kertua.


Rong Shi dan Ling Yong yang mendapatkan pesan dari Morgan saling menatap dan kemudian mengakhiri pertikaian diantara Lin yang sudah terluka.”Aku beri kamu satu kesempatan jika kamu ingin hidup,”ucap Ling Yong. Sedangkan Rong Shi yang menyiapkan gambar formasi dengan bantuan rekannya mengelilingi pulau.


“Kamu ingin membunuhku silakan saja,”kata Lin yang masih keras kepala.”Aku beritahu kamu pilihan pertama kita genjatan senjata dan membantu kita membuat formasi pelindung tingkat cahaya dan kegelapan atau pilihan kedua kamu tewas dengan awan hitam yang akan datang ketempat ini. Pilihlah sekarang jika kamu ingin hidup,”ucap Ling Yong dengan tajam.

__ADS_1


“Apa maksud kamu, untuk apa aku harus membantu kalian,”kata Lin.”Jika tidak mau tidak masalah kembalilah ke teman kalian,”kata Ling Yong.”Ling Yong sudah saatnya membuat formasi mereka semua sudah kembali,”kata Rong Shi dengan keras kepadanya.


Lin yang merasa ada perubahan dari Organisasi Laut Merah membuat dia merasa kalau akan terjadi peristiwa yang besar dan tidak terduka yang akan membuat dia tewas dalam satu serangan yang mematikan.Apa lagi dia menoleh kebelakang ada aura yang tidak biasa yang akan datang ketempat dia sekarang.”Kenapa semua anggota kalian yang ada digaris depan kembali mundur,”ucap Lin yang binggung.”Apa pilihan kamu,”kata Ling Yong. Lin menghela nafas dan berkata,”Baik aku pilih yang pertama genjatan senjata dan membantu kalian membuat fomasi perlindung cahaya dan kegelapan. Tapi kalian juga harus membawa anak buahku yang masih hidup ke dalam formasi. Bagaimana?,”kata Lin.”Tidak masakah,”kata Ling Yong yang turun dan bertemu dengan Rong Shi yang sudah menuggu.


“Kalian anggota Rose Black yang masih hidup masuk kedalam pulau kita genjatan senjata sampai musibah selesai dihalangi,”kata Lin dengan keras. Semua anggota Rose Black yang masih hidup masuk kedalam pulau bersama dengan Lin.”Kapan kita melakukannya,”ucap Lin.


“Sekarang karena semuanya sudah kembali ke pulau,”kata Rong Shi. Mereka bertiga secara bersama-sama membuat formasi pelindung tingkat cahaya dan kegelapan untuk melindungi pulau. Dengan menggabungkan kekuatan yang mereka milki mereka berhasil membuat formasi pelindung cahaya dan kegelapan tahap pertama dan dilanjutkan tehap berikutnya sampai mereka bertiga merasakan kalau ada gelombang yang asing datang. “Apa itu,”ucap Lin yang terhenti.


“Jangan berhenti lanjutkan,”kata Rog Shi yang memimpin membuat formasi pelindung cahaya dan kegelapan tahan enam dan tujuh.Hingga mereka menyelesaikan Formasi dengan sempurnah dan tidak ada celah gelombang jiwa yang dimaksud Mitra telah mendekati pulau.


“Apa sebenarnya itu,”kata Lin yang merasakan hawa penekan yang sangat kuat.

__ADS_1


__ADS_2