Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pendekatan 1


__ADS_3

Roki yang masuk ke dalam ruangan langsung membaca email yang sudah dikirim. Dengan tenang dia menganalisis dan membaca data yang di kirim.


Sunyi dan santai Roki membaca data sampai dia mendengar suara ketukan pintu.”Siapa?,”ucap Roki dari dalam ruangan.


“Ini aku Fira,”kata Fira.”Kenapa kamu mengetuk kamarku,”ucap Rok yang belum mengijinkan Fira masuk. “Aku mengantarkan makanan untuk kamu. Boleh aku masuk,”kata Fira yang masih menuggu.


Roki menghela nafas,”Masuklah.” Fira masuk ke dalam kamr Roki yang kedua kaliany. Dia yang berjalan sambil membawa nampan makan.”Taruh dimana?,”ucap Fira.


“Taru saja di meja,”kata Roki yang masih membaca datanya.


“Apa masih ada lagi,”ucap Rok yang kemudian melihat ke arah dia. Fira yang tidak tahu harus bagaimana hanya bisa menundukan kepalanya karena malu. Roki berdiri dari tempat duduk dan berjalan menuju ke arah Fira.


“Kenapa kamu diam saja,”kata Roki yang sudah di depannya. Fira yang mendengar suaranya seperti sangat dekat. Dia melihat ke depan ada sosok tubuh yang tidak asing. Fira melihat ke atas dan terkejut kalau di depannya sudah ada Roki.


Fira yang tidak tahu harus bagaimana bingung harus melakukan apa. Sampai dia ingin berjalan melewatinya. Tapi Roki yang tidak bisa menahan lagi dan hanya ada mereka berdua. Fira yang ingin berjalan keluar dari ruangan Roki peluk darai belakang.”Kamu mau kemana?,”ucap Roki yang berbisik di dekat telinga Fira.


Roki yang mencium bau wangi di tubuh Fira membuat dia tidak bisa bertahan dan ingin memakan Fira yang ada didekapannya. Fira yang merasakan pelukan Roki hanya bisa terdiam. Hatinya yang berdebar sampai tidak bisa berkata apa-apa hingga dia mendengar bisikan Roki yang membuat dia semakin berdebar.


Tidak tahu kenapa Fira merasa kalau malam ini dia merasa panas. Sampai dia merasakan hembusan nafas Roki yang dekat pada dirinya saat dia di belakangnya. Roki yang semakin mendekat mengkecup leher Fira yang terbuka sedikit.


Roki yang merasa kalau dia tidak bisa melaukan lebih hanya bisa mengecup leher Fira sampai dia ingin bercium dengan Fira. Fira yang merasakan kecupan Roki wajahnya memerah sampai dia menoleh belekang.  Kedua mata mereka yang saling bertatapan satu sama lain sampai mereka terkena ilusi cinta dari mereka berdua.


Membuat mereka saling berdekatan, bibir mereka yang saling menyetuh karena saling terpesona sama lain. Semakin dekat bibir mereka berdekatan mereka merasakan bibir mereka masing-masing mereka berciuman untuk pertama kalinya. Setelah ciuman mereka yang di gagalkan oleh Yamato yang datang. Mereka berdua yang saling berciuman satu sama lain sampai mereka mengulurkan lidah mereka. Menikmati ciuman pertama mereka di malam yang penuh dengan kesunyian. Untuk beberapa lama mereka berciuman mereka saling menatap satu sama lain. Memandang wajah mereka yang saling bertatapan.

__ADS_1


Dengan suasana yang sunyi mereka melanjutkan ciuman mereka karena hasrat mereka yang ingin saling memiliki. Roki yang memeluk erat Fira kembali menciumnya kembali dipelukan bersamaan dengan ciuman yang nikmat Roki merabah tubuh Fira yang anggun. Fira yang terlena karena ciuman yang diberikan Roki membuat dia hanyut dalam dekapan hangat Roki. Mereka berdua yang saling menikmati satu sama lain. Roki merabah tubuh Fira sampai dia mengkecup leher Fira dengan tangan dia yang meremas dua gunung yang ada pada Fira.


Hati Roki yang menikmati tubuh Fira dan Fira juga menikmati sentuhan hangat Roki sampai mereka terhenti karena suara dering telepon. Yang membuat Roki terhenti dengan kesal dia berkata,”Siapa sih yang mengganggu saja.”


Fira yang kembali tersadar wajahnya memerah dan merapikan pakaiannya yang sedikit terbuka dan merapikan wajahnya. Dia hendak keluar dari ruang Roki, sampai Roki menarik tangan Fira dan dengan cepat dan tepat Roki mencium Fira lagi. Fira yang mendapatkan ciuman yang tiba-tiba merasa terkejut dan ingin melepaskan ciuman dari Roki dengan mendorongnya. Tapi Roki yang mencium dan memeluknya dengan sangat erat membuat dia tidak bisa lepas.


Fira mendorong lagi yang kedua kalinya,”Sudah cukup Roki. Ada telepon yang terus berdering, mungkin saja itu penting.” Roki yang merasa kesal memalingkan wajahnya dan melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah telepon yang berdering.


Fira yang berjalan keluar ditatap oleh Roki yang melihatnya dari jauh. Fira yang masih berdebar karena ciuman Roki membuat dia lupa diri sampai dia ingin menyerahkan tubuhnya kepadanya.”Aku harus bisa tenang,”ucap hati Fira.


Roki yang sudah mengangkat teleponya berkata,”Siapa?.”


“Maaf tuan ada kabat terbaru kalau mereka akan menyerang saat pesta keluarga Brata,”kat informan. “Mereka akan menyerang saat acara dimulai,”kata Roki yang kembali tenang.


“Aku mengeri,”ucap Roki yang kembali menutup teleponnya. Roki yang masih meraskan ciuman dari Fira membuat dia ingin melakukannya. Dengan tatapan bernafsu dia berkata,”Aku akan memakan kamu jika kamu menjadi miliku seutuhnya.”


“Aku harus bisa menjada nafsuku mulai sekarang jangan sampai musuh tahu titik lemahku,”kata Roki. Dia duduk dan menyatap makanan yang diantar oleh Fira karena dia juga merasa lapar.


Roki yang menikmati makanannya sampai dia ke datangan tamu yang tidak diduga.”Kurasa kamu menyukai wanita itu Roki?,”ucap Martin yang datang lewat teras kamar.


“Mau makan,”ucap Roki yang sudah tahu kalau ada yang akan datang. Martin duduk dan mengambil roti selai yang ada di dekatnya. “Siapa dia?,”ucap Martin.


“Dia Fira dari keluarga Koto, bukan kamu sudah tahu,”ucap Roki sambil makan.

__ADS_1


“Untuk apa kamu datang,”ucap Roki lagi.


“Aku ingin tahu bagaimana kondisi kedua kakakku,”kata Martin dengan santai. “Dia baik-baik saja karena sudah melakukan perawatan. Jika kamu ingin bertemu pergilah ke pulau,”ucap Roki.


“Aku tidak bisa pergi,”kata Martin yang bersandar.”Apa karena mereka yang membuat kamu tidak bebes bergerak,”kata Roki.


“Bukan kamu sudah tahu,”ucap Martin.”Kapan mereka akan bergerak,”kata Martin.


“Dua hari lagi dia acara pesta keluarga Brara mereka akan memulai penyerangan terhadapku,”ucap Roki.


“Apa kamu sudah mempersiapkan semua,”kata Martin.”Tidak usah khawatir aku sudah mempersiapkan semuanya. Aku ingin bertanya kepada kamu Martin?,”kata Roki.


“Apa yang ingin kamu tanyakan,”ucap Martin.”Apa Ali dan Alex dulu adalah orang kamu yang menjadi mata-mata dari Organisasi Tersembunyi?,”kata Roki.


“Jika iya apa yang ingin kamu katakan,”ucap Martin.


“Kenapa kamu melakukannya, untuk apa?,”kata Roki yang ingin tahu.”Untuk keselamatan kita bertiga,”kata Martin.


“Apa yang kamu maksudkan? Keselamatan kami bertiga. Apa yang kamu sembunyikan dari kami selama ini Martin,”kata Roki yang melihat ke arahnya.


“Apa yang ingin kamu ketahui aku tidak bisa mengatakannya sekarang,”ucap Martin yang berdiri.”Terima kasih kamu telah menolong kedua kakakku dansatu lagi. Jika kamu menyukainya dapatkan dia segera dari pada dia diambil oleh orang lain,”ucap Martin yang menghilang tiba-tiba.


“Sejak kapan dia tahu. Apa dia tahu saat aku berciuman dengan Fira,”kata Roki yang berpikir.

__ADS_1


“Awas saja kalau dia datang saat aku melakukannya. Aku akan menghabisi dia,”kata Roki dalam hati. Sedangkan Martin yang merasakan hawa dingin disekitar karena ucapan yang didengar oleh Roki.”Tidak aku sangka kalau dia menyukainya sampai seperti itu,”kata Martin.


Setelah Martin pergi dia kembali ke depan layar komputer untuk memeriksa beberapa datang yang belum dia selesaikan.


__ADS_2