Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Hasil Bulan Malam


__ADS_3

Acara pelelangan yang begitu ramai dengan berbagai kalangan Roki yang ikut berpartisipasi dalam pelelangan mendapatkan buku kuno tingkat dasar dengan mudah tanpa ada pesaing. Roki yang telah mendapatkan buku yang dia inginkan melihat sekitarnya sampai dia melihat seorang yang dia kenal.


“Dia bukannya orang yang ada dilautan jiwa saat itu,”ucap Roki dengan hati. “Siapa yang ada disebelahnya seperti aku pernah melihat dia,”kata hari Roki sambil berpikir. Roki memikirkan orang yang dia lihat sampai mata Roki bertatapan dengan salah satu orang yang ada di lautan jiwa tersebut. Dia hany tersenyum setelah melihat Roki, hingga sekertaris Kim berkata,”Siapa yang anda lihat tuan?.”


“Tidak ada hanya saja aku merasa mengenal salah satu dari orang yang ada di barisan depan urutan ketiga,”kata Roki dengan santai.”Tuan,”ucap sekertaris Kim. “Ada apa dengan wajah kamu, seperti melihat hantu saja,”kata Roki yang melihat kearah dimana mata Kim melihat.


Tatapan Roki yang melihat kearah dimana Kim tertuju merasa terkejut tapi tidak terlalu terkejut melihat Dayati bersama dengan laki-laki lain.”Tuan,”ucap Sekertaris Kim yang gelisah.


“Untuk apa kamu khawatir mereka tidak akan mengenal kita. Sementara itu pertunanganku dengan dia akan segera berakhir jika proyek yang kita jalankan selesai dengan sukses. Kita bisa meninggalkan tempat itu,”kata Roki dengan santai.


“Apa maksud tuan,”kata Sekertaris Kim. “Kamu akan tahu nanti. Apa ada barang baru yang bisa kita beli lagi,”kata Roki yang kemudian melihat ke depan. Sampai dia mengingat nama orang yang ada di samping orang yang dia temui di lautan jiwa.”Dia Morgan,”kata Roki dalam hati.


“Kenapa dia ada di sini?,”ucapnya Roki sambil berpikir. “Mungkin dia juga menginginkan buku kuno tingkat dewa,”kata Roki.


“Tuan lihat ini,”ucap sekertaris yang menunjukan daftar barang yang akan di lelangkan. “Ini bukannya pulau yang tidak berpenghuni dan harganya juga cukup murah. Ada apa yang terjadi dengan pulau ini sekertaris Kim,”kata Roki yang merasa ada yang aneh dengan pulau yang akan di jual ini.


“Saya dengar pulau ini sudah tidak dapat menghasilkan barang untuk di jual dan tanaman di sana juga sangat tidak cocok untuk di huni karena perna terjadi kebocoran racun di pulau tersebut akibat penelitian,”kata Sekertaris Kim.


“Penelitian apa yang kamu maksudkan,”kata Roki yang merasa tertarik untuk membelinya. “Saya kurang tahu tuan. Apa ada berniat untuk membeli pulau tersebut,”kara sekertaris Kim yang tahu apa yang dipikirkan tuannya.

__ADS_1


“Jika iya bagaimana, mungkin kita bisa mendapatkan sesuatu yang tidak bisa kita lihat dari pulau tersebut. Beli dengan harga standar,”ucap Roki yang tersenyum licik.


“Baik tuan,”kata sekertaris Kim. Menuggu pulau yang akan di lelangkan Roki melihat daftar barang yang di lelang lagi. Sampai giliran pulau yang di inginkan oleh Roki muncul untuk menentukan harga.


“Hadirin yang terhormat kita lanjut ke barang berikutnya. Barang  selanjutnya adalah pulau Tidak berhuni yang ceritanya kalian sudah dengar. Harga yang akan di lelangkan adalah 500.000. Silakan menawarkan harga untuk mendapatkan pulau tidak berhuni,”ucap pembawa acara.


Semua yang hadir merasa tidak ada yang tertarik dengan pulau tidak berhuni membuat Roki senang dan menyuruh sekertarisnya untuk menawar harga 600.000 untuk pulau tidak berhuni. Semua mata tertuju ke arah Roki dan sekertaris dengan berbagai pertanyaan.”Apa orang itu bodoh kalau pulau itu tidak akan menghasilan apa-apa?,”kata salah satu pengunjung. Tapi Roki yang tidak perduli dengan omongan orang lain tetap menyuruh sekertarisnya membeli pulau tersebut.


“600.000,”ucap sekertaris Kim yang mengankat no 37. Kyoshi dan Morgan melihat kebelakang siapa yang membeli pulau tidak berpenghuni hanya menatap ke arah Roki.


“Bukannya dia Roki,”ucap Morgan. “Iya benar dia Roki teman adik anda. Apa perluh aku sapa mereka,”kat Kyoshi.


“Tidak perluh kamu sapa. Tapi aku tidak tahu kenapa Roki menginginkan pulau tidak berpenghuni yang sudah tidak ada hartanya. Apa lagi tadi mereka juga membeli buku kuno tingkat dasar,”ucap Morgan yang tidak percaya dengan jalan pikiran Roki.


“Apa yang kamu maksudnya,”kata Morgan melihat ke arah Kyoshi.”Pulau tidak berpenghuni memang sudah tidak ada barang berharga dari luar tapi dari dalam belum dijelajah oleh mereka yang dulu pemiliknya,”kata Kyoshi.


“Ada barang bagus apa disana,”kata Morgan.”Tidak tahu,”ucap Kyoshi yang mengangkat kedua tangannya kesamping. “Jika kamu tidak tahu kenapa kamu berkata ada barang yang bagus disana,”kata Morgan yang memukul punggung Kyoshi saking kesalnya.


“Aduh sakit.. aku hanya menebak saja kenapa kamu marah,”kata Kyoshi yang memalingkan wajahnya. Sementara Roki dan sekertaris Kim yang sudah mendapatkan pulau tidak berharga merasa sudah puas dengan kedua barang yang mereka dapatkan. Karena barang terakhir dalam pelelangan akan di pertunjukan Roki ingin keluar. Karena tidak ingin melihat perdebatan yang akan di mulai sebentar lagi.

__ADS_1


“Ayo kita kembali,”kata Roki yang hendak berdiri.”Apa anda tidak ingin melihat buku kuno yang akan di lelangkan setelah ini,”ucap sekertaris Kim. Roki menggelengkan kepalanya yang menandakan kalau dia tidak tertarik dengan buku kuno tingkat dewa yang akan di lelangkan. Karena dia berpikir buku itu tidak pantas untuk dia pelajari karena belum bisa menguasai tingkat dasar dengan baik.


“Tidak ada yang perlu di lihat ayo kita kembali, masih ada urusan yang kita belum selesaikan,”kata Roki yang hendak berjalan.


“Baik tuan,”kata sekertaris Kim. Sampai di depan pintu Roki dan sekertaris Kim dihadang oleh salahtau bawahan Dayati.”Tuan nona ingin bertemu dengan anda,”kata Pengawal Dayati.


“Nona yang mana yang kamu maksudkan,”kat Roki yang tidak tahu.


“Nona yang bersama tuan kami yang ada di depan anda,”ucap Pengawak Dayati. “Jika aku tidka ingin menemui mereka apa boleh. Karena aku masih harus pergi ke rumah sakit jadwal aku periksa wajahku karena sudah tidak tahan sakitnya,”kata Roki yang berbohong.


“Maaf tidak bisa tuan, anda harus ikut dengan kami sekarang jika tidak kami harus melakukan tindakan kekerasan,”kata pengawal.”Tuan bagaimana ini?,”ucap sekertaris Kim yang berbisik.


“Ikuti saja keinginan mereka,”kata Roki yang berjalan di belakang pengawal. Mereka berdua yang berjalan di belakang pengawal sampai di tempat Dayati. “Apa kamu tuan bodoh yang membeli pulau tidak berpenghuni?,”ucap Dayati dengan sombong. Ucapan Dayati yang di dengar semua tamu undagan pelelangan.”Apa maksud kamu berkata seperti itu nona,”ucap Sekertaris yang marah karena tidak terima. Tapi dihadang oleh Roki karena dia tidak ingin mencari masalah dengan Dayati dan selingkuhannya.


“Itu benar apa ada masalah dengan pulau yang tidak berpenghuni yang saya beli, nona,”ucap Roki dengan sopan. “Aku beri tahu kepada kamu ya, pulau itu sudah tidak ada harta yang bisa kamu ambil, bukannya kamu akan rugi dengan mendapatkan pulau yang tidak berharga,”kata Dayati.


“Benar tidak sayang,”ucap Dayati yang bermesraan dengan laki lain.


“Terima kasin atas kata yang diucapkan nona tapi saya memilih pulau itu karena tidak berhaga untuk dijadikan tempat yang akan saya renovasi. Walaupun saya rugi tidak masalah. Jika tidak ada yang ingin nona katakan saya undur diri dulu,”kata Roki yang berjalan meninggalkan Dayati dengan laki itu.

__ADS_1


“Tuan apa tidak apa-apa anda membeli pulau itu banyak tamu yang melihat anda tidak berguna setelah membeli pulau tidak berpenghuni,”ucap sekertaris Kim yang merasa kesal dengan orang yang tidak tahu apa-apa tentang tuannya.


“Untuk apa kamu marah, ada saatnya mereka menghina kita ada saatnya mereka akan menyesali dengan apa yang mereka katakan,”ucap Roki yang sudah di luar gedung pelelangan.


__ADS_2