
Semua yang menuggu datangnya malam apa yang mereka rasakan tidak pernah terjadi. Martin yang sudah melepaskan gelombang jiwanya sampai akhir mendapatkan hasil yang memuaskan. Gelombang jiwa iblis yang membawa segerombolan monster abadi dan mayat hidup lama-lama mulai menghilang.
“Lihat itu,”kata seorang darai pulau hantu.”Ada apa,”ucap Lin. Lin yang melihat kearah yang di tuju oleh seorang bawahan. “Gelombang sudah mulai menipis dan monster abadi dan mayat hidup mulai menghilang. Apa gelombang jiwa yang baru aku rasakan tersebut yang menghancurkan gelombang pertama,"kata Lin menganalisis. Sedangkan Rong Shi dan Ling Yong yang masih dalam hutan merasakan sesuatu yang menyayat hatinya. Setelah merasakan gelombang Martin di lepaskan.”Apa semua ini hanya perasaanku saja,”ucap Rong Shi yang menatap Ling Yong dengan mata bersedih.
Ling Yong yang juga merasakan apa yang dirasakan oleh Rong Shi tidak bisa menghiburnya hanya bisa memeluk dia dalam kesedihan yang sama.”Pasti Martin akan baik-baik saja,”ucap Ling Yong yang memeluk Rong Shi dan meneteskan air mata.
Sementara di tempat lain gelombang iblis yang sudah dibereskan di tempat Roki berada. Ali dan Alex yang sudah merasakan bahwa pelindung ini mulai melemah karena gelombang jiwa sudah dibereskan dengan cepat. Mereka berdua pergi setelah bertemu di satu tempat dimana kapal mereka siapkan untuk berjaga-jaga. “Apa kalian akan pergi meniggalkan aku,”kata Surya yang merasa mereka berdua akan pergi dari pulau. Tapi mereka berdua tidak menghiraukannya mereka berdua menyalakan kepal dan pergi meniggalkan Surya di tepi laut.”Kalian serius meninggalkan aku sendirian,”kata Surya yang kesal.
“Tapi bagaimana kalian akan pergi sementara formasi pelindung masih ada,”kata Surya yang kemudian memikirkan lagi.”Tunggu jika mereka pergi begitu saja bukannya pelindung formasi sudah melemah berati keadaan di luar sudah mulau membaik,”ucap Surya lagi.
__ADS_1
“Tapi mereka berdua pergi kemana, tergesa-gesa seperti itu,”kata Surya yang merasa mereka menyembunyikan sesuatu. Ali dan Alex yang pergi darai pulau dimana markas organisasi tersembunyi mencari keberadaan Martin setelah gelombang di wilayahnya melemah.
Morgan yang merasakan gelombang jiwa Martin setelah melihat Formasinya melemah berati keadaan Martin tidak dalam kondisi baik. Morgan yang sudah menyadari setelah melihat gelombang jiwa yang diberikan menghancurkan formasi saat sudah melemah. Morgan yang masih memiliki aura jiwa setenang pergi menggunakan teleportasi ruang untuk menuju tempat dimana Martin berada.”Jangan sampai kamu mati Martin,”ucap Morgan yang membuka teleportasi portal menuju lokasi Martin.
Sedangkan saat kejadian berlangsung Martin yang masih bertahan untuk menghilangkan gelombang jiwa mempertahankan gelombang jiwa yang dia lepaskan dengan batu kristal pelindung yang diberikan oleh sahabat dewanya. Sampai akhir Martin yang sudah menghabiskan tenaga dan jiwanya menyelesaikan gelombang jiwa dengan sampai di titik awal gelombang muncul.”Apa kamu setelah menghilangkan gelombang jiwa tersebut kamu bisa selamat, tidak kamu akan mati,”kata Vazo yang masih memiliki aura jiwanya.
Tapi Martin yang telah menyelesaikan semua gelombang jiwa dengan gerombolan monster abadi dan mayat hidup. Di tengah jiwa yang dia miliki dia mengeluarkan senjata terakhir untuk mengalahkan Vazo untuk terakhir kalinya dengan kemampuan yang tidak sebanding dengan sisa kemampuan Vazo. “Aku tahu jiwamu sudah habis, tinggal menuggu kamu mati di pedangku,”kata Vazo yang berjalan menuju Martin yang sudah tidak berdaya. Martin yang sudah tidak memilki apa-apa hanya tersenyum.”Apa kamu kira kamu bisa membunuhku, jangan bermimpi langit masih menyayangiku,”kata Martin yang melihat langit sudah bersih kembali.”Berapa lama waktu yang sudah aku kuras untuk menghancurkan gelombang jiwa ini adalah terakhir aku akan melihat wajah busuk kamu Vazo,”ucap Martin dengan tajam dan dingin.
Martin yang sudah muntah darah dan luka di tubuhnya semakin terlihat. Darah bercucuran di tubuhnya karena menahan serangan Vazo. “Sudah aku bilang kamu akan mati di hadapanku, jangan sia-siakan tenaga kamu,”ucap Vazo yang bahagia. Setelah berkata seperti itu Vazo muntah darai dan serangannya berhenti.”Apa yang terjadi kenapa aku merasa sesak,”ucap Vazo. Martin yang bangkit dari serangan Vazo menghampirinya dan mengambil kristal hitam iblis.”Aku ambil ini,”kata Martin yang menghancurkannya dengan sisa jiwa yang tinggal sedikit. Vazo yang mencoba menghalangi Martin menghancurkan kristal hitam Iblis hanya bisa berkata,”Kamu..”
__ADS_1
“Tunggu sebentar lagi nyawa kamu akan di ambil ahli oleh racun yang telah aku tanam pada dirimu,”kata Martin yang mengeluarkan senjatany.”Selamat tinggal Vazo,”ucap Martin yang menebas kelapanya dengan pedang yang berlumur racun kristal es hitam.
Setelah menebas leher Vazo, Martin melihat sekitarnya dengan sisa tenaga yang dia miliki apa semuanya sudah aman sampai dia menutup matanya terakhir kalinya dan jatuh darai langit menuju dasar laut yang dingin.
“Byuur,”suara Martin terjatuh ke dalam laut yang dasarnya tidak terlihat. Martin yang merasakan benturan air dengan mata yang masih terlihat kecil dengan cahaya yang mulai memudar di sekitarnya. Martin merasakan dingin air yang menusuk tubuhnya dengan rasa sakit yang dia rasakan. Tubuhnya yang mulai melemas dan tidak memilki tenaga untuk berenang keatas permukaan hanya bisa pasrah. Dengan hati yang berharap kedua kakaknya akan baik-baik saja. Senyum di wajah Martin yang sudah tidak berdaya hanya bisa merasakan arus air laut yang dingin. Tenggelam dalam laut yang dingin Martin yang sudah tidak bisa merasakan apa-apa tiba-tiba mendengar suara Morgan yang datang menarik tangannya. Tapi Martin yang mulai kehilangan kesadaran tidak bisa menjawab teriakan Morgan dia perlahan tenggelam dalam arus air.
Dingin menyelimuti hari itu dengan keberhasilan yang dimenangkan oleh Martin. Dengan tubuh yang sudah tidak bisa digunakan lagi.”Aku lelah, aku ingin tidur di tempat ini,”kata Martin yang menutup mata seperti mimpi.
Suara orang yang jatuh kedalam laut berenang menuju ke arahnya. Dalam pikiran Martin,”Siapa dia?.”
__ADS_1
Martin yang tidak bisa melakukan apa-apa hanya bisa tengelam di dasar laut. Sampai dia merasakan uluran tangan yang hangat menarik tangannya. Martin yang tidak tahu apa yang terjadi hanya bisa pasrah dengan uluran tangannya sampai dia tenggelam dalam cahaya yang dia tidak ketahui. Dalam mimpi yang indah dia membuka matanya karena mendengar suara wanita baru baya yang tidak asing baginya. Martin membuka matanya dan melihat cahaya putih dan hangat dengan bunga yang berterbangan.”Apa kamu sudah bangun anakku sayang,”ucap wanita paru baya. Martin melirik kearah suara wanita tua tersebut dan meneteskan air matanya dan memeluknya yang penuh kehangatan. Wanita tersebut juga membalas pelukan Martin,”Kamu harus kembali Mola dan Meli pasti khawatir dengan kamu sekarang putraku.”