Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pulau Tidak Penghuni 9


__ADS_3

Kondisi yang sudha stabil Roki kembali ke vila yan sudah dibangun ulang dengan sistem pertahanan teknologi dan beberapa formasi. Roki yang tidak tahu siapa yang memasang formasi ini hanya bertanya kepada Kim.”Siapa yang memangsang formasi?,”kata Roki.


“Dia adalah kakak Kyoshi tuan,”ucap Kim.”Kakaknya Kyoshi yang memasang formasi ini,”kata Roki.


“Iya apa ada masalah,”kata Kim.”Tidak ada aku hanya ingin berterima kasih karena mereka telah menolongku,”kata Roki.


Waktu yang di tunggu telah tiba dengan persiapan yang sudah di arahkan menuju pelabuhan X. Roki dan yang lain yang pergi ke pulau tidak penghuni berjumlah 6 orang. Yamato yang tidak ikut dalam penyusuran pulau menjaga vila dan perusahaan jika terjadi sesuatu.


“Aku akan pergi kamu tetep disini mengawasi semuanya,”kata Roki.


“Saya mengerti tuan,”kata Yamato. “Kalian harus menjaga tuan muda dengan baik jangan sampai dia terluka apa kalian mengerti,”ucpa Yamato kepada Kim dan yang lan.


Setelah Roki dan yang lain berangkat menuju pelabuhan Koto dan Kokoro datang bersama dengan Kyoshi.”Yamato, lama tidak bertemu denganmu. Bagaimana kabar kamu?,”ucap Koto dari depan. “Tuan muda anda kenapa bisa ada disini bukannya seharusnya ada di pelabuhan,”kata Yamato yang menghampiri mereka bertiga.


“Itu benar kami ingin pergi ke pulau. Hanya saja aku minta tolong,”ucap Kokoro.”Minta tolong apa tuan muda,”kata Yamato.”Ini dia,”ucap Kyoshi yang manarik  Fira.”Nona Fira,”kata Yamato.”Hallo  paman Yamato, sudah lama ya tidak bertemu,”ucap Fira.


“Kenapa nona ada di sini. Bagaimana kalau tuan besar tahu kalau nona kabur lagi,”kata Yamato yang mengambik ponsel untuk memberitahukan kepada tuan besar. Tapi dihalangi oleh Koto,”Kamu tidak usah memberitahukan tuan besar. Aku sudah memberitahukannya. Kalau Fira akan bersama kamu saat kami tidak ada di negara J,”kata Koto.


“Apa maksud tuan muda,”kata Yamato.”Dia bisa menolong kamu dan kamu juga bisa membantu dia menjaga kesehariannya. Bukannya imbang,”kata Kyoshi.


“Tuan muda seperti biasa mengatakan yang saya tidak pahami,”ucap Yamato.”Intinya aku akna tinggal dengan paman Yamato. Untuk ayah tidak usah khwatri,”kata Fira. Yamato menghela nafas dan menerima tawaran yang diberikan.


“Tuan muda, saya ada permintaan saat anda pergi ke pulau,’ucap Yamato.


“Kamu tidak usah khawatir aku akan menjaga tuan kamu sekarang,”kata Koto yang berjalan meninggalkannya bersama keduanya. Setelah mereka bertig pergi Nona Dayati datang bersama pengawal.”Roki keluarlah sekarang, kamu dimana?,”ucap Dayati.


Fira dan Yamato yang hendak ingin masuk ke vila terhenti karena teriakan seorang wanita. Mereka saling memandang karena tidak tahu siapa yang berteriak.”Siapa itu paman?,’ucap Fira.

__ADS_1


“Dia adalah tunangan Roki,”kata Yamato.”Tunangan tapi kok kayak preman,”ucap Fira.”Nanti aku akan jelaskan,”kata Yamato yang keluar dan bertemu dengan Dayati. “Nona Dayati ada apa anda datang ke sini,”ucap Yamato.


“Dimana Roki sekarang suruh dia keluar,”kata Dayatai.”Maaf nona tuan sekarang tidak ada di vila dia sekarang ada urusan bisnis diluar,”kata Yamato.”Aku tidak percaya,”kata Dayati yang menerobos masuk dan mengobrak-abrik vila.


“Kamu siapa datang menghancurkan perabotan orang lain,”ucap Fira darai lantai 2. Dayati menoleh ke arah suara dan melihat Fira.”Siapa kamu ada di vila RoKI,”ucap Dayati. “Tamu,”ucap Fira.


“Pasti kamu ingin mengambil bekas tunanganku ya. ambillah aku tidak butuh dia lagi, wanita ******,”kata Dayati yang menyuruh mereks keluar. Sebelum Dayati pergi dia berkata,”Bilang kepada cowok yang tidak tahu dirimu untuk membatalkan tunangannya. Karena aku sudah ada penggantinya,”kata Dayati.


“Ok. Jangan menyesal dikemudian hari ya kakak cantik,”kata Fira yang turun dari lantai 2.”Paman ini bagaimana sekarang rusak,”kata Fira yang membantu paman Yamato memberisihkan barang yang berserakan.


“Kamu tidak usah khawatir,”kata Yamato. “Tapi siapa dia?,”kata Fira sambil menunjuk orang yang sudah pergi.


“Dia adalah Dayati. Nona pasti sudah tahu bukan,”kata Yamato.”Dayati dari keluarga Daya,”kata Fira.


~ ~ ~ ~ ~ ~ ~~  ~


“Mereka terlambat, mungkin sebentar lagi sampai,”ucap Morgan.”Kalian datang tidak bersama-sama apa terjadi sesuatu,”kata Roki.


“Tidak ada,”kata Morgan. “Bagaimana kondisi kamu. Apa sudah membaik,”kata Morgan.


“Aku sudah membaik berkat pertolongan kalian. Terima kasih telah membawaku ke rumah saki,”kata Roki dengan sopan. Morgan hanya tersenyum sampai ketiga orang yang di tunggu telah tiba.”Maaf menuggu lama,”kata Kokoro.


“Tidak,”ucap Roki.”Ayo kita pergi sekarang semua sudah dimasukkan ke dalam kapal,”kata Roki yang berjalan menaiki kapal. Mereka berempat mengikuti Roki dari belakang dan perjalan dimulai menuju pulau tidak penghuni.


Satu hari telah berlalu di dalam kapal, dua hari yang sudah dilewati sampai hari ke empat mereka sampai di pualu tidak penghuni. Dimana mereka akan menjelajahi pulau. Aura yang dipancarakan oleh pulau membuat Roki menyadari kalau ada sesuatu yang tidak bisa diprediksi akan datang di pulau yang mereka akan injak.


Apa mereka akan bertemu musuh atau mereka akan bertemu keberuntungan yang tidak bisa dibayangkan akan diketahu setelah penyusuran dilakukan oleh Roki dan kawan yang lain. “Apa kamu merasakannya?,”ucap Kyoshi.”Jadi kalian juga merasakannya,”kata Roki menoleh ke belakang.

__ADS_1


Mereka bertiga hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.”Mau lanjut atau batalkan,”kata Morgan. “Tentu saja harus dilanjutkan tidak mungkin kita akan mendapatkan apa-apa setelah beberapa hari perjalan hanya melihat saja,”kata Roki.


Satu demi satu daerah pulau mereka jelajahi tapi tidak menemukan apa-apa sampai di daerah sebelah lain mereka merasakan hawa pembunuh yang datang.”Hati-hati ada yang tidak beres dengan daerah di depan kita,”ucap Koto yang merasakan.


“Aku akan memeriksanya,”kata Kokoro yang maju ke depan untuk memeriksa. “Kamu mencium sesuatu tidak,”kata Roki.


“Apa yang anda maksukkan tuan,”kata Kim yang tidak merasakan apa-apa.


“Bau darah,”kata Kyoshi.


“Darah kata kamu,”ucap Roki.”Iya sepertinya di depan terjadi pertarungan yang mengakibatkan pertumpahan darah,”kata Kyoshi.


“Apa itu Kokoro yang terluka. Kita harus memeriksanya,”kata Roki.”Untuk apa,”kata Koto. “Bukannya dia adalah sudara kalian tapi kenapa kalian tidak perduli,”kata Roki.


“Mau perduli atau tidak beginilah ikatan persaudaraan kami bertiga. Kamu tidak usah khawatir dia akan baik-baik saja,”kata Kyoshi.


“Itu benar kita istirahat saja di sini karena kakiku sudah sakit,”kata Koto.


“Mustahil kaki kamu sakit draai tadi kamu di gendong oleh Surya,”kata Kyoshi.


“Kenapa kamu tidak suka kalau aku memeluk Surya,”kata Koto yang memeluk erat. “Kalian bisa tidak jangan libatkan aku,”kata Surya yang menurunkan Koto di punggungnya.


Kyoshi yang memalingkan wajahnya karena tidak ingin melihat Surya. “Kenapa kamu,”kata Surya yang merasa bersalah.


“Apa yang kalian rubutkan,”kata Kokoro yang berlumuran darah. “Kamu mandi darah ya,”ucap Koto memandang Kokoro.


“Ada hal yang menarik, mau lihat. Ikut denganku sekarang,”kata Kokor yang menunjukan arah kepada mereka. Dimana Kokoro bertemu dengan hal yang tidak bisa dibayangkan.

__ADS_1


__ADS_2