Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pendekatan 2


__ADS_3

Setah malam itu mereka berdua yang secara terang-terangan saling menatap. Kakek yang melihat hanya bisa bahagia kalau mereka berdua ada kedekatan satu sama lain. Apa yang diharapkan oleh kakek yang sudah sebagain terpenuhi jika mereka berdua menjalin hubungan cinta. Tapi kakek yang masih memikirkan apa yang terjadi pada malam itu membuat dia penasaran bersama dengan kedua sekertarisnya.


“Apa yang tuan besar pikirkan sampai seperti itu anda memikirkannya,”ucap Kim yang ada didekatnya.”Hanya berpikir apa yang telah terjadi kepada mereka berdua sampai mereka memperlihatkan kedekatan seperti itu,”ucap kakek.


“Mungkin saja tuan muda sudah mulai membuka hatinya untuk nona Fira,”kata Kim.”Itu bisa jadi,”kata Kakek yang berharap terhadap hubungan mereka berdua.


“Aku tidak sabar untuk melihat cucu kecilku lahir,”kata kakek yang berangan-angan. Sampai Roki datang yang melihat kakeknya berhayal membuat dia penasaran.”Kek apa yang kamu pikirkan,”ucap Roki dari belakang.


Kakake tidak sadar mengatakan,”Kapan kalian memiliki momongan?.” Mereka berdua yang mendengar merasa terkejut dengan kata yang dilontarkan kakek.”Apa yang membuat kakek berkata seperti itu?,”ucap Roki.


Kakek yang kembali sadar berkata kepada Roki,”Aku berkata apa sampai kamu berkata seperti itu?.”


“Kakek linglung ya atau pura-pura tidak tahu,”ucap Roki yang merasa curiga dengan ucapan kakek barusan.”Kamu kira kakek sudah pelupa,”kata kakek.


“Habis ucapan kakek tadi membuat kita tersinggung,”kata Roki sedangkan Fira yang hanya terdiam malu mendengarnya.


“Memang kakek berkata apa? Kakek tidak ingat,”ucap kakek yang tidak tahu.”Apa benar kakek tidak ingat,”kata RokI. Kakek hanya menggelengkan kepalanya sampai mobil sudah didepan mereka bertiga.


“Tuan sudah waktunya berangkat,”ucap Yamato. Roki menghela nafas sampai mereka bertiga masuk ke dalam mobil yang akan menuju ke keluarga Brata.


Mereka yang sudah siap dengan penjagaan yang sudah disiapkan menuju ke keluarga Brata dimana mereka akan menghancurkan semua prangkap yang mereka buat pada malam ini.


“Apa kamu baik-baik saja,”ucap Fira yang gelisah. Roki menatap ke arah Fira yang penuh dengan kegelisahan.”Aku baik-baik saja kamu tidak usah khawatir,”kata Roki dengan santai.


“Tuan semua sudah pada posisinya. Sudah waktunya kita pergi,”kata Yamato.”Kita berangkat sekarang,”ucap Roki.


Kakek yang hanya tersenyum biasa dengan rasa sakit yang ditahan karena rasa diabaikan dan dihancurkan semua usahanya karena anaknya sendiri yang merasa iri dengan adiknya yang mendapatkan perhatian khusus.”Kek,”ucap Roki yang tersenyum.

__ADS_1


Kakek melihat ke arah Roki dengan tersenyum dia melihatnya.”Jangan dipaksa kalau memang tidak bisa. Lebih baik dilepaskan saja jangan sampai nanti kakek sakit,”ucap Roki.


“Itu benar kek. Aku selalu menjaga kakek disisi anda. Jadi jangan takut,”ucap Fira yang lembuta. Kakek yang melihat mereka yang bagaikan permata yang penuh dengan kehangatan membuat kakek merasa lega ada disisi mereka berdua. Sampai kakek berkata,”Kapan kalian akan menikah?.”


Fira dan Roki saling memandang satu sama lain sampai mereka memalingkan wajah mereka karena malu.”Kalian sudah sampai mana pacaranya?,”ucap kakek yang mengintograsi mereka berdua.


“Apa yang kakek maksud aku tidak paham,”ucap Roki yang berpura-pura.”Jangan bohong kakek sudah tahu kalau kalian saling menyukai dan diam-diam kalian menjalin hubungankan,”kata kakek dengan wajah serius.


“Sudahlah kek,”kata Fira yang sudah malu.


“Kakek sudah jangan membuat Fira malu seperti itu,”kata Roki yang membela. Kakek tersenyum melihat Roki yang membela Fira. Sampai Roki mendapatkan pesan dari Izam yang memberitahukan kalau mereka akan menyerang kami jika aku datang ke acara pesta.


Kakek yang melihat raut wajah Roki yang berubah bertanya kepadanya,”Kenapa kamu?.” Roki melihat ke arah kakek dan Fira. “Temanku memberitahukan kalau acara pesta ini akan tragis jika kita ikut dalam pesta,”ucap Roki.


“Apa itu Izam,”ucap Fira yang tahu temannya siapa saja.”Itu baner,”kata Roki. “Bukan kamu sudah tahu kalau akan terjadi jika kita datang atau tidak ke pesta bukan,”kata Kakek.


Di tempat lain Izam yang mendapatkan pesan hanya bisa terdiam dan berdoa agar Roki baik-baik saja bersama dengan Martin yang tidak tahu kemana dia sekarang. “Apa yang kamu pikirkan Izam,”kata Terko dari belakang.


“Tidak ada hanya ingin tahu dimana mereka sekarang. Setelah apa yang aku lalukan,”ucap Izam yang merasa menyesal.


“Untuk apa menyesal sekarang mereka juga baik-baik saja dan ini semua bukan salah anda bos,”kata Mizuki.”Aku tidak tahu bagaimana kalian masih hidup dan muncul saat Roki berkata kalau ada yang datang ingin bertemu denganku,”kata Izam yang ingin tahu.


“Bos mungkin tidak tahu. Saat kejadian aku diselamatkan oleh Rendi dan dia membawaku ke tempat Roki. Roki yang menyelamatkan kamu berdua dari kejaran dan secara diam-diam kami mengawasi pergerakkan anda,”kata Mizuki.


“Aku juga tahu setelah bertemu dengan Roki di perusahaannya. Tapi kabarnya Roki sudah kehilangan semua aset keluarganya,”kata Terko.


“Apa yang kalian maksudkan?,”kata Izam.”Apa anda tidak tahu kalau Roki dan kakeknya sudah diusir dari keluarga Brata,”kata Mizuki. Izam menggelengkan kepalaya,”Sejak kapan?.”

__ADS_1


“Sudah 3 bulan jika tidak salah. Tapi karena itu juga Roki membangun usahanya sendiri dengan mendirikan dua perusahaan di negara J dan K yang di kelolah oleh orang Roki sendiri,”kata Mizuki.


“Bagaimana dia bisa bermusuhan dengan Organisasi Kegelapan Jiwa?,”kata Izam. “Soal itu..,”kata Mizuki yang terdiam.


“Kenapa kamu diam saja,”ucap Izam yang merasa ada keanehandarai sikap yang diberikan oleh Mizuki dan Terko.


“Apa itu berkaitan dengan Roki kehilangan orang tuanya,”ucap Izam yang mengingat saat pertemuan pertama kami di negara K.


“Itu benar karena kedua orang tua Roki yang di bunuh oleh anggota darai Organisasi Kegelapan Jiwa dan pamannya yang merupakan saudaranya juga berkhianat dengan bersekongkol dengan Organisasi Kegelapan Jiwa hanya untuk mendapatkan aset dari kakek Roki yang sudah bersusah payah dia dapatkan,”kata Mizuki.


Izam terdiam mendengarnya hingga dia menghela nafas.”Kalau Martin kenapa dia bermusuhan dengan Organisasi Kegelapan Jiwa,”kata Izam.


“Untuk soal itu aku hanya bisa tahu sedikit saja,”kata Mizuki.


“Apa penyebabnya?,”kata Izam.”Penyebabnya hampir sama dengan Roki kehilangan orang tuanya dan saudaranya. Pasti anda sudah tahu siapa sudara Martin bukan,”kata Mizuki.


“Aku tidak bisa percaya waktu itu kalau Ezan adalah saudara Martin dan Morgan juga kakaknya. Aku tidak mengerti?,”kata Izam yang berpikir.


“Morgan memang kakak laki-laki Martin karena suatu hal mereka berpisah,”ucap Mizuki. “Anda sudah tahukan kenapa mereka ingin sekali menghancurkan Organisasi Kegelapan Jiwa,”kata Terko.


“Ternyata banyak hal yang tidak aku ketahui tentang sahabatku karena amisiku,”kata Izam yang merasa menyesal. Mereka berdua hanya bisa terdiam melihat Izam dengan wajah cemberutnya.”Apa sekarang aku juga membuat masalah dengan berbelok darai Organisasi Kegelapan Jiwa. Teman dan orang terdekatku juga akan dalam bahaya. Apa yang harus aku lakukan?,”kata Izam.


“Bukan mereka sudah bilang akan baik-baik saja jika kamu melawan mereka  asalkan kamu bisa lepas dari Organisasi Kegelapan Jiwa bukan,”kata Terko.


“Apa akan baik-baik saja,”kata Izam.


Mereka berdua hanya tersenyum yang kemudian menepuk bahu Izam secara bersamaan.”Kamu hanya bisa memulai dengan langka yang baru Izam. Jangan menyesal mereka selalu akan mendukung kamu dari belakang,”kata mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2