Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pulau Tidak Penghuni 8


__ADS_3

Tenang sunyi Roki mengumpulan tenaganya dan kembali ke dunia nyata. Perlahan dia membuka matanya cahaya yang menyilaukan membuat mata Roki menyipit. Roki yang melihat sekitar melihat kedua sekertarisnya yang sedang berjaga bersama dua orang yang dia cari.


Kim yang melihat tuannya membuka mata berkata,”Tuan...tuan sudah bangun.” Yamato menghampirinya setelah Kim sudah didekat tuan muda.”Saya akan memanggil dokter,”kata Yamato. Tapi Roki menarik baju Yamato dan berkata,”Bagaimana dengan kalian, apa baik-baik saja?.” Yamato melepaskan tarikan tuannya dan berjalan keluar ruangan dengan senyuman kalau dia baik-baik saja.


“Sykurlah kalua kalian bagik-baik saja,”ucap Roki yang memandang dinding langir. Setelah Roki di periksa oleh dokter kalau kondisi Roki yang sudah membaik, hanya luka luar yang harus menuggu menutup. Sampai semua selesai di periksa Roki bertanya,”Bagaimana dengan orang lain yang dibawa bersama dengan saya. Apa mereka baik-baik saja?.”


“Anda tidak harus khawatir karena mereka semua sudah pulih dan mereka sedang ada diluar ruangan ini menjaga anda,”kata Dokter.”Aku mengerti terima kasih dok,”ucap Roki. sTiba-tiba Roki teringat satu hal yang membuat dia bertanya kenapa dia bisa ada di rumah sakit. Siapa yang membawa kami ke rumah sakit, karena penasaran dia bertanya kepada mereka yang ada diruangan setelah dokter pergi keluar.


“Siapa yang membawa aku dan kalian ke rumah sakit,”ucap Roki.


“Dia adalah Morgan dan Kyoshi yang membawa anda dan yang lain,”ucap Surya.”Morgan dan Kyoshi, kenapa mereka bisa ada di vilaku,”ucap Roki. “Karena ingin tahu kapan jadwal pergi ke pulau makanya kami mampir ke vila kamu,”kata Morgan yang membuka pintu dari luar ruangan.


Melihat ke arah pintu yang terbuka,”Morgan itu kamu?.” Morgan berjalan menuju ke arah Roki dengan Kyoshi yang ada dibelakangnya.”Bagimana kamu, apa kamu baik-baik saja?,”ucap Morgan. “Kamu yang membawaku ke rumah sakit?,”kata Roki. Morgan hanya terdiam dan tersenyum Kyoshi yang ada dibelakang maju berjalan dan memeriksa nadinya.


“Apa yang ingin kamu lakukan?,”kata Roki yang dipegang tangannya oleh Kyoshi. Nadi yang sudah mulai normal tapi jiwa masih belum stabil Kyoshi yang menatap Roki tersenyum.”Kamu harus banyak istirahat jangan sampai terluka lagi, kamu terlalu ceroboh untuk orang yang baru saja belajar aura jiwa,”kata Kyoshi.


“Apa maksud kamu,”kata Roki.”Bukannya kamu sudah tahu apa yang aku maksud jika kamu sudah membaca buku itu, bukan,”kata Kyoshi yang berjalan ke arah Surya.


“Untuk apa kamu ke sini,”ucap Surya yang merasa agak tidak nyaman didekat Kyoshi.”Kenapa tidka boleh,”kata Kyoshi yang tiba-tiba merangkul pinggang Surya. “Lepas tidak,”ucap Surya yang ingin melepaskan dari rangkulan Kyoshi.


“Kenapa kamu aku hanya ingin mengenal kamu saja,”kata Kyoshi yang mendekat ke wajahnya. Sampai Roki berkata,”Kalian pacaran?.” Kyoshi yang tersenyum sedangkan Surya yang melepaskan rangkulannya dengan paksa.”Tidak,”ucap Surya dengan tegas.


Roki kembali berbaring dan berbicara dengan Morgan.”Cepatlah sembuh baru kita bisa pergi ke pulau,”kata Morgan yang melihat ke arah Kyoshi.

__ADS_1


“Sampai kapan kamu akan memandang dia terus. Ayo kita pergi?,”kata Morgan melihat ke arah Kyoshi.  Morgan menoleh ke belakang dan berjalan menuju pintu sambil berkata,”Aku pergi dulu.” Roki kembali menutup mata tanpa berkata apa-apa. Sedangkan Kyoshi di samping Surya berjalan ke arah pintu menyusul Morgan yang sudah keluar bangunan.


Di luar ruangan Morgan berjalan berdampingan dengan Kyoshi.”Apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku lagi,”kata Morgan. Kyoshi melirik ke arah Moragn dengan wajah bingung.”Apa yang kamu maksudkan, aku tidak paham,”kata Kyoshi.


“Apa benar kamu tidak tahu apa yang kamu sembunyikan,”kata Morgan. “Aku tidak tahu. Jika kamu penasaran dengan Yamato yang menyebutku tuan aku akan jelaskan tapi tidak sekarang. Jika kamu mempersoalkan aku dekat dengan Surya aku hanya bermain-main dengan dia karena sangat manis,”kata Kyoshi.


“Manis,”ucap Morgan yang berhenti berjalan tiba-tiba.”Apa yang manis dari Surya sampai kamu berkata seperti itu,”kata Morgan.”Apa kamu cemburu jika aku dekat dengan Surya,”kata Kyoshi yang berhenti di depan Moragn dan menoleh ke belakang.


“Siapa juga yang cemburu,”kata Morgan yang kemudian berjalan lagi. Kyoshi yang berjalan mengikuti dari belakang sampai di depan rumah sakit.”Kita pergi ke pulau sekarang,”kata Morgan.


Kyoshi terdiam tanpa berkata sampai dia merasakan kalau mereka sedang diawasi.”Apa kamu merasakannya?,”kata Kyoshi.


“Aku tahu,”ucap Morgan. Mereka pergi dari rumah sakit dan pergi ke tempat dimana mereka akan bertemu dengan klain yang lain tanpa menghiraukan orang mengikuti mereka.


Di tempat lain Roki yang kembali ke lautan jiwa untuk mengumpulkan aura jiwa mendapatkan buku baru di lautan bebes yang berdekatan dengan ruang dimensi yang dia buat.”Ini dari siapa lagi?,”kata Roki yang membaca secarik kertas.


“Ohhh aku ingat kamu Roki bukan,”ucap Prisila yang sedang berjalan-jalan.


“Kamu bukannya pacaranya Ezan,”kata Roki. “Pacar, maaf aku istrinya,”kata Prisila.”Istri kenapa kamu datang ke sini. Apa kamu yang memberikan buku ini untukku,”kata Roki.


“Buku apa yang kamu maksud,”ucap Prisila yang tidak paham dengan Roki pikirkan.”Buku ini,”ucap Roki sambil menunjuk ke arah buku yang masih tergeletak.


“Buku ini,”kata Prisila. .”Iya,”ucpa Roki.”Bukan aku mungkin dari orang yang kamu kenali,”kata Prisila yang melewatinya.

__ADS_1


“Kamu mau kemana,”kata Roki.”Jalan-jalan. Apa ada masalah,”kata Prisila yang berjalan dan meninggalkan Roki.


Roki yang tidak tahu kenapa Prisila bisa datang ke lautan jiwa membuat dia terus bertanya-tanya.”Knepa dia ada disini siapa yang dia ingin ketemui. Apa dia tidak tahu kalau Ezan sudah tidak ada,”kata Roki. Karena panasaran dia ingin mengikuti Prisila tapi saat dia ingin menoleh dia tidak melihat bayangan Prisila.”Dia sudah menghilang,”ucap Roki.


“Aku masuk saja ke ruang dimensi untuk mempelajari buku ini,”kata Roki dalam hati yang berjalan menuju ruang dimensi. Roki yang dudul di dalma dimensi lautan jiwa mempelajari buku baru satu demi satu dia pelajari sampai dia medapatkan mengunpulkan jiwa dengan sempurna.


“Tidak aku sangka waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari buku ini satu bulan. Aku harus kembali ke dunia nyata dan harus menjelajahi pulau,”kata Roki.


Dia membuka mata perlahan yang sudah disambut kedua sekertarisnya.”Tuan anda sudah bangun,”kata Kim. “Bagaimana dengan kalian apa sudha pulih,”ucap Roki yang ingin bersandar. “Semuanya sudah pulih tinggal menuggu tuan saja kembali sehat,”kata Kim.


“Dimana Yamato,”kata Roki.


“Dia ada diluar berbicara dengan Kyoshi yang berkunjung,”kata Kim.


“Kyoshi. Apa bersama dengan Morgan,”kata Roki.


“Tidak tuan dia datang sendirian,”kata Kim. “Tidak biasanya dia datang sendirian,”ucap Roki yang ingin tahu.


Suara pintu terbuka Yamato dan Kyoshi datang bersamaan.”Kamu sudah bangun,”ucap Kyoshi yang menghampirinya.


“Iya,”kata Roki.”Kamu tidak bersama dengan Morgan,”kata Roki yang penasaran.


“Morgan sedang pulau kampung. Jadi aku datang ke sini untuk memeriksa kondisi kamu yang terakhir kali,”kata Kyoshi. Nadi yang kembali normal dan aluran darah yang sudah stabil bersamaan dengan aura jiwa uang sudah stabil.”Bagaimana,”kata Roki.

__ADS_1


“Kamu tidak usah khawatir kondisi sudah baik,”kata Kyoshi. “Jika memang sudah membaik, beritahu kan kepada Morgan tiga minggu lagi ke temuan di pelabuah x untuk pergi ke pulau,”ucap Roki.


“Aku mengerti nanti aku sampaikan. Jika tidak ada lagi aku akan pergi,”kata Kyoshi.


__ADS_2