Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Identitas Baru 2


__ADS_3

Mikhail yang datang menghampiri mereka bertiga menyapanya,”Apa kabar?.” Keri yang melihat sikap Mikhail merasa risih dan berkata,”Kamu sedang sakit.” Mikhail yang mendengar hanya memberikan wajah tidak senang kepada Keri.


“Apa tugas kamu sudah selesai datang kesini,”ucap Ali. Mikhail duduk di tempat yang kosong dan menyandarkan dirinya pada meja yang ada dihadapannya. Mereka hanya melihat saja dengan sikap yang ditunjukan oleh Mikhail.”Kenapa kamu,”kata Alex.”Wilayah bagian selatan mendapatkan serangan tiba-tiba dari tentara lama,”kata Mikhail.


“Apa masalah tentara masih belum selesai sampai sekarang,”ucap Ali. Keri dan Mikhail hanya menggelengkan kepalanya yang menandakan kalau masalah lama belum selesai.”Kalian bukannya sudah tahu musuh yang selalu menginginkan pulau ini,”kata Keri.”Aku tahu kalau mereka menginginkan pulau ini tapi apa yang mereka inginkan dari pulau bunga persik,”kata Alex.


“Mereka menginginkan harta yang sudah ada di pulau bunga persik,”ucap Morgan. “Kamu sudah bangun,’”ucap Ali.”Kenapa kamu tidak membangunkanku jika kamu masuk kedalam kamar,”kata Morgan.”Aku tidak ingin mengganggu kamu,”kata Alex.


“Bagaimana dengan Martin,”ucap Mikhail. Morgan hanya menggelengkan kepalanya,”Apa kamu tidak ingin kembali ke tempat Roki?.” Ali dan Alex terdiam hingga angin berhembus,”Untuk apa kembali jika dia saja tidak tahu kabar sahabatnya sendiri sedang berbaring tidak berdaya.”


“Karena dia juga yang membuat kita terlambat membuat formasi jika tidak kami tidak akan membuat Martin membantu kita,”ucap Alex. Morgan menghela nafas dan berjalan menuju ke arah bunga mawar yang bermekaran. “Angin yang sejuk dan nyaman,”kata Morgan yang menikmati taman waktu itu.

__ADS_1


Sementara Martin yang sedang berusaha mengumpulkan tenaga membuka mata untuk pertama kalinya. Tapi apa yang dia lakukan Martin tidak mengingatnya yang dia ingat hanya nama untuk rekan dan keluarga dia tidak mengingat apa-apa. Martin yang melihat sekitar merasa asing dengan pemandangan yang dia lihat.”Ini dimana,”ucap Martin yang memegang kepalanya. Martin yang merasa pusing hanya bisa bersandar di kasur sambil melihat keluar jendela. Martin yang melihat suara ramai melihat kebawah dan menatap dengan wajah penasaran.”Siapa mereka,”kata Martin yang bingung.


Morgan yang merasakan dirinya diamati dari atas menoleh kebelakang dan melihat sosok orang yang dia tunggu untuk bangun. Air mata menetes di wajah Morgan saat dia melihat adiknya telah bangun dari tidur panjangnya dan sekarang dia melihat kearahnya. Morgan berlari menuju ruang Martin berada. Sedangkan mereka berempat yang melihat Morgan meneteskan air mata sambil melihat kearah jendela kamar Martin.


Karena penasaran mereke berempat menoleh bersama dan melihat kearah atas dan melihat Martin yang menatap kebawah dimana mereka berdua. Tanpa berpikir mereka semua berkata,”Martin.” Mereka berempat sangat bahagia dan menyusul Morgan yang sudah berlari menuju ruangan Martin. Tapi Martin yang melihat mereka hanya bertanya-tanya,”Siapa mereka kenapa mereka langsung berlari saat melihatku. Apa ada yang aneh dengan penampilanku.”


Kebingungan Martin terus terbayang yang membuat dia pusing kembali dan memegang kepalanya. Sampai Morgan membuka pintunya dengan cepat dan berhenti sejenak dan melihat kearah Martin yang menatapnya. Kemudian Morgan berjalan cepat menghampirinya dan memeluknya sambil menangis. Martin yang bingung hanya berkata,”Siapa kamu?.” Tapi Morgan tidak mendengarnya sampai Martin berkata lagi.”Hai kamu lepaskan aku. Kamu siapa sebenarnya,”ucap Martin dengan keras dan kesal. Martin berusaha melepaskan pelukan Morgan yang sangat erat dan kemudian dia memegang kedua bahunya sambil melihat kearahnya dnegan penuh kebahagiaan.”Apa kamu tidak ingat akau Morgan,”kata Morgan. Tapi Martin tidak mengingat namanya hanya mengarahkan kepalanya ke kanan dengan tatapan tidak percaya.


“Aku mengerti dok terima kasih,”ucap Morgan yang duduk di samping Martin.”Jika kamu tidak mengingat apa-apa tidak masalah kamu masih ada aku kakak kandung kamu,”kata Morgan yang mencoba tenang.”Kakakku,”ucap Martin yang merasakan kepalanya kembali pusing.”Aduh ,”ucap Martin yang kesakitan karena kepalanya yang sakit.


“Kamu tidak apa-apa,”ucap Morgan yang khawatir dengan Martin. Martin hanya terdiam dan tersenyum serta menggelengkan kepalanya. Martin yang tidak ingin membuat kakaknya gelisah hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sampai pelayan Bram datang membawa makanan dan minuman untuk Martin.”Pasti tuan muda lapar karena belum makan untuk beberapa tahun ini,”ucap pelayan Bram. Martin yang mencerna kata pelayan Bram mendapatkan dia syok dan berkata,”Beberapa tahun?.”Kamu tidak sadarkan diri sudah hampir satu tahun,”ucap Morgan.”Apa?,”kata Martin yang terkejut.

__ADS_1


“Kenapa aku bisa tertidur sampai satu tahun. Memang apa yang aku lakukan sampai seperti itu, luka apa yang aku derita sampai membutuhkan satu tahun,”kata Martin yang tidak percaya. Mereka semua hanya terdiam dan tidak berkata. Martin yang melihat sikap mereka semua membuat dia sadar pasti ada sesuatu yang membuat mereka semua tidak mau mengatakannya.”Aku tidak akan memaksa kalian untuk menjawabnya, yang penting sekarang aku sudah bangunkan,”kata Martin yang mengubah suasana.


“Bukan tidak ingin bercerita hanya saja bukan waktunya kamukan baru saja terbangun dan mendapatkan luka hilang ingatan. Kami disini tidak ingin membuat kamu terbebani,”kata Ali yang berjalan menuju Martin. Martin hanya melihat sambil tersenyum dan berkata,”Kamu siapa dan kalian semua juga siapa?.”


Mereka satu persatu mengenalkan diri mereka agar Martin tidak takut dengan mereka. Martin yang mendengar merasa senang dengan sambutannya sampai perut Martin berbunyi yang menandakan kalau dia lapar. Semua yang ada diruangan tertawa karena Martin. Marin yang merasa malu hanya terdiam. “Tuan muda sebaiknya makan dulu agar bisa memulihkan tenaga anda yang telah hilang,”kata pelayan Bram.”Terima kasih Pelayan Bram,”ucap Marin dengan sopan.


“Makanlah yang banyak, tapi jangan terburu-buru karena kita tidak akan mengambil makanan kamu,”kata Morgan yang melihat adiknya. Martin hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum sambil menikmati makanan yang ada dihadapannya. Karena lapar dia menghabiskan semua makanan yang disediakan olehnya. “Aku sudah kenyang,”kata Martin yang merasa dirinya mulai lelah dan ingin istirahat.


Morgan yang lain hanya bisa melihat Martin beristirahat setelah dia menghabiskan makanannya.”Aku akan keluar,”ucap Ali. “Aku juga,”kata Alex yang disusul oleh Mikhail, Keri dan pelayan Bram. Sedangkan Morgan yang hendak ingin keluar tidak disangka tangannya masih dipegang oleh Morgan. Dia hanya tersenyum melihat adiknya memegang tangannya. Sambil menuggu dia melepaskannya Morgan membaca buku sampai Martin terbangun.


Morgan yang menuggu sampai dia juga ikut tertidur di samping Martin. Perubahan Martin yang dulu dan sekarang sangat berbeda sampai Ali dan Alex hanya bisa menerima kondisi Martin dengan apa adanya.”Tidak aku sangka kalau Martin kan bangun lagi dengan kondisi dia hilang ingatan,”kata Alex.”Bukannya itu bagus jika dia tidak mengingat masa lalu yang menyedihkan,”ucap Pelayan Bram.”Benar juga  yang kamu katakan Bram,”kata Ali. Mereka semua yang melihat Morgan tersenyum setelah kembalinya Martin marasa lega dengan apa yang terjadi. Tapi tanpa mereka sadari Martin yang hilang ingatan memilki dua sisi yang berbeda yang tidak dia ungkapkan kepada orang lain. Sisi yang dulu dan sisi yang baru untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan menyegel ingatannya untuk beberapa tahun sampai semuanya selesai.

__ADS_1


__ADS_2