Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Jawaban 1


__ADS_3

Selesai pembicaran tentang lubang hitam yang membawa Morgan dan keluarganya tidak lama kemudian Kokoro mendapatkan pesan kalau Martin dan yang lain sudah bangun. Kokoro yang mendapatkan pesan menyampaikan kepada Morgab.”Mereka sudah bangun,”ucap Kokoro.


“Apa kamu yakin mereka sudah bangun,”kata Morgan yang memastikan. “Iya mereka sudah bangun,”kata Kokoro.


“Jika mereka sudah bangun ayo kita pergi ke sana,”kata Morgan yang berdiri. “Bram kamu diluar,”ucap Morgan dari dalam ruangan. “Iya, tuan muda. Ada apa?,”kata Bram.


“Aku ingin keluar kamu jaga pulau ini bersama dengan yang lain dan panggil Eza dan Mikhail ke sini,”kata Morgan sebelum dia pergi meninggalkan pulau. Morgan yang menuggu Eza dan Mikhail datang.”Ada apa Morgan kamu memanggil kami berdua?,”kata Eza.


“Aku ingin keluar pulau kalian tetap di pulau pantau kondisi pulau dengan baik. Jika terjadi apa-apa hubungiku, apa kalian mengerti,”kata Morgan.


“Kami mengerti,”ucap mereka berdua dengan serempak. “Kalian boleh keluar,”kata Morgan lagi.


Mikhail yang sudah keluar tinggal Eza yang masih di dalam karena ingin menayakan sesuatu kepada Morgan.”Kamu ingin pergi kemana?,”kata Eza.


“Pulau obat bertemu dengan Martin,”kata Morgan. “Apa terjadi sesuatu dengan adik kamu,”kata Eza.


“Sebelum penyerangan dia mendapatkan serangan darai organisasi kegelapan jiwa di kediaman Brata dan mendapatkan racun ulat hitam kuno,”kata Morgan. “Dan sekarang bagaimana kondisi adik kamu,”ucap Eza yang khawatir.


“Tidak usah khawatir karena dia sudah bangundari tidurnya kerena penawar racun yang aku dapatkan bersama dengan Zen. Kamu jaga pulau saat aku tidak ada,”kata Morgan yang berdiri dan menuju teras kamar.


“Apa kamu ingin pergi sekarang?,”ucap Eza. Morgan hanya tersenyum dan pergi bersama dengan Kokoro menggunakan portal ruang untuk sampai ke pulau obat.


Waktu yang digunakan sampai di pulau obat hanya tiga menit mereka sampai di depan ruang Martin.”Kita sudah sampai,”ucap Kokoro.


“Aku tahu,”ucap Morgan yang lesuk. Morgan dan kokoro yang masuk ke dalam Martin yang melihat hanya tersenyum.

__ADS_1


“Bagaimana kondisi kamu?,”kata Morgan yang menghampiri. “Seperti yang kamu lihat, tapi kenapa dengan wajah jelek kamu kak,”ucap Martin yang melihat wajah kakaknya.


“Tidak ada hanya kelelahan saja,”kata Morgan Morgan yang sudah ada disamping Martin. ”Bisa kamu keser, kasurnya masih muat untuk dua orang,”kata Morgan. Martin hanya menggeser tubunhya dan Morgan kemudian berbaring di sebelahnya.


“Kamu kakaknya tapi tidak perduli dengan adik kamu ya, dia baru saja siuman tapi kamu malah menyuruh berbagi kasur dengan kamu,”ucap Roki.


“Jika kamu tidak tahu tutup mulut kamu,”kata Morgan yang salah satu tangannya menutup matanya agar bisa beristirahat.


“Apa terjadi sesuatu?,”kata Zen.”Tidak untuk sekarang, hanya saja aku butuh pencerahan,”kata Morgan.


“Pencerahan,”ucap Koto yang melihat Kokoro yang bersama dengan dia ke sini.


“Apa yang terjadi dengan dia,”kata Martin yang melihat ke karah Kokoro. “Kenapa kalian tanya denganku, tanyalah kepada orangnya,”kata Kokoro.


“Tanya dengan dia,”ucap Koto sambil menunjuk.”Ya iyalah sama siapa lagi. Morgan cepat jawab,”kata Kokoro dengan santai.


“Baik sebelum aku cerita apa yang terjadi aku ingin tahu dari Izam dulu,”kata Morgan. “Apa maksud kamu?,”kata Izam.


“Aku ingin tahu apa yang kamu temukan setelah menghancurkan para monster alam semesta yang kamu temukan dengan tuan Firman,”kata Morgan. Izam yang terkejut dengan jawaban yang dilontarkan oleh Morgan.


“Dari mana kamu tahu semuanya,”ucap Izam yang berhati-hati. “Aku tahu dari seorang yang sama di ruangan ini, jawab saja apa kamu menemukan ruang bawah tanah yang lain setelah kamu menghancurkan para monster,”kata Morgan.


Izam menghela nafas sebelum dia berkata,”Apa yang kamu katakan memang benar, aku menemukan ruang bawah yang lain tapi sudah aku segel dan aku hancurkan karena di dalam ruangan itu tempat yang berbahaya.”


“Berbahaya apa yang kamu maksudkan,”kata Morgan yang menuggu jawaban yang lain darinya. “Bahaya karena di dalam adalah tempat mayat hidup tinggal bekas pengorbanan,”kata Izam. “Pengorbanan apa?,”kata Roki.

__ADS_1


“Tumbal pembangkitan iblis karena ada lautan darah disana dan ruang dimana darah mereka semua diambil, tidak hanya itu saja didalam sana terdapat racun yang bisa membuat kira berhalusinasi dan masuk ke dalam lautan darah yang ada dalam gua yang aku temukan,”ucap Izam.


“Apa hanya itu saja yang kamu temukan?,”ucap Tuan Firman. “Semua ada di dalam data yang aku ambil sebelum aku menghancurkan dan menyegel tempat itu,”kata Izam yang memberikan data yang dia ambil.


Mereka semua yang ada didalam ruangan membaca data yang diberikan oleh Izam tidak kecuali Morgan untuk menemukan jawabannya yang dia inginkan. “Apa hanya ini saja yang kamu temukan tidak ada yang lain?,”kata Morgan.


“Untuk sementara hanya itu yang aku temukan untuk tempat yang lain sedang dalam penyelidikan. Di tambah lagi setelah aku keluar dari ruang bawah aku dan rekanku selalu di awasi oleh organisasi kegelapan jiwa. Jadi sangat sulit untukku melakukan gerakkan kecil,”kata Izam.


Setelah Morgan bertanya kepada Izam dia kembali menatap ke arah Roki dengan tajam yang mengisyaratkan untuk memberitahukan semua yang dia ketahui. Roki yang merasakan ada tatapn yang tajam dari Morgan hanya bisa berkata dengan santai.”Kenapa kamu menatapku seperti itu Morgan,”kata Roki.


“Bukannya kamu juga menyembunyikan sesuatu ya,”kata Morgan. Roki hanya menghela nafas,”Kalian ingin tahu bagian yang mana?.”


“Semuanyalah masak hanya sebagian tidak bisa dianalisis tahu,”kata Morgan.”Ok aku akan katakan,”ucap Roki.


“Roki apa kamu juga menyembunyikan sesuatu,”kata Martin yang menatap kearahnya.”Sebenarnya ada dan juga tidak ada,”kata Roki yang tersenyum.”Apa maksud kamu Roki?,”kata Izam.


“Aku tahu saat kedua orang tuaku telah di bunuh oleh organisasi kegelapan jiwa pada saat itu juga aku menyuruh anak buahku untuk mencari tahu apa saja yang dilakukan oleh organisasi kegelapan jiwa,”kata Roki.


“Lau apa yang kamu temukan,”ucap Izam.”Suatu hal yang mengejutkan bagiku kalau organisasi ini memiliki sisi kejam termasuk mengorbankan orang yang ada disekitar mereka,”kata Roki.


“Hal kejam apa yang kamu maksudkan,”kata Martin. “Hal kejam seperti membantai satu desa, dan orang yang akan menjadikan target  mereka sama halnya bawahan kamu Izam dan kedua kakak perempuan kamu Martin,”kata Roki.


“Bukannya itu sudah biasa saja,”kata Martin.”Tidak tapi lokasi dimana aku menemukan kedua kakak kamu aku menemukan suatu hal yang aneh,”kata Roki. “0011 dan 0012 berikan data yang kalian temukan dan hasil yang belum selesai kepada mereka,”ucap Roki.


0011 datang bersama dengan 0012 yang membawa data hasil penelitian. Mereka semua yang membaca data terkejut dengan apa yang ditemukan oleh Roki.”Apa ini semua benar?,”kata Morgan.

__ADS_1


“Seperti yang kamu baca tapi itu masih dalam penyelidikan karena akhir-akhir ini mereka menjaga kawasan itu. Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan, untuk kedepannya,”ucap Roki.


‘Apa maksud kamu, kalau mereka sedang malakukan sesuatu rencana yang besar begitu,”kata Tuan Firman.”Itu baner hanya saja aku tidak tahu rencana apa yang ingin mereka lakukan, itu masih dalam penyelidikan saat ini,”kata Roki.


__ADS_2