
'Ku selalu mencoba untuk menguatkan hati
Dari kamu yang belum juga kembali
Ada satu keyakinan yang membuatku bertahan
Penantian ini 'kan terbayar pasti
Lihat aku, sayang, yang sudah berjuang
Menunggumu datang, menjemputmu pulang
Ingat selalu, sayang, hatiku kau genggam
Aku tak 'kan pergi, menunggu kamu di sini
Tetap di sini
Jika bukan kepadamu aku tidak tahu lagi
Pada siapa rindu ini 'kan kuberi
Pada siapa rindu ini 'kan kuberi, oh
Lihat aku, sayang, yang sudah berjuang
Menunggumu datang, menjemputmu pulang
Ingat selalu, sayang, hatiku…
***
Diiringi lagu anji menunggumu, bersama rintik hujan, membuat hatiku semakin tersayat, oleh keangkuhan seseorang.
Seseorang yang sangat aku cintai dalam diam, seseorang yang selalu menyakitiku dan tak pernah menggapku ada, seseorang yang tak pernah menghargaiku.
Ini kisahku Khalisa Anindra panggil aku icha.
1998
Ini adalah pertama aku bertemu ferry anak tampan yang kebetulan dia tetanggaku, usia kita masih belasan tahun, lebih tepatnya 11 tahun.
Dia begitu manis dan lumayan tampan, banyak anak gadis yang tergila c gila olehnya, diibaratkan kegantengannya itu seperti nabi yusuf a.s.
__ADS_1
Sudah tidak asing dengan cerita nabi yusufkan ?? nabi yang paling tampan diantara para nabi, sampai membuat wanita tergila - gila hingga tak sadar melukai dirinya, tapi bedanya nabi yusuf dan dia itu 180°.
Ferry adalah cowok yang aku rasa berkepribadian ganda, siang dia ramah, malam dia super nyebelin kadang ngeselin dan menjengkelkan.
Suatu siang dia dan kawan - kawanya lagi asik bermain dirumahnya mereka suka tertawa terbahak - bahak aku sendiri gak tahu apa yang dia dan temannya lakukan dan obrolin.
***
Rizal anak bu rt datang bertamu kerumahnya mereka sering bercengkrama, sangat akrab dan sampai pada suatu ketika. kita terlibat cinta segi tak berbentuk.
Bagaikan benang kusut yang tak bisa diurai, saking seringnya kita bersama, tertawa, bercanda, menumbuhkan benih - benih cinta.
Tanpa aku sadari aku telah jatuh cinta pada ferry, tapi ferry tak sedikitpun mengubrisku.
Setiap kali didekatnya jantungku selalu berdetak lebih kencang dari biasanya, darahku seketika terasa dingin bercampur hangat.
"Ngapain sih kamu bengong melulu" ucapannya seraya membubarkan fikiranku.
"Aah ...gak ngapa - ngapain, cuma lagi suntuk aja dirumah gak ada temen" jawabku
"Anak - anak kemana??" tanyanya sembari meneguk sebotol air mineral.
"Sibuk dengan urusan masing - masing" karaku sambil melihat wajah tampannya dan kulit putihnya.
"Apa??" jawabnya yang mendengar aku bicara pelan.
Kita memang sering nongkrong di warung bu watik setiap sore.
***
Hampir 3 tahun kita berteman, seiring jalannya waktu kita beranjak remaja.
dan disisi ini adalah sisi sensitive yang dialami seseorang ketika hendak akan menuju dewasa.
Sebenarnya ferry tahu kalau aku ada rasa padanya, tapi dia terlalu mengangap aku remeh bahkan terkadang menghinaku.
"Kamu pernah nyadar gak sih siapa kamu??, kamu itu gak ada apa - apanya, suka sama aku, kamu hanya cewek gendut yang gak banget, jadi jangan mimpi untuk miliki aku" itulah kata - kata yang selalu aku ingat ketika dia menghinaku.
Disisi lain ternyata Ferry menyimpan rasa suka terhadap temanku bernama tya.
Tya memang lumayan cantik tapi terlalu gampang untuk diajak lelaki jalan, Tya punya pacar namanya Reza, dan reza adalah adik sepupu dari istri kakaknya Ferry yaitu kak Wiyono.
Tya sebenarnya juga memiliki rasa pada Ferry tapi setelah hadirnya Reza dia berubah selera, Reza walaupun dia Bad Boy tapi punya hati yang lembut, dan tidak pernah menghina wanita sedikitpun.
__ADS_1
Suatu hari Tya mengajak aku jalan ke mall T salah satu mall yang ada ditengah kota.
"Ikut aku yuk .. cha" ajaknya.
"Kemana??"tanyaku.
"ke mall, aku janjian sama Reza dan Ferry, kasihan Ferry sendirian entar dikira obat nyamuk, ngelihatin aku sama Reza pacaran, Sekalian kamu nanti bisa pdkt" ucapnya sambil tersenyum kegirangan.
"Ogah.. asal kamu tahu yaa, di kemarin sudah ngehina aku, mau tarok mana nih muka, kesanya aku ngejar - ngejar Ferry, ntar malah besar kepala lagi" tolakku
"Kemarinkan dia mabok, masak sih kamu ambil ati" memberi pembelaan untuk Ferry
"Justru orang mabuk itu jujur ngomongnya real, gak dibuat - buat" sahutku dengan nada kesal.
"pokoknya ikuuuut" kata Tya sambil menggeret tanganku.
Alhasil ikut lha aku menemani dia di mall itu, masih sebel liat muka Ferry yang sok kecakepan, tebar pesona, ya.. aku hanya diam saja.
Melihat Reza yang membeli pop corn di stand makanan bergandengan tangan membuatku iri, "kapan punya pacar kayak gitu baik, penyayang,romantis" pikirku tapi suara Ferry membuyarkan lamunanku."woooy ngayal luuu yeeeee" ucapnya mengagetkanku.
Aku yang mendengus kesal kepadanya, membuat dia makin gencar ngeledekin aku, "jomblo oh jomblo"
ucapnya cengengesan.
"Kayak kamu gak aja ngatain orang" ocehku sedikit sebel.
"gak lha kan yang naksir aku banyak jadi tingal pilih" membanggakan dirinya.
"ciiih" kataku sambil menaikkan bibirsebelah dengan sinis.
Ternyata mereka mau nonton film Dealova,
sesampainya didalam Bioskop, Tya duduk disebelah Reza dan sebelahnya Ferry, sedangkan aku dududuk disebelah Tya.
Filmnya cukup seru, tanpa aku sadari aku mendengar sesuatu, seperti suara binatang berbunyi "ciiittt...ciitt".
"Gila yah ni bioskop jorok banget sih, masak ada curutnya" gumamku, suaranya itu kenceng banget, secara aku takut banget ada binatang itu, soalnya beberapa hari yang lalu ada kasus **** * seseorang kemasukan curut pas lagi pacaran ditaman, "iiiihhh" aku sampai berdigik ingat berita itu.
Lalu aku cari sumber suara itu ternyata... eeeehhh ternyata Tya sama Reza lagi ciuman hot. spontan aku langsung berdiri
"Bangke luu" teriakku. seketika seluruh penonton melihat kearahku, dan menyorakiku. "untung aja tempatnya gelap
coba kalo terang malu aku" kataku dalam hati.
__ADS_1
Ferry disebelah Reza ngakak, "awasss" ancamku sambil mengepalkan tangan.