
Rasa tidak percaya Ariani mengalami kemalangan ini, tak pernah menyangka dalam waktu berdekatan hatinya merasakan sakit. Sakit karena orang yang dicintai memilih yang lain dan kini satu satunya mata pencaharian nya hangus terbakar tak bersisa, tidak ada yang bisa diselamatkannya.
"Tidak... Tidak... warung ku, tolong selamatkan warung ku" Ariani berusaha mendekati kobaran api itu tetapi dicegah warga karena akan membahayakan nya.
Hatinya begitu hancur, Ariani hanya bisa menyaksikan kobaran api itu membakar bangunan warung dengan mata basah dan wajah nelangsa. Apakah ini mimpi? Ariani masih mengumpulkan kesadarannya mengapa ini bisa terjadi pada dirinya. ia yang sedang membutuhkan uang untuk adiknya, dan kini tempat dimana ia mendapatkan uang hangus dalam semalam.
Ariani pulang dengan menggandeng sepeda, ia tidak mampu lagi mengayuh sepeda nya, badannya lemas,pandangannya kosong, raut wajah yang tak tampak ceria seperti biasanya, tidak ada semangat lagi dalam dirinya. Didepan rumah Ibu dan Kirani menantinya, melihat kedua orang yang disayanginya ia tak kuasa menahan air mata dan mereka saling berpelukan dan menangis bersama.
"Ibu, maafkan aku bu. Aku tidak bisa menyelamatkan warung kita. " Ariani meminta maaf pada Ibu, merasa sudah gagal.
"Tidak nak, ini semua adalah cobaan. kita harus mengikhlaskan semua yang sudah terjadi. Jangan menyalahkan dirimu." Ibu berusaha menenangkan Ariani memeluk kedua anaknya. Rasa tak berdaya mereka meratapi kejadian ini, harus merelakan yang telah terjadi. Diseberang jalan ada seorang lelaki yang menyaksikan drama kesedihan keluarga Ariani, lalu ia menelpon seseorang.
"Halo.. "
__ADS_1
"Bagaimana?" suara di seberang
" Saya sudah melakukan apa yang kau minta, jangan lupa kirim uangnya padaku."
"hahaha.. Bagus, baiklah tunggu saja segera akan ku kirimkan plus bonus untukmu." panggilan pun terputus.
Lelaki itu kemudian pergi meninggalkan lokasi, sedangkan seseorang yang tadi ditelpon itu sedang tersenyum puas karena rencananya telah berhasil.
"Kau lihat sekarang Ariani, kau telah berani menolak ku. Kita lihat sekarang,setelah aku membuat warungmu itu hancur, hangus tak tersisa, apa kau masih tetap bisa tetap tersenyum meremehkan ku? aku ingin melihat apa kau akan memohon padaku dan memintaku untuk menikahimu atau kau masih tetap dengan keangkuhanmu wanita sombong." Tomi dibalik semua ini, ia yang ternyata menyimpan dendam pada Ariani karena Ariani sudah menolak lamarannya. Ia menyuruh orang untuk membakar warung milik Ariani karena dengan itu Ariani tidak bisa bekerja lagi, sedangkan Ariani sedang membutuhkan uang untuk pengobatan adiknya, Tomi beranggapan bahwa nanti Ariani akan mendatanginya dan memohon padanya untuk menolongnya dan akan menerima lamaran Tomi. Tomi yang merasa kecewa dengan penolakan Ariani, ia tidak terima, ia beranggapan bahwa Ariani gadis yang angkuh dan tidak baik seperti yang sudah ia bicarakan dengan temannya. Tomi menjelekkan Ariani didepan Ryan karena ia mengetahui bahwa Ariani menyukai Ryan sedangkan Ryan tidak tahu. Tomi yang menyukai Ariani tidak ingin Ryan tahu bahwa Ariani menyukainya karena ia ingin memiliki Ariani.
Matahari siang bersinar cerah tetapi tidak secerah suasana hati Ariani. Ariani masih duduk termenung dibangku teras rumahnya, ia memikirkan apa yang akan ia lakukan setelah ini. Ia sudah tidak memiliki perkerjaan untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya, seketika air matanya menetes.
"Apa salahku? Hingga Tuhan menghukum ku? Aku sudah tidak punya apa-apa. Bagaimana cara aku menghidupi keluargaku?" Ariani memegang kepalanya erat, sakit dan frustasi rasanya ingin mati saja agar beban hidupnya hilang. Ia lalu teringat perkataan temannya yang bernama Indah yang mengajaknya untuk bekerja di kota.
__ADS_1
" Apa aku ke kota saja dan bekerja disana?"
.
.
.
maaf jika ada typo..
Hai..ini karya pertamaku...
mohon berkomentar dengan bijak... 🙏
__ADS_1
pembaca yang baik hati... jangan lupa like 👍 karyaku ini..
Terima kasih... 🙏