Melupakanmu

Melupakanmu
Ariani dan Dirga Bertemu Kembali


__ADS_3

Hari demi hari sudah terlewati, kini Ariani sudah terbiasa menjalani kehidupan barunya di kota.Sudah satu minggu Ariani bekerja menjadi pelayan di sebuah cafe di kota B. Ia bekerja bersama teman Indah yang bernama Sinta, Ariani merasa senang menjalani pekerjaan barunya itu. Ia sudah menghubungi Ibu dan adiknya memberi kabar dengan meminjam ponsel milik Indah, Ariani tidak menceritakan kejadian tak mengenakan yang dialaminya kepada keluarganya agar ibunya tidak menghawatirkan dirinya.


Setiap berangkat bekerja Ariani berangkat bersama Sinta menggunakan bis kota, terkadang Ariani berangkat sendiri jika Sinta diantar pacarnya. Ariani selalu datang tepat waktu ditempat kerjanya, ia bersama yang lain menata dan membersihkan meja cafe terlebih dahulu sebelum cafe dibuka.


"Ariani, tolong taruh vas bunga ini di meja sebelah sana." Manajer cafe tempatnya bekerja yang bernama Dara.


"Baik, Bu." Ariani bersikap sopan pada atasannya itu meskipun Dara memiliki usia yang tidak terpaut jauh darinya.


"Ini daftar menu untuk makan siang, tolong berikan pada Haris agar dipersiapkan. Saya dan suami akan kedatangan tamu. " Dara memberi daftar menu yang dipesan untuk makan siangnya nanti.


"Baik" Ariani mengambil selembar kertas berisikan daftar menu yang harus disiapkan dan memberikan nya pada chef cafe tersebut.


Dara berada diruang kerjanya, ia melakukan panggilan dengan suaminya.


"Halo, sayang. Siang ini kau jadi mengundang temanmu kan?


" Iya, aku sudah menghubungi Dirga dan yang lain untuk datang ke cafe."


"Bima, kau jangan sampai terlambat datang ya. Bantu aku mempersiapkan semuanya."


" Iya Dara sayang, Apapun untukmu." Kemudian mereka mematikan panggilan telepon. Bima dan Dara adalah sepasang pengantin baru, Dara bekerja di cafe milik ayahnya sedangkan Bima bekerja di kantor milik keluarganya.

__ADS_1


Waktu menunjukkan bahwa hari sudah siang dan saatnya mengisi perut yang lapar, Ariani bekerja melayani tamu yang datang di cafe itu, cukup ramai hingga ia terlihat sibuk bekerja berjalan kesana kemari.


Dirga yang akan memenuhi undangan Bima temannya bersiap menuju cafe yang ditentukan. Dirga sudah sampai di cafe milik Dara istri Bima, ia masuk kedalam cafe dan menuju meja, ia sudah ditunggu sang tuan rumah, Bima dan Dara yang sudah berada disana.


"Apa aku terlambat? Maaf aku tidak bisa datang di hari pernikahan kalian, selamat atas pernikahan kalian." Dirga memberikan selamat pada kedua pengantin baru itu.


"Tidak masalah, terimakasih kau sudah datang hari ini. Aku tahu kau sibuk, aku senang kau menyempatkan waktumu untuk datang. Oya, mana yang lainnya." Bima menyambut Dirga.


"Aku tidak tahu, mungkin sebentar lagi." Dan tidak lama Bian pun datang. Lalu mereka mengobrol membicarakan banyak hal. Di sela obrolan itu datang seseorang lagi.


"Hai, maaf sudah lama menunggu." Bella datang dengan anggunnya sepertinya ia juga diundang.


"Kau juga ada disini Dirga? Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu." Bella sumringah melihat Dirga yang juga datang, lalu ia duduk bersebelahan dengan Dirga. Dirga hanya diam melihat ke sembarang arah, malas menjawab pertanyaan Bella.


"Iya, aku senang sekali karena aku dan Dirga baru bertemu lagi setelah terakhir kali saat Dirga menjenguk ibuku yang dirawat. Iya kan Dirga?" Bella berkata seperti itu ingin menunjukkan pada teman - temannya bahwa Dirga sudah mulai membuka hati untuknya. Dan itu berhasil membuat Bima dan Dara saling pandang, sedangkan Bian melongo sendiri.


"Wah, ternyata es kutub itu sudah mencair." Bian meledek Dirga dan membuat Dirga memicingkan mata.


"Aku sudah lapar, mana makanannya?" Dirga mengalihkan pembicaraan dan membuat sepasang suami istri itu terkejut dan kembali pada kesadarannya.


"Oh, maaf. Aku hampir lupa, hehe... Tunggu sebentar." Dara pergi meminta pegawainya untuk membawa keluar makanan yang sudah disiapkan, dan akhirnya makanan pun datang di bawa para pelayan cafe. Dirga yang tadinya biasa saja melihat pelayan pertama menaruh makanan di meja seketika air mukanya berubah setelah melihat pelayan kedua yang mengantar makanannya, Dirga melihat sosok yang sekarang 'Dibencinya'. Ya, Ariani yang mengantar makanan itu ke meja tamu Bima dan Dara. Ariani sendiri pun sama terkejutnya bertemu kembali dengan 'Malaikat penolongnya', dalam hatinya ia merasa bahagia bisa bertemu lagi dengan Dirga, tetapi setelah melihat ekspresi Dirga yang terlihat biasa saja dan cuek seperti tidak mengenalinya, Ariani pun menahan bibirnya untuk tersenyum padanya.

__ADS_1


Apa dia tidak mengenaliku?


Ariani pun kembali dan melanjutkan kerjanya, Dirga yang melihat punggung Ariani pergi mengepalkan tangannya yang berada dibawah meja. Sesekali pandangannya melihat Ariani yang sedang bekerja.


Ternyata dia bekerja disini, aku pikir tidak akan bertemu dengannya lagi.


Dirga yang masih kesal dengan perbuatan Ariani padanya, ingin sekali membawanya pergi dari cafe untuk meminta penjelasan Ariani.


Dan setelah acara makan itu, Dirga pun pulang dan didalam perjalanan hatinya merasa resah dan gelisah, ia masih penasaran dengan sesuatu yang belum terselesaikan. Ariani yang sedang berada didepan cermin toilet melihat pantulan dirinya.


"Mengapa dia diam seperti tidak mengenaliku? Apa karena penampilanku yang berbeda hingga ia tak menyadari bahwa itu aku." Ariani yang berpenampilan berbeda dari biasanya, memakai seragam cafe dan memakai make up tipis dan rambutnya dicepol terlihat lebih segar dipandang. Ariani yang sudah selesai dari kerjanya dan waktu sudah malam, ia akan pulang sendiri karena Sinta dijemput pacarnya. Ariani yang sedang berjalan menuju halte tiba-tiba tangannya ditarik dan mulutnya dibekap seseorang, ia dibawa masuk kedalam sebuah mobil.


"Hmmph... Hmmph..." Ariani yang memberontak tetapi ia kalah tenaga dengan pria yang membawanya.


.


.


.


Hai... readers, mohon support nya untuk author, klik vote dan like 👍 ya... Author sangat berterima kasih dengan kebaikan readers sudah mau membaca karya pertamaku.

__ADS_1


Silahkan kirim komentar yang membangun untuk author agar bisa lebih baik lagi dalam menulis dan berkarya.


💜


__ADS_2