Melupakanmu

Melupakanmu
Ariani dan Dirga


__ADS_3

Pagi hari Dirga bersiap berangkat ke desa tempat Tama bertugas, sebelumnya ia ke rumah Tama terlebih dahulu mengambil apa yang diminta Tama dan pamit kepada paman dan bibinya. Jarak rumah Tama dua puluh menit dari rumahnya dengan mobilnya.


" Dirga berangkat ya."


"Hati - hati dijalan, jangan sampai terlambat datang. Desa itu sangat pelosok, kau sudah mengecek mobilmu?"ucap paman mengingatkan Dirga. " Sudah" jawab Dirga singkat.


" Ya sudah, salam buat kakakmu itu dan cubit dia, hadiah dariku" pamannya yang kesal dengan anaknya yang menyusahkan Dirga. Dirga hanya menjawab dengan senyuman. Kemudian bibi memeluknya " maaf ya, sudah merepotkan mu, nanti di sana kamu refreshing, cuci mata. siapa tau nanti ketemu jodoh. " ucap bibi dengan candaan.


ben**ar juga, meskipun sebenarnya aku malas menemui Tama tapi apa salahnya aku berlibur merehatkan otakku yang penat ini.


Dirga akhirnya masuk kedalam mobilnya dan berangkat menuju desa. Perjalanan yang lama menempuh waktu berjam-jam dilalui Dirga, jika ia merasa lelah berhenti untuk istirahat sejenak sambil mengisi bahan bakar. Dirga sudah hampir sampai di perbatasan desa tapi tiba - tiba ban mobilnya kempes,kemudian apa yang terjadi ternyata dia lupa membawa ban serepnya.


" sial kenapa aku bisa ceroboh seperti ini, apa aku tertular Tama dengan pelupanya? " Dirga merutuki dirinya.


Di lain tempat " Haaciiimm... " Tama bersin hidungnya merasa gatal.


Akhirnya Dirga membawa mobilnya ke bengkel terdekat. " Bang, kalau mau ke desa A dari sini itu berapa lama? " tanya Dirga pada tukang bengkel.


" sekitar tiga puluh menit mas" jawab tukang nya


" masih lama ganti ban nya bang ? "

__ADS_1


" maaf mas kita lagi ga ada stok ban, kita sedang ambil di pusat tapi nunggu sejam baru datang."


Mendengar itu Dirga menjadi kesal merasa harinya sial.


Apa naik aku angkutan umum saja?


Dan akhirnya Dirga yang tidak sabaran memilih naik angkutan melanjutkan perjalanannya dan menaruh mobilnya di bengkel untuk di perbaiki.


Setelah itu ia pun naik angkutan dan hatinya merasa senang juga karena ini menjadi pengalamannya yang menyenangkan ke desa dengan naik angkutan umum.


Hingga hari pun menjelang malam langit di sebelah barat melukiskan cahaya jingga yang indah. Dirga sudah sampai di perhentian angkutan umum itu, yang dekat dengan pasar. Ia pun menelepon Tama, tetapi tidak diangkat panggilannya sudah sampai ke lima kali " Kau dimana? Aku sudah sampai, cepat jemput aku. " ucap Dirga dengan nada kesal.


" Kau mau mati ya?! Membiarkanku sendirian seperti orang hilang, awas kau!! " Dirga marah dan kesal pada Tama, ia langsung mematikan teleponnya.


"Mati aku... aku harus berbuat sesuatu agar dia tidak marah padaku" Otak Tama mencari ide untuk menyelamatkan diri dari amarah Dirga jika bertemu, Tama tersenyum setelah sebuah ide muncul dari otaknya, lalu ia melanjutkan kerjanya.


Dirga dengan terpaksa berjalan kaki menyusuri jalan yang sepi, sambil menunggu orang lewat dan bisa mengantarnya. Ariani sendiri sudah menutup warungnya dan bersiap untuk pulang kerumahnya, seperti biasanya dia pulang dengan sepedanya.


Diperjalanan Dirga melihat seorang gadis sedang mengendarai sepeda dan melewatinya, lalu kemudian dia mengejar gadis itu dan langsung duduk dibelakang sepeda membonceng pada gadis itu.


"Loh.. kok berat ya...?" Ariani merasa bingung, tiba - tiba bagian belakang sepedanya terasa berat seperti membawa beras sekarung.

__ADS_1


"Antarkan aku ke puskesmas" Dirga berbicara dengan nada dingin dan tangannya berpegang pada pinggang Ariani membuat gadis itu membeku.


" Ba.. baik" Ariani yang merasa takut seperti ditodong, ia melajukan sepedanya tanpa menengok ke arah belakang. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat dan mengambil gambar mereka berdua.


.


.


.


.


maaf jika ada typo..


Hai..ini karya pertamaku...


mohon berkomentar dengan bijak... 🙏


pembaca yang baik hati... jangan lupa like 👍 karyaku ini..


Terima kasih... 🙏

__ADS_1


__ADS_2