Melupakanmu

Melupakanmu
Tomi Yang Menjengkelkan


__ADS_3

Keesokan harinya Indah sedang bersiap akan pergi bekerja, Ariani duduk di kasur memperhatikan Indah yang sedang berdandan didepan cermin.


"Kau bekerja dimana? apa tempat kerjamu jauh?" Ariani bertanya perihal pekerjaan Indah.


"Aku bekerja di toko sepatu, dekat kok naik ojek juga sampai, tapi kalau jalan kaki lumayan jauh."


"Oh, apa kau betah bekerja di sana? Apa bos mu orang yang baik?" Ariani yang belum pernah bekerja dengan oranglain ingin tahu dunia kerja seperti apa.


" Aku suka dengan pekerjaanku, disamping gaji yang lumayan dan tempat kerja yang nyaman aku bisa bertemu pembeli yang tampan. Hehe.." Indah yang tertawa renyah mendengar ucapannya sendiri dan Ariani hanya nyengir menampakkan giginya yang rapi.


"Manajer ku orangnya baik namanya Pak Bian, sedangkan pak William pemiliknya itu menurutku menyeramkan jika dia sedang marah. Aku tidak berani berbicara padanya. Kau tahu, mereka itu usianya masih muda dan seperti nya jaraknya tidak terpaut jauh dengan kita tetapi sudah bisa memiliki usaha sendiri. Hebat ya." Indah menjelaskan secara detail kehidupan pekerjaan nya dan memuji bos nya. Setelah mengobrol Indah pun pergi bekerja, sedangkan Ariani tinggal di kontrakan untuk beristirahat karena besoknya akan melamar pekerjaan bersama teman Indah.


Sore hari itu Ryan dan Tomi berencana membeli beberapa keperluan mereka. Mereka berdua berhenti di sebuah toko sepatu.


"Ayo kita ke sana, kudengar Indah juga bekerja di toko sepatu itu. Kita lihat disana barangkali ada yang kau suka." Tomi yang memiliki segudang informasi mengenai temannya.


"Ayo, sepertinya disana banyak pilihan yang bagus." Ryan dan Tomi pun memarkirkan mobil dan akan masuk kedalam toko sepatu tempat Indah bekerja.


Dirga yang sudah selesai dengan pekerjaannya pun akan pulang, lalu Dirga keluar Toko akan menuju parkiran mobil. Dirga berpapasan dengan Tomi dan Ryan yang akan masuk kedalam toko miliknya. Tomi mengingat Pria yang dihadapan nya ini, seperti pernah bertemu sebelum nya.

__ADS_1


*Bu*kankah pria ini yang datang mengacaukan ku di warung kopi itu?


Tomi pun tersenyum sinis dan menghalangi jalan Dirga. Dirga yang merasa dihalangi jalannya berhenti dan diam menanggapi dingin perbuatan Tomi, sedangkan Ryan tidak mengerti apa yang sedang akan dilakukan Tomi.


" Kau keluar dengan tangan kosong? kau hanya cuci mata ya? Aku tidak yakin kalau kau akan sanggup membayar dan membeli barang di toko itu." Tomi melihat penampilan Dirga dari atas hingga bawah, pakaian kasual dan memakai jaket hitam seperti pemuda biasa. Dirga tak bergeming, ia ingat siapa lelaki dihadapannya ini.


" Apa uangmu tidak cukup untuk belanja di toko itu? Kasihan." Beraninya Tomi meremehkan Dirga yang hanya karena baru keluar dari toko sepatu miliknya dan tidak membawa barang belanjaan.


"Apa urusanmu? Mau aku belanja atau tidak itu bukan urusanmu. Lagipula jika memang aku tidak memiliki uang dan tidak sanggup membayar apa kau akan membelikannya untukku?" Dirga mengikuti permainan yang Tomi buat.


"Hah, sudah kuduga kau hanya lelaki pengangguran. Pemalas." Tomi semakin merendahkannya, Dirga mengepalkan tangannya ingin sekali menonjok mulut Tomi tetapi ia tahan dan menarik nafas dalam dan membuangnya berusaha tenang tidak tersulut emosi.


"Ini, lalu bersihkan mulutmu yang kotor itu." Dirga memberikan sapu tangan miliknya pada Tomi untuk membersihkan mulutnya yang dari tadi mengeluarkan kata - kata kotor. Kemudian Dirga pergi meninggalkan mereka dan dari kejauhan masih bisa mendengar kata - kata Tomi yang membuat telinganya panas.


Menjengkelkan sekali...


Sedangkan Ryan yang hanya diam menonton masih mencerna perbuatan Tomi pada Dirga, mengapa Tomi berbuat seperti itu pada orang yang belum ia kenal?


"Sialan..." Tomi yang masih memaki Dirga.

__ADS_1


" Kau kenal dia? " Ryan merasa penasaran akhirnya bertanya.


"Dia lelaki yang ada di foto dan berboncengan dengan Ariani, si gadis penjual kopi itu." Tomi bicara dengan nada merendahkan orang yang ia bicarakan.


Didalam Toko Indah menyaksikan dan memperhatikan interaksi mereka bertiga.


"Sedang apa mereka, Apa mereka sudah saling kenal?" kemudian ia menyambut kedatangan Tomi dan Ryan yang akan membeli sepatu di toko itu.


.


.


.


Hai... readers, mohon support nya untuk author, klik vote dan like 👍 ya... Author sangat berterima kasih dengan kebaikan readers sudah mau membaca karya pertamaku.


Silahkan kirim komentar yang membangun untuk author agar bisa lebih baik lagi dalam menulis dan berkarya.


Terimakasih 💜

__ADS_1


__ADS_2