Melupakanmu

Melupakanmu
Ariani yang Malang


__ADS_3

Dirga melihat Ariani sedang berada di meja Ryan, ia memperhatikan interaksi keduanya. Sepertinya mereka sudah saling kenal, Dirga sampai tidak menyadari ada wanita bersamanya yang sedang mengajaknya bicara.


"Dirga.. Dirga.. Hei, apa kau mendengar ku?" Bella menggoyangkan tangannya di depan wajah Dirga, ia mengejutkan Dirga. Dirga mengerjapkan mata dan kemudian menoleh ke Bella.


"Kau baik-baik saja? kau sedang memikirkan apa?" Bella yang merasa diabaikan, dari tadi Dirga hanya diam mematung sepertinya tidak memperhatikan apa yang ia bicarakan.


" Tidak, kau bicara apa tadi? Aku sedang melihat pengunjung disini, ramai sekali." Dirga mencari alasan agar Bella tidak curiga padanya.


"benarkah?" Bella pun mengikuti arah pandangan mata Dirga yang menuju ke arah meja Ryan bersama Ariani yang juga disitu.


"Sudahlah, ayo lanjutkan saja makanmu. " Dirga meminta Bella untuk melanjutkan makannya, Bella pun kembali makan tetapi pandangannya masih ke meja Ryan.


" Kau bekerja disini?" Ryan bertanya pada Ariani yang terkejut dengan kehadirannya.


"Iya, aku baru beberapa minggu bekerja disini. Kak Ryan mau pesan apa?" Ariani menjawab dan menaruh pensil dibuku kecil bersiap mencatat pesanan, ia ingin segera pergi meninggalkan Ryan. Ternyata Ariani masih gugup, ia belum terbiasa menormalkan perasaan nya bersama Ryan. Setelah mencatat pesanan itu Ariani langsung kabur.


" Hufth... hampir saja, mengapa aku harus bertemu lagi dengannya?" Ariani memegang dadanya yang berdebar, ia menyandar di dinding, lalu ia mengintip Ryan yang sedang memainkan ponselnya dari dapur.


"Dia datang sendiri, kemana tunangan nya?" Ariani masih mengintip hingga pesanan sudah siap dan segera diantar, Ariani membawa nampan berisi makanan yang Ryan pesan. Ketika akan menaruh jus di meja, ada pengunjung yang menyenggol tangannya hingga jus tumpah sedikit dan mengenai tangan Ryan.


"Maaf." Ariani membulatkan matanya dan dengan sigap mengambil tisu dan mengelap tangan Ryan, Ryan terdiam dan memperhatikan perlakuan Ariani yang tiba-tiba perhatian padanya. Ariani membersihkan tumpahan jus itu, namun sebuah tangan menepis tangan Ariani.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?" Elma yang ternyata datang bersama Tomi secara tiba - tiba membuat Ariani dan Ryan terkejut dengan kedatangan nya, suaranya sedikit keras sehingga membuat beberapa pengunjung menoleh ke arah mereka. Ariani pun mundur dan menunduk seperti seorang pencuri yang tertangkap basah.


"kau menggodanya lagi? Sudah ku katakan jangan menggoda calon suamiku." Elma menghardik Ariani.


"Tidak, saya hanya mencoba membersihkan tumpahan jus ditangannya." Ariani mencoba membela dirinya.


"Jangan mencari alasan, aku tahu siapa kau." Elma mendorong Ariani hingga terjatuh duduk dilantai, Tomi membantunya untuk berdiri, ia seolah mencari simpati Ariani padahal di dalam hatinya sebenarnya ia suka melihat pemandangan ini, Ariani yang pasti akan membenci Ryan dan kesempatannya untuk mendekatinya lagi terbuka lebar. Dirga yang melihat kejadian itu dari jauh ia mengepalkan tangannya, ia ingin sekali menghampiri Ariani dan membawanya pergi dari sana tetapi ia urungkan karena Bella sedang bersamanya.


Sementara Ryan juga geram dengan perlakuan Elma pada Ariani, tidak habis pikir bukankah mereka berteman tetapi mengapa Elma tega berbuat seperti itu pada Ariani di depan umum. Ariani sudah tidak bisa menahan air matanya, ia menyesal dengan perbuatannya seharusnya ia biarkan saja tangan itu kotor jika akhirnya berujung dengan keributan dan dianggap seperti wanita rendahan oleh temannya sendiri.


"Maaf nona, Saya mohon jangan membuat keributan disini. Maafkan jika anda merasa tidak nyaman dengan pelayanan kami." Dara datang melerai pertikaian yang terjadi, ia membawa Ariani pergi dari tempat itu. Meninggalkan Elma yang masih mengeram kesal tidak tahu malu membuat keributan di cafe itu.


"Puas kau sudah meluapkan amarahmu? Kau menuduhnya dan menyakiti temanmu sendiri tanpa ingin mendengar alasan nya, jahat sekali. Jangan mengikuti ku." Ryan pergi meninggalkan Elma dan Tomi yang baru saja datang. Elma mencoba mengejarnya dan Tomi sekarang sendirian di cafe itu.


Diruang kerja Dara, Ariani berdiri di depan meja kerja,sedangkan Dara duduk di kursi nya.


"Apa yang terjadi Ariani, bisa kau jelaskan padaku?" Dara sebagai atasannya, meminta penjelasan perihal kejadian yang terjadi barusan.


"Maafkan saya, saya hanya mencoba membantu membersihkan tumpahan jus yang tidak sengaja saya tumpahkan di tangannya." Dara melipat kedua tangan di dadanya, wajahnya penuh selidik.


"Apa kau kenal dengan mereka? Jujur saja Ariani." Dara yang melihat kejadian itu pun berasumsi seperti nya Ariani kenal dengan pengunjung yang membuat keributan di cafe nya.

__ADS_1


"Wanita itu temanku." Sekarang Dara mengerti penyebab keributan itu yang merupakan kesalahpahaman Elma pada Ariani. Dara menghela nafasnya.


" Baiklah, aku mengerti sekarang. Selanjutnya aku meminta kau untuk lebih profesional lagi, jangan membuat keributan lagi, aku suka dengan kerjamu Ariani, bisakah kau menjaga kepercayaan ku?" Ariani menganggukkan kepalanya.


"Terimakasih, baiklah sekarang kau lanjutkan pekerjaanmu." Ariani pun keluar dari ruangan Dara, ia masuk kedalam toilet dan menutup pintu rapat. Ia duduk di sana, air matanya menetes mengingat kejadian yang tidak mengenakan itu, untung saja ia tidak sampai dipecat dari pekerjaannya. Tetapi ia merasa malu karena banyak orang yang menyaksikan kejadian itu, ia juga tidak menyadari ada Dirga yang juga berada di sana melihat dirinya yang di permalukan. Malang sekali nasibnya.


:'(


.


.


.


maaf jika ada typo..


Hai..ini karya pertamaku...


mohon berkomentar dengan bijak... 🙏


pembaca yang baik hati... jangan lupa like 👍 karyaku ini..

__ADS_1


Terima kasih... 🙏


__ADS_2