Melupakanmu

Melupakanmu
Katakan 'Aku mencintaimu'


__ADS_3

Cukup lama mereka saling menatap seolah hanya ada mereka berdua ditempat itu, hingga akhirnya mereka dikejutkan dengan sebuah suara membuat mereka tersadar.


"Kak, mainnya sudah belum. Gantian dong, aku juga ingin main." Seorang anak kecil menganggu adegan saling pandang Ariani dan Dirga.


"Iya, ini ambil." Ariani memberi alat menembak kepada anak itu.


"Aku ke toilet sebentar." Ariani pergi meninggalkan Dirga, Dirga mengikutinya dari belakang.


"Ada apa dengan dadaku, rasanya seperti ada yang ingin meledak. Mengapa aku berdebar saat menatapnya?" Ariani berada didepan cermin, ia merasakan debaran yang sama seperti saat pertama kali bertemu Ryan. Ia memandang wajahnya di cermin, hubungan seperti apa yang ia jalani dengan Dirga saat ini. Ia merasa nyaman bersama Dirga, dengannya Ariani bisa melupakan kesedihannya. Tapi ia tidak ingin terbawa perasaan, mungkin saja Dirga sudah memiliki kekasih dan Dirga hanya menganggap dirinya sebagai teman saja.


Ariani kemudian keluar dan melihat Dirga berdiri menyandar tembok menunggunya, ia menatap Ariani saat menghampirinya membuat Ariani semakin berdebar.


"Sudah selesai?Apa ada sesuatu yang ingin kau beli?" Dirga yang terlihat biasa saja tidak seperti Ariani yang terlihat gugup, ia memang pandai mengendalikan perasaannya.


"Aku ingin membeli ponsel." Dirga langsung berjalan di depan Ariani, kali ini tidak menggandeng Ariani. Ia tidak ingin Ariani tahu sebenarnya jantungnya berdebar di dekatnya. Mereka berhenti di sebuah gerai lalu Ariani memilih ponsel pilihannya.


"Aku mau yang ini." Ariani menunjuk ponsel yang akan dibelinya, lalu si penjual menghitung harga yang harus dibayar.


"Aku haus, bisa kau belikan aku minum?" Tiba-tiba Dirga meminta Ariani untuk membelikan minum untuknya.


"Baiklah, ini. Nanti kau berikan uang ini untuk membayar ponselnya. Aku pergi dulu." Ariani memberikan uangnya untuk membayar ponsel yang dibelinya kepada Dirga lalu ia pergi membelikan minuman.


"Hemm... Aku yang akan mengurusnya." Dirga menganggukkan kepala lalu saat Ariani sudah pergi untuk membeli minum Dirga memasukkan uang Ariani kedalam saku jaketnya, ia kemudian membayar ponsel Ariani dengan uangnya.


Hari mulai malam dan mereka kemudian pulang mengakhiri kencan mereka, Dirga dan Ariani hendak keluar mall menuju parkiran tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Ryan dan Elma yang kebetulan ada di sana berjalan berlawanan arah . Airmuka Ryan berubah melihat Ariani jalan berdampingan dengan Dirga, sedangkan Ariani ingin mundur kebelakang namun ditahan Dirga untuk tetap di sampingnya.

__ADS_1


"Ariani, kebetulan sekali kita bertemu disini." Elma menyapa Ariani namun Ariani hanya tersenyum canggung.


"Aku minta maaf atas perlakuan ku di cafe kemarin, apa kau mau memaafkan ku?" Elma yang ingin mengambil hati Ryan kembali, ia mendekati Ariani dan memegang tangannya meminta maaf bahwa ia menyesali perbuatannya terhadap Ariani, Ariani melihat kearah Dirga tapi tidak ada perubahan ekspresi darinya.


"Tidak apa-apa, aku sudah melupakannya." Ariani pun membalas permintaan maaf, ia memaafkan Elma.


"Terimakasih Ariani, kau memang temanku yang baik. Bagaimana kalau kita jalan bersama, aku ingin mengajakmu makan. Apa kau ada waktu?" Elma mengajak Ariani untuk makan bersama, Ariani sedikit menatap Ryan yang memang sedari tadi memandangnya. Ia merasa tidak nyaman dengan tatapannya.


"Maaf aku tidak bisa, mungkin lain kali saja. Sampai jumpa." Ariani menarik tangan Dirga pergi meninggalkan Ryan dan Elma. Ia kemudian menengok ke arah belakang melihat Elma menggandeng tangan Ryan, mereka berjalan terlihat mesra. Ariani tidak menyadari bagaimana perasaan Dirga sekarang, Dirga cemburu melihat ia terus memperhatikan Ryan.


"Ayo pulang." Dirga menggeret Ariani sampai masuk kedalam mobil, ia menutup pintu mobil dengan keras hingga Ariani tersentak kaget. Dirga kemudian menyalakan mesin lalu mereka meninggalkan mall.


"Dirga, hati-hati jangan mengebut." Ariani mencengkram kuat kursi karena Dirga mengendarai mobil seperti sedang balapan. Dirga tak mengindahkan ucapan Ariani, ia fokus mengemudi dengan hati yang panas. Dirga menghentikan mobilnya di taman tempat mereka bertemu tadi siang, ia keluar dan meninggalkan Ariani yang kebingungan dengan sikapnya yang berubah. Ariani mengejar dan mengikuti Dirga hingga mereka duduk di bangku taman tempat favorit Ariani, Ariani melirik Dirga yang diam pandangannya ke depan menghadap danau.


"Ceritakan semuanya, aku akan mendengarkan." Tiba-tiba Dirga meminta Ariani untuk menceritakan semua tentang kehidupannya .


"Bukan itu, kau menyukai pria itu. Iya kan?" Dirga menengok kearahnya, ia sudah tidak bisa menahan perasaannya. Ariani melebarkan matanya dari mana dia tahu?


"Lelaki yang mana? Aku tidak mengerti maksudmu." Ariani berbicara dengan nada pelan, ia tetap berkilah tidak ingin terbuka dengan Dirga membuat lelaki itu mengeram kesal.


"Jangan membodohi dirimu, aku sudah tahu semuanya. Kau menyukai Ryan kan, teman satu desamu." Ariani terkejut tak menyangka mengapa Dirga bisa tahu, ia merasa tidak pernah menceritakannya pada siapapun.


"Itu, tidak mungkin. Dia sudah sudah bertunangan, kau jangan menduga yang tidak tidak." Dirga tersenyum miring menanggapi sikap Ariani yang keras, kemudian ia berdiri di depan Ariani.


"Baiklah, jika kau tidak ingin berterus terang padaku. Maka aku akan mengingatkan mu dengan sesuatu." Dirga menjentikkan jarinya meminta Ariani berdiri mendekatinya, Ariani tidak tahu apa yang akan dilakukan Dirga, ia hanya menuruti saja. Ariani pun berdiri berjalan mengikuti Dirga yang berjalan mundur hingga Dirga berhenti, Dirga mendorong Ariani kebelakang membuat Ariani terjengkang namun di tangkap olehnya dengan satu tangan.

__ADS_1


"Dirga, apa yang kau lakukan?" Ariani yang takut terjatuh berbicara menatap Dirga yang membisu, Dirga meraih tangan Ariani lalu mengalungkannya ke lehernya. Dirga mereka ulang kejadian saat Ariani mabuk, ia ingin Ariani mengingat peristiwa itu. Mata mereka saling tatap.


"Sekarang kau ulangi apa yang aku ucapkan. Katakan 'Aku mencintaimu'. Ayo katakan." Dirga menyuruh Ariani mengulangi ucapannya, Ariani melebarkan matanya, ia mulai mengingat peristiwa itu meskipun samar.


"Tidak, tidak mungkin." Ariani menggelengkan kepalanya.


"Cepat katakan!" Nafas Dirga memburu, tatapannya sudah siap menusuk membuat jantung Ariani terasa ingin copot.


"Aku mencintaimu." Dengan terpaksa Ariani menuruti kemauan Dirga, ia memejamkan matanya takut tiba-tiba Dirga melepaskan tangannya dan ia terjatuh, Dirga tersenyum mendengar ungkapan cinta Ariani meskipun karena ia paksa. Dirga menatap wajah Ariani yang memejamkan mata, ia mendekatkan wajahnya hingga bibir mereka bertemu. Ariani langsung membuka dan membulatkan matanya karena mendapat serangan tiba-tiba dari Dirga. Rasa bibir ini sama persis dengan mimpinya, jantung Ariani berpacu dan akhirnya Ariani pun mengingat kejadian itu, ternyata itu semua bukanlah mimpi. Ia melihat Dirga sebagai Ryan saat mabuk, menggodanya, mengatakan cinta, berpelukan lalu berciuman panas.


Apa? Jadi, ternyata itu semua nyata bukanlah mimpi? Dan lelaki itu bukan Kak Ryan di mimpiku tetapi Dirga di alam nyata. Lalu ciuman itu? Astaga, apa yang sudah kau lakukan Ariani.


Ariani melepaskan diri dari rengkuhan Dirga, ia mundur kebelakang, ia menatap Dirga yang juga sedang menatapnya dengan nafas yang naik turun.


"Apa kau sudah mengingat semuanya." Dirga ingin memastikan apakah ada sesuatu yang Ariani ingat. Ariani hanya diam lalu menunduk, tidak ada kata yang bisa diucapkannya, hatinya berkecamuk. Jadi Dirga sudah mengetahui rahasia yang ia simpan rapat, lebih parahnya lagi Dirga mengetahui dari dirinya yang mabuk di rumahnya.


Ariani pergi meninggalkan Dirga yang diam mematung menunggu jawabannya, ia berlari menjauh tidak menengok ke belakang. Dirga kemudian menyusul Ariani meninggalkan taman yang sudah sepi karena waktu sudah malam, setibanya di mobil ia tidak mendapati Ariani di sana, ia pikir Ariani pergi dan menunggunya di mobil tetapi ternyata Ariani benar-benar pergi meninggalkannya.


......................


maaf jika ada typo..


Hai..ini karya pertamaku...


mohon berkomentar dengan bijak... 🙏

__ADS_1


pembaca yang baik hati... jangan lupa like 👍 karyaku ini..


Terima kasih... 🙏


__ADS_2