Melupakanmu

Melupakanmu
Kencan Pertama


__ADS_3

Pagi ini Dirga bangun lebih awal, ia tidak bisa tidur semalam karena tidak sabar menunggu pagi datang. Ya, karena hari ini ia akan kencan bersama Ariani, Dirga mengganggap itu kencan meskipun ia belum mengesahkan hubungannya dengan Ariani, ia merasa hubungan mereka sudah seperti sepasang kekasih. Dirga belum menyatakan cintanya pada Ariani, ia hanya ingin menunjukkan rasa cintanya dengan tindakan saja bukan dengan kata-kata. Sementara ini ia lakukan karena suatu saat ia pasti akan menyatakan cintanya, ia juga ingin tahu perasaan Ariani padanya tapi ia takut jika cintanya bertepuk sebelah tangan karena ia tahu Ariani mencintai pria lain. Maka dari itu, misinya saat ini adalah membuat Ariani melupakan Ryan.


"Hai, Dirga. Apa kau sudah siap dengan kencan pertamamu?" Dirga berada di depan cermin berbicara dengan pantulan dirinya.


"Aku sudah tidak sabar menunggu siang." Dirga tersenyum sepanjang perjalanan menuju tempat kerjanya, hatinya berbunga-bunga karena ia akan menghabiskan waktu bersama wanita yang disukainya.


"Apa aku perlu membawakan sesuatu untuk nya?" Dirga memiliki ide untuk memberikan kejutan untuk Ariani nanti.


Disisi lain, Ariani yang berada di kontrakannya sedang di depan lemari pakaian memilih baju yang akan dipakainya pergi bersama Dirga.


"Pakai yang mana? Aku tidak punya baju bagus." Ariani bingung mau pakai baju apa, Indah yang masih berada di sana yang juga sedang bersiap berangkat kerja memperhatikan tingkah Ariani.


"Kau sedang apa di depan lemari?" Indah melihat Ariani yang sedang memilah pakaiannya.


"Aku sedang memilih pakaian, nanti siang aku akan pergi." Indah memilih pakaian miliknya, sepertinya ia ingin meminjamkan pakaiannya kepada Ariani.


"Ini pakai punyaku, memangnya kau mau pergi dengan siapa?" Indah memberikan pakaiannya untuk Ariani.


"Kau memang sahabat yang sangat pengertian. Aku akan pergi bersama Dirga." Ariani memeluk baju yang dipinjamkan Indah.


"Oya? Apa kalian sudah jadian? Aku jadi penasaran seperti apa pria yang bernama Dirga itu, malaikat penolong mu. Apa dia tampan?" Indah merasa penasaran dengan rupa lelaki yang bernama Dirga yang sedang dekat dengan Ariani.


"Tidak, kita hanya berteman. Dia orang yang baik." Ariani membayangkan wajah Dirga, jantungnya berdebar teringat senyum Dirga yang baru ia lihat semalam.


"Baiklah, aku berangkat dulu. Selamat berkencan. Hehe..." Indah yang menggoda Ariani langsung kabur pergi bekerja, Ariani hanya menggelengkan kepala tidak habis pikir dengan kelakuan temannya yang ceria itu.


Hari pun sudah semakin siang, Ariani sudah meninggalkan kontrakannya menuju taman kota tempat janjiannya dengan Dirga. Ariani sudah berada di taman, ia duduk di bangku taman dibawah pohon dekat danau. Sepertinya itu adalah tempat favoritnya, siang hari yang panas tidak menyurutkan Ariani menunggu Dirga.

__ADS_1


"Bagaimana dengan penampilanku? Apa ini tidak berlebihan?" Ariani menilai penampilannya sendiri, ia memakai kemeja kotak-kotak lengan pendek, rok selutut dan sepatu kets pemberian Dirga. Ia juga memberikan make-up tipis di wajahnya.


"Panas sekali." Ariani mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya.


"Mengapa ia belum datang juga, apa dia sedang sibuk?" Ariani masih menunggu kedatangan Dirga. Pandangannya melihat sekeliling taman, dari kejauhan ia melihat sepasang kekasih sedang duduk berdua.


"Ryan, maafkan aku untuk kejadian di cafe kemarin." Elma merangkul tangan Ryan, kepalanya ia sandarkan di bahu Ryan. Ternyata sepasang kekasih yang sedang berduaan adalah Ryan dan Elma.


"Kak Ryan dan Elma, mengapa mereka ada disini?" Ariani bersembunyi dibalik pohon, ia tidak ingin mereka melihatnya.


"Aku tidak suka dia mendekati mu, aku takut kau digoda olehnya. Kau sudah mendengar dia itu perempuan macam apa dari Tomi kan? Ariani itu..."


"Jangan menilai seseorang dari apa yang kau dengar, Ariani itu temanmu. Seharusnya kau yang lebih tahu sifatnya seperti apa." Ryan menyela pembicaraan Elma yang belum selesai, Elma menunduk ia tak habis pikir kenapa Ryan membela Ariani.


"Ryan, aku tahu yang aku lakukan itu salah. Tapi percayalah, semua yang aku lakukan itu karena aku mencintaimu. Maafkan aku." Elma memeluk Ryan, berusaha mencairkan emosinya namun Ryan bergeming. Ariani melihat pemandangan itu, jujur ia merasa cemburu. Meskipun ia sudah berusaha melupakan Ryan namun rasa itu masih ada. Matanya terasa panas melihat Ryan berpelukan.


"Jangan menangis, maafkan aku terlambat datang." Ariani melihat keatas ada Dirga berdiri di hadapan nya, lalu membantunya berdiri. Ariani terkejut dengan kedatangan Dirga yang memenuhi janjinya.


"Aku kira kau tidak jadi datang. Kau membuatku lama menunggumu. Hiks... " Ariani menatapnya dengan berkaca kaca, lalu menangis.


"Maafkan aku." Dirga memeluk Ariani, Dirga tahu sebenarnya Ariani menangis bukan karena menangisi kedatangannya yang terlambat tapi melihat Ryan yang bermesraan dengan Elma.


"Ini, untukmu. cantik tidak?" Dirga memberikan buket bunga mawar putih kepada Ariani, Ariani membulatkan matanya merasa bahagia dengan pemberiannya.


"Cantik. Terimakasih." Ariani menghirup bunga mawar itu, hatinya merasa tenang. Kemudian ia tersenyum pada Dirga.


"Ayo, kita pergi dari sini. Aku sudah lapar, kau jadi mengajakku makan kan?" Dirga memegang tangan Ariani lalu membawanya pergi dari taman. Ariani hanya mengikutinya.

__ADS_1


Mereka kemudian pergi ke sebuah mall yang ada di kota itu, sesuai janjinya Ariani akan mentraktir makan Dirga disebuah restoran cepat saji yang ada didalam mall.


"Kau cari kursi saja, biar aku yang memesan makanan." Ariani diminta Dirga untuk mencari kursi untuk tempat mereka duduk dan makan sedangkan Dirga yang memesan makanan.


" Tapi aku kan yang akan membayar makanannya. Kau saja yang cari kursi." Dirga melotot meminta Ariani untuk menurut padanya, Ariani tak berkutik dengan tatapan Dirga akhirnya ia mengalah saja. Ariani mencari tempat duduk untuk makan dan ia tidak jadi mentraktir Dirga.


menyebalkan sekali, kan aku yang mengajaknya makan tapi mengapa dia yang bayar.


Ariani merasa sia-sia, niat hati ingin membalas kebaikan dengan mentraktir malah dia yang ditraktir. Setelah makan mereka berjalan-jalan disekitar mall, Dirga mengajak Ariani bermain di zona permainan. Dirga mengajak Ariani bermain melempar bola basket.


"Wah, kau hebat! Bolanya masuk terus. Ayo, semangat." Ariani terpana melihat Dirga yang lihai memasukkan bola kedalam ring, ia bertepuk tangan menyemangati Dirga.


"Kau ingin mencobanya, sini." Dirga menarik tangan Ariani mengajak bermain bersama, Ariani pun mencoba bermain dan mereka tampak bahagia bermain bersama. Setelah bermain basket, mereka pindah ke permainan menembak. Dirga tampak fokus dengan permainan itu, Ariani terkesima melihat ketampanan Dirga yang bertambah saat matanya serius mengarah target. Sampai tidak menyadari Dirga memanggilnya.


"Ariani, kau mendengar ku?" Dirga berbicara tapi ia masih bermain.


"Iya,ada apa?" Ariani terkejut, ia pun tersadar.


"Coba ini. Aku akan mengajarimu." Dirga memberikan alat penembak pada Ariani. Ariani tidak mengerti cara memainkannya.


"Aku tidak bisa, aku tidak mengerti."Lalu Dirga berdiri dibelakangnya, ia memberi tahu cara memainkannya. mereka berdiri berdekatan,kepala Dirga menunduk sejajar dengan kepala Ariani.


" Yeay, aku bisa." Ariani merasa senang bisa memainkan game.


"Ya, mudah bukan." Dirga menengok ke arah Ariani.


"Iya,ayo kita main lagi." Ariani juga menengok kearah Dirga, mereka bersi tatap. pandangan mereka mengunci hingga mereka membiarkan permainan game over.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2