
Setelah Kirani sadar dari pingsannya Ariani kemudian pergi ke Warung nya, karena ia harus mengumpulkan uang yang banyak untuk membawa adiknya ke rumah sakit yang berada di kota jauh dari kediamannya. Ariani dan ibunya sepakat untuk tidak membicarakan perihal sakit yang diderita Kirani padanya bertujuan agar Kirani tidak terbawa pikiran yang akan memengaruhi psikisnya.
" Kakak pergi dulu ya, Do'akan kakak semoga banyak yang beli. hemm.. " Ariani berusaha memberikan senyuman secerah mentari walaupun ia sulit melengkung kan bibirnya.
"Iya kak, semoga jualannya lancar ya." kirani uang yang menjawab dengan suara lemah.
"nanti kalau kakak pulang mau nitip apa?" Ariani bertanya pada adiknya mau dibelikan apa jika ia pulang nanti, tetapi kirani hanya menggelengkan kepalanya.
"tidak ada".
Setelah pamit pergi Ariani segera keluar dari kamar kirani, Ariani menangis dengan membekap mulutnya agar tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Berat, berat sekali cobaan yang sekarang ia hadapi, ia tidak ingin ditinggalkan orang - orang yang ia sayangi lagi setelah ayahnya yang pergi terlebih dahulu meninggalkannya.
Di Warung Ariani pun masih terhanyut dengan lamunannya, bergelut dengan pikirannya. Rasanya kepala mau pecah. Bimbang, marah dan tak berdaya semua menjadi satu dalam kepalanya. Ia bimbang harus kemana ia mencari uang lebih, ia marah karena disaat seperti ini ia tidak bisa memberikan yang terbaik untuk adiknya dan tak berdaya dengan apa yang ia miliki, bahkan tidak ada apapun yang dimilikinya.
"Ariani,kau sedang apa?kau melamun?" ada seseorang yang datang di warung miliknya.
"aku tidak sedang melamun. kalau tidak ada hal penting lebih baik kak Tomi pergi." Ariani yang merasa terganggu dengan kehadiran Tomi. Tomi yang diperlakukan seperti itu menyeringai.
"aku akan pergi setelah aku mengatakan sesuatu padamu." Ariani hanya diam menunggu apa yang akan Tomi bicarakan
"Aku tau kau sekarang sedang membutuhkan uang untuk pengobatan adikmu".Ariani sedikit terkejut dengan ucapan Tomi.
dari mana dia tahu?
" aku hanya ingin memberikan penawaran padamu bahwa aku akan membiayai pengobatan adikmu, tetapi dengan syarat." Tomi menghentikan ucapannya menunggu reaksi Ariani.
__ADS_1
"apa?"
"kau menikah dengan ku dan ikut pergi bersamaku".dengan percaya dirinya Tomi mengatakan akan membiayai pengobatan kirani asalkan Ariani mau menikah dengannya.
sudah gila ya?
Ariani menanggapi lamaran mendadak yang dilakukan Tomi itu dengan senyuman palsu, sebenarnya hatinya sangat geram ingin sekali memukul wajah Tomi. Bisa bisanya orang di depannya ini mengajaknya menikah hanya karena untuk membiayai pengobatan adiknya itu, sama saja dengan menjual harga dirinya. Lagipula menikah itu harus berlandaskan cinta bukan balas budi.
"terimakasih atas penawarannya. Tetapi, maaf saya tidak bisa menerima tawaran kakak." jawab Ariani tanpa mengurangi rasa hormat.
"kau... jadi kau menolak ku?!" Tomi merasa tidak Terima dengan jawaban Ariani. Ariani menganggukkan kepala untuk memastikan jawabannya.
"kau akan menyesal, Ariani." Tomi berlalu dengan amarah yang ada di hatinya.
Sepeninggal Tomi,Ariani memijit pelipisnya yang sakit karena kejadian tadi.
Sore harinya ketika akan menutup warung, Ariani kedatangan seorang temannya.
"Ariani, kaukah itu?" Indah teman yang menemuinya.
"Indah, kau disini?"
"Iya, aku kebetulan lewat kemari tadi habis belanja ini" Indah menunjukkan keranjang belanjaannya.
"bukankah kau sudah bekerja di kota?"
__ADS_1
"Iya, aku sedang cuti. Elma akan mengadakan pertunangan?kau sudah tahu?" Indah memberi tahu tentang pertunangan Elma, Ariani yang merasa belum diberitahu hanya diam karena ketika bertemu Elma tidak mengatakan apapun padanya.
Ia tidak mengatakan apapun, bahkan aku ditinggalkan begitu saja.
" kapan?" Tanya Ariani mencari tahu
"besok malam, nanti kita pergi bersama ya, aku akan menjemput mu."
"baik". Ariani mengacungkan ibu jarinya,kemudian Indah pun pergi. Dalam hati Ariani memikirkan dengan siapa Elma akan bertunangan?
"mau tau jawabannya, kita lihat nanti." Ariani yang menjawab sendiri pertanyaan nya.
.
.
.
maaf jika ada typo..
Hai..ini karya pertamaku...
mohon berkomentar dengan bijak... 🙏
pembaca yang baik hati... jangan lupa like 👍 karyaku ini..
__ADS_1
Terima kasih... 🙏