
Hari ini Ariani tidak berjualan, ia ingin beristirahat karena semalam ia kurang tidur. Selain itu, ia juga ingin mengajak adiknya jalan - jalan dengan sepeda mengelilingi desa, mereka berhenti ditepi danau yang biasa dijadikan tempat rekreasi orang sana, memancing ikan dan tempat nongkrong bersama teman-teman. Mereka duduk di bawah pohon rindang, Ariani bukan sekedar menyenangkan adiknya tetapi ia juga perlu refresing menghirup udara segar dan menjernihkan pikirannya.
Aahhhh... segar sekali.
Setidaknya sedikit penat hilang dalam dirinya, sambil makan cemilan mereka pun berbincang.
"Bagaimana keadaanmu, apa sudah baikan?" Ariani mengelus lembut kepala adiknya dan bertanya tentang sakit Kirani.
"Sudah baikan kak, tapi terkadang kepalaku sering pusing." keluh kirani padanya.
"Nanti jika kakak punya uang banyak, kakak janji akan membawamu ke rumah sakit di kota. Tapi ada satu hal yang ingin kakak tanyakan padamu." ucap Ariani sedikit ragu dengan apa yang akan ia tanyakan pada adiknya.
" Apa itu kak? tanyakan saja." Kirani menunggu Ariani yang masih bingung menyusun kata yang tepat.
"begini, selama ini kan kakak berjualan di warung kopi dan hasilnya cukup untuk kehidupan kita sehari-hari, tetapi sekarang kakak butuh penghasilan lebih agar kakak bisa cepat mengumpulkan uang yang banyak untuk biaya pengobatan mu. Semalam teman kakak menawarkan sebuah pekerjaan dan kakak pikir mungkin inilah kesempatan kakak untuk mewujudkan nya. Bagaimana pendapatmu? " Ariani berusaha menjelaskan panjang kali lebar rencana untuk ikut bekerja bersama Indah yang menawarinya pekerjaan.
__ADS_1
"Bagus itu kak, ambil saja." Kirani memberikan dukungan kepada kakaknya untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.
"Tetapi kakak harus meninggalkanmu dan juga ibu, pekerjaan itu adanya di kota. Kakak tidak siap jika harus hidup berjauhan dengan kalian." Ariani langsung memeluk kirani seakan tidak ingin berpisah. Ariani merasa tidak siap jika nanti hidup berjauhan dengan keluarganya, selama ini hidupnya merasa cukup dan ia merasa bahagia meskipun tidak banyak harta asalkan bersama ibu dan adiknya.
"Tidak apa kak, jika itu adalah keinginan kakak,Rani akan mendukungnya. jangan memikirkan Rani, Rani disini akan baik - baik saja bersama ibu." Kirani tersenyum berusaha menyembunyikan kesedihannya setelah tahu pekerjaan itu berada diluar desa dan ia akan berjauhan dengan kakaknya.
Tidak, kakak tidak ingin meninggalkanmu, apapun yang terjadi kakak akan tetap bersamamu. Biarlah kakak berjualan kopi dan mie disini asalkan kita bisa tetap bersama, bercanda sepanjang waktu.
Ariani semakin erat memeluk adiknya.
"Aww... kakak sakit, jangan terlalu erat juga peluknya dong. hehe... " Kirani yang merasa sesak dipeluk erat kakaknya.
......................
Ditempat lain, Dirga sedang berada di rumah Tama karena paman mengundangnya ingin membicarakan suatu hal padanya.
__ADS_1
"Bagaimana dirga? apa kau sudah menemukannya?" Dirga yang sudah tau akan pembicaraan yang dibicarakan oleh pamannya hanya menggelengkan kepala.
"Ayahmu terus menanyakan ku. memintaku memberitahu mu bahwa kesehatan nya sudah semakin menurun, dia ingin melihatmu menikah Dirga. Ayahmu ingin memiliki cucu darimu anaknya satu - satunya." Dirga merasa muak dengan permintaan ayahnya ini, saat Dirga kecil mengapa ia meninggalkannya dan pergi bersama istri barunya. Sekarang memintanya untuk segera menikah dan mendapatkan cucu darinya. Ayahnya memang jarang berkomunikasi dengannya karena memang Dirga yang sudah tidak mau berurusan dengan ayah kandungnya itu, pamannya yang menjadi penghubung komunikasi dirinya dan ayahnya. Dirga sendiri tidak tahu cerita sebenarnya dibalik ayahnya yang meninggalkannya,biarkan waktu yang akan membuka semuanya.
.
.
.
maaf jika ada typo..
Hai..ini karya pertamaku...
mohon berkomentar dengan bijak... 🙏
__ADS_1
pembaca yang baik hati... jangan lupa like 👍 karyaku ini..
Terima kasih... 🙏