
Tidak pernah terbesit dalam pikirannya akan bertemu Ryan, Ariani bertanya dengan hatinya. Mengapa ia bisa bertemu dengan orang yang ingin dilupakannya? Ryan yang sendiri berada di taman itu menghampiri Ariani. Mereka berdiri berhadapan dibawah pohon rindang didepan danau taman kota. Ariani menatap wajah lelaki yang selama ini mengisi ruang hatinya, jantungnya berdebar tidak dapat dipungkiri ia sebenarnya masih merindukan Ryan. Tetapi setelah tahu Ryan bertunangan dengan temannya, Ariani bertekad untuk melupakan dan melepas Ryan dari hatinya.
"Kau ada disini?" Pertanyaan Ryan menghentikan gemuruh hati Ariani.
"Iya." Ariani sudah bisa menormalkan hatinya. Meskipun ia masih gugup bila berdekatan dengan Ryan.
"Aku tahu berita yang menimpamu di desa, aku turut berduka. Jadi sejak kapan kau berada di kota ini? Apa kau bekerja disini?" Ryan tahu berita tentang warung Ariani yang terbakar dari keluarganya.
"Iya, di desa aku sudah tidak memiliki pekerjaan, jadi aku bekerja disini untuk menghidupi keluargaku. Aku baru beberapa minggu berada disini." Ariani sedikit sesak mengatakannya, ia merasa sedih bila harus mengingat warung kopi milik nya yang sudah terbakar. Ryan merasa ada perbedaan cerita tentang Ariani yang ia dengar dari Tomi yang dicap tidak baik menurut sahabat nya itu, sepertinya Ariani tidak seburuk yang diceritakan.
Ryan pun duduk di kursi panjang yang tadi Ariani duduki sedangkan Ariani berdiri, ia bingung haruskah ia duduk satu bangku bersama Ryan? Akhirnya ia memilih berdiri saja untuk menghindari pandangan orang yang nantinya mengira mereka sebagai sepasang kekasih. Tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka, Ryan hanya terdiam memandang danau. Ariani yang tidak tahu apa yang harus dilakukan berniat untuk pergidari tempat itu meninggalkan Ryan tetapi saat ingin berjalan melewati Ryan tiba-tiba kakinya tersandung batu dan hampir jatuh, beruntung Ryan dengan sigap menahannya dan Ariani tidak jatuh. Ryan menangkap Ariani dengan posisi tangan memegang lengan Ariani sedangkan tangan satu lagi meraih pinggang, seketika mereka terdiam dan saling pandang.
"Ryan, kau sedang bersama siapa?" Suara wanita menghentikan adegan saling pandang itu membuat Ryan dan Ariani saling melepaskan pegangan mereka dan melihat siapa yang datang.
"Ariani?" Wanita itu mengenal Ariani.
__ADS_1
Elma
"Apa yang kau lakukan disini bersama tunangan ku? Kau menggodanya? "Elma yang langsung salah paham dengan apa yang baru saja dilihatnya mencecar pertanyaan pada Ariani. Ariani yang merasa tidak bersalah hanya menggelengkan kepala bahwa itu tidak benar, ia tidak bisa bersuara untuk membela dirinya. Ryan yang melihat pertikaian dua orang wanita didepannya pun meluruskan.
"Elma, dengarkan penjelasan ku. Aku dan Ariani hanya kebetulan bertemu disini, tadi Ariani ingin terjatuh dan aku menolongnya. Itu saja." Ryan menjelaskan yang sebenarnya terjadi.
"Baiklah, aku percaya padamu." Elma menerima penjelasan Ryan yang menurutnya masuk akal, ia kemudian kembali menatap Ariani dengan sinis dan tatapan tidak suka.
"Tetapi aku tidak akan memaafkan mu jika kau mengganggu tunangan ku." Elma berbicara pada Ariani dengan sedikit mengancam membuat hati Ariani merasa teriris tidak menyangka temannya ini menuduhnya sebagai wanita yang tidak baik, Elma sepertinya sudah terpengaruh oleh omongan Tomi. Lalu Ryan dan Elma pun pergi meninggalkan Ariani, Ryan hanya menengok ke arah Ariani dan berjalan bersama Elma. Ariani menatap punggung lelaki yang dicintai nya sejak lama, dadanya merasa sesak melihat Ryan pergi bersama wanita pilihannya.
"Apa salahku? Sehingga mereka sepertinya tidak menyukai ku?" Ariani tidak mengerti dengan perlakuan orang-orang padanya, apa ada yang salah dengan dirinya?
"Aku tahu, aku tidak setara dengan mereka. Tetapi apakah harus dengan merendahkan ku?" Ia menyadari bahwa ia memang tidak sederajat dengan mereka, dari harta, pendidikan dan pekerjaan.
"Kalian bahkan memandang ku seperti pengganggu, aku bahkan tidak tahu apa salahku hingga kalian menganggap ku sebagai pengganggu." Ariani tidak terima dengan perlakuan Elma padanya. Ariani menangis tersedu di bangku taman itu, menutup wajahnya dengan tangannya meratapi hidupnya yang tidak seberuntung orang-orang disekitarnya. Bahkan didalam kehidupan percintaan pun ia tidak beruntung, mencintai dalam diam dan hanya ia yang bisa merasakan sakitnya ditinggalkan.
__ADS_1
.
.
.
maaf jika ada typo..
Hai..ini karya pertamaku...
mohon berkomentar dengan bijak... 🙏
pembaca yang baik hati... jangan lupa like 👍 karyaku ini..
Terima kasih... 🙏
__ADS_1