Melupakanmu

Melupakanmu
Hadiah Dari Dirga


__ADS_3

Ariani sedang menunggu bis di halte, hari ini ia akan bekerja kembali setelah kemarin mendapatkan libur kerja.Pikirannya masih mengingat kejadian kemarin yang membuatnya tidak bisa tidur semalaman,karena kemarin merupakan hari libur yang mengecewakan baginya karena bertemu dengan orang yang sudah lama mencuri hatinya akan tetapi sebuah kesalahpahaman membuatnya dipojokan temannya sendiri sebagai wanita penggoda.Ariani masih bisa menerima jika ia direndahkan karena ia miskin tetapi jika sudah menyangkut harga dirinya itu ia tidak bisa menerimanya dan akan menjadi beban pikirannya.


Dirga yang akan menuju tempat kerjanya pun berada diperjalanan dan melajukan kendaraannya, ketika akan melawati halte ia melihat Ariani berada di halte sedang berdiri menunggu bis. Dirga tersenyum dan menghentikan mobilnya di depan halte, Ariani memicingkan mata melihat mobil berhenti didepannya ia memperhatikan siapa orang yang ada didalamnya.


Dirga?


Dirga membuka jendela mobilnya dan sudah mengubah senyum di bibirnya dengan memasang wajah datar seperti biasa, kemudian ia menjentikkan jarinya menyuruh Ariani menghampiri mobilnya, Ariani yang mengerti maksudnya ia langsung menghampiri Dirga.


"Ada apa?" Tanya Ariani.


"Ayo masuk." Dirga menyuruh Ariani ikut bersamanya.


"Tapi saya sedang menunggu bis." Dirga memutar bola matanya.


"Saya tahu, kau ingin berangkat kerja kan? Aku akan mengantarmu. Ayo masuk." Dirga menyuruh Ariani masuk, Ariani diam sebentar lalu ia pun menurutinya dan duduk di kursi depan.


"Terimakasih kasih tuan sudah mau mengantar saya, tapi apakah tuan nanti tidak telat datang di tempat kerja anda?" Ariani merasa tidak enak pada Dirga ia tidak ingin menjadi penyebab Dirga telat bekerja.


"Kau tidak perlu menghawatirkan ku, aku tidak akan telat karena tempat kerja ku dekat." Dengan percaya diri mengatakannya karena dia kan bosnya, tidak ada yang akan memarahinya jika ia datang terlambat.

__ADS_1


"Oh, begitu ya. Memang tuan bekerja apa?" Ariani melihat penampilan Dirga yang terlihat kasual dengan celana hitam panjang dan kemeja kotak-kotak warna hitam hijau dan didalamnya kaos putih, tidak seperti pekerja biasa yang ia temui yang memakai pakaian formal dan rapi. Dirga terlihat santai dengan penampilannya tetapi tidak meninggalkan kesan tampan yang dimilikinya.


"Aku...? Pekerjaan ku bebas, tidak terikat waktu." Ya iyalah, dia kan bosnya. Tetapi Dirga tetap rendah hati tidak ingin menonjolkan dirinya yang seorang pengusaha sukses. Ariani mengangguk dan membulatkan mulutnya lalu ia tidak sengaja menjatuhkan tas nya. Dirga yang melihat itu pun pandangan tertuju dibawah kaki Ariani, ia melihat sepatu Ariani yang sedikit usang. Lalu ia pun teringat sesuatu dan berbicara pada Ariani.


"Bisa tolong ambilkan sesuatu di kursi belakang?" Dirga yang sedang menyetir meminta Ariani mengambilkan sesuatu di bagasi belakang. Ariani pun yang seperti kucing manis yang penurut mengambilkannya. Dengan susah payah Ariani berpindah ke kursi belakang dan mengambil sesuatu yang Dirga minta, ternyata sebuah paper bag didalamnya ada dua buah kotak sepatu.


"Ini." Ariani pun memberikan paper bag itu pada Dirga tetapi Dirga memberikan kembali padanya, Ariani pun kebingungan bukankah tadi ia yang menyuruhnya untuk mengambilkan nya.


"Untukmu, itu untukmu." Karena sedang mengemudi Dirga berbicara dengan pandangan kearah depan, ia tidak bisa melihat Ariani yang terkejut tidak menyangka akan mendapatkan hadiah. Sudah lama sekali ia tidak merasakan mendapatkan hadiah meskipun dihari ulang tahunnya, ia pernah mendapatkan hadiah terakhir kali ketika ayahnya masih hidup.


"Ini untuk saya? Terimakasih tuan... hiks." Suara Ariani bergetar, matanya berkaca kaca, ia terharu mendapatkan sesuatu yang sangat berguna baginya. Dirga seperti tahu apa yang dibutuhkan nya, sepatu yang ia punya memang sudah terlihat usang dan harus sudah di ganti. Dirga menengok kearahnya, mendengar suara Ariani yang sedikit tertahan menahan tangis.


"Terimakasih tuan, kau sangat baik." Ariani saking senangnya memegang lengan Dirga dan Dirga menengok padanya.


"Hemm... Aku senang karena kau mau menerima pemberian ku. Semoga bermanfaat untukmu." Dalam hatinya, Dirga merasa senang karena bisa melihat senyum Ariani yang terpancar karena bahagia.


"Tidak tuan, ini sangat bermanfaat buat saya. Saya sangat senang menerimanya. Saya tidak tahu dengan cara apa saya harus membalas kebaikan anda."


"Anggap saja itu hadiah perkenalan kita." Dirga ingin Ariani selalu mengingatnya dengan barang yang sudah diberinya. Tanpa terasa mereka pun sampai di cafe tempat kerja Ariani, Dirga menghentikan mobilnya dan Ariani pun membuka pintu mobil.

__ADS_1


"Saya turun ya, terimakasih sudah mengantar saya." Ariani tersenyum menatap Dirga dan Dirga mengangguk dan membalas tatapannya, tiba-tiba sesuatu terjadi dalam diri Ariani.


Deg.. deg.. deg.


Kemudian Ariani pun menundukkan pandangannya lalu turun dari mobil dan pergi meninggalkan Dirga tidak lupa membawa hadiah yang diberikan Dirga padanya.


.


.


.


maaf jika ada typo..


Hai..ini karya pertamaku...


mohon berkomentar dengan bijak... 🙏


pembaca yang baik hati... jangan lupa like 👍 karyaku ini..

__ADS_1


Terima kasih... 🙏


__ADS_2