
Sensitif (21+)
...----------------...
Ariani yang merasa haus setelah memakan roti selai membuka kulkas mengambil air untuk ia minum, namun ia tidak menemukan air putih. Ia melihat ada sebuah botol kaca berisikan air berwarna seperti teh, Ariani kemudian mengambil botol itu dan menuangkan isinya kedalam gelas hingga penuh. Ia meminum air tersebut dan merasa aneh dengan rasa air yang di minumnya, ia tidak tahu sebenarnya air itu mengandung alkohol.
"Ini air teh kah? rasanya aneh sekali." Ariani meminum dengan ekspresi wajah lucu, ada sensasi terbakar di tenggorokan nya namun ia tetap melanjutkan meminumnya. Sepertinya ia merasa sangat haus dan kemudian membawa gelas itu ke kamarnya.
Ariani duduk dibawah ranjang dengan sesekali meneguk minumannya, pikirannya seperti melayang dan berputar putar. Tiba-tiba perasaannya tak terkendalikan ia teringat Ryan lelaki yang ia cintai, cinta pertamanya.
"Bodohnya aku mencintainya hingga tak bisa berpaling darinya. Apa dia menggunakan ilmu hitam hingga aku tidak dapat melupakannya? Hahaha... " Ariani tertawa, meracau bahwa dirinya seperti telah di guna guna oleh Ryan. Lalu seketika ia terdiam dengan raut wajah berubah menjadi sedih.
"Hiks.. mengapa kau memilih wanita lain? Harusnya kau pilih aku yang sudah pasti setia mencintaimu, kak Ryan tidakkah kau memandangku, mengapa kau tak pernah sekalipun melihat ku? Apa kurangnya aku di matamu? Hiks... huhuhu... " Ariani menangis tersedu duduk telungkup dibawah dan memukuli kasur, mengingat Ryan yang sudah bertunangan dengan wanita lain. Ariani sudah mabuk terpengaruh dengan minuman beralkohol yang telah ia minum, hingga membuat suasana hatinya berubah-ubah. Ia kembali minum hingga menyisakan sedikit air didalam gelas.
Dirga yang sampai di rumahnya menenteng banyak barang ditangannya, Dirga berbelanja terlebih dahulu sebelum pulang. Ia pun masuk kedalam rumahnya lalu menaruh barang belanjaan di ruang tengah dekat dengan kamar Ariani. Ia melihat pintu kamar Ariani yang tertutup, ia ingin mengetuk pintu namun ia urungkan.
"Mungkin dia sedang beristirahat." Lalu Dirga menuju kamarnya yang ada di lantai atas, Dirga membuka jaketnya. Sayup-sayup ia mendengar suara tangisan di lantai bawah.
"Seperti ada yang sedang menangis." Lalu ia membuka bajunya dan lagi ia mendengar suara Ariani yang tertawa terbahak.
"Hahaha... "Dirga menggelengkan kepala dan tersenyum mendengar suara tawa itu, kemudian ia hendak masuk ke kamar mandi namun ia dikagetkan dengan suara teriakan dari bawah.
" Aaaa....!!" Dirga langsung bergegas keluar turun kebawah melihat keadaan di sana, ia mendengar suara teriakan Ariani dari dalam kamar kemudian ia membuka pintu kamar. Dirga terkejut dengan apa yang dilihatnya, ia melihat kamar yang berantakan sudah seperti kapal pecah. Dari bantal, guling dan selimut berserakan di lantai.
Apa yang terjadi dengannya?
Dirga melihat Ariani duduk dibawah bersandar di kasur dengan kepala menunduk tangan menutupi wajahnya.
"Ariani, kau sedang apa?" Ariani yang merasa dipanggil namanya menengok ke asal suara, tapi bukan wajah Dirga yang ia lihat namun wajah Ryan yang ada di penglihatannya sekarang.
__ADS_1
"Kau sudah datang?" Ariani tersenyum pada Dirga yang ia lihat sebagai Ryan, Ariani yang hanya memakai baju kaos milik Dirga yang sebatas pahanya berdiri lalu mendekati Dirga dan menarik tangannya untuk masuk kedalam kamar.
"Akhirnya kau datang, sudah lama aku menunggumu." Ariani yang ingin memeluk Dirga namun Dirga mundur, wajah Ariani berubah sedih dan kemudian ia menangis.
"Kau jahat, apa sebegitu bencinya kah kau padaku?" Dirga merasa ada yang tidak beres dengan tingkah laku Ariani, ia melihat sebuah gelas di atas nakas lalu ia mencium bau gelas itu.
''Kau mabuk Ariani." Dirga berbicara di depan wajah Ariani dengan membungkukkan badan, karena tinggi Ariani yang hanya sampai dadanya.
"Iya, aku mabuk. Aku di mabuk cinta olehmu. Hihihi... " Ariani yang tidak sadar berbicara dengan nada menggoda menggulung rambutnya dengan jari telunjuknya, Dirga tersenyum menanggapinya, sebenarnya ia ingin tertawa melihat tingkah Ariani, namun ia tahan.
Gadis ini menggemaskan sekali.
Dirga diam, membiarkan apa yang akan Ariani buat, ia ingin melihat sejauh mana tingkah Ariani ketika mabuk.
"Kau sangat tampan, hingga aku jatuh cinta padamu sejak pandangan pertama." Ariani mengungkapkan perasaannya pada Ryan yang sebenarnya adalah Dirga, Dirga masih diam mematung.
"Tapi, mengapa kau tidak pernah melihat ku? Apa wajahku tidak cantik?" Ariani menatapnya lalu memegang kedua tangan Dirga dan meletakkan nya di pipinya, wajah Dirga memerah.
"Atau tubuhku yang tidak seksi hingga kau tidak tertarik padaku?" Kini Ariani memindahkan tangan Dirga ke pinggangnya yang ramping. Lagi-lagi Dirga dibuat frustasi olehnya.
Astaga...
Dirga berusaha menelan saliva nya dengan susah payah, nafasnya sudah terengah terasa sesak. Namun ia masih berusaha untuk menahan gejolak di dadanya. Ia menatap wajah Ariani yang kemerahan, mata nya yang sayu karena mabuk, lalu beralih menatap bibir ranum miliknya yang nampak segar.
Ariani yang masih mabuk itu sempoyongan dan tidak bisa menjaga keseimbangan hingga ia akan terjengkang kebelakang namun dengan sigap Dirga menahannya dengan satu tangannya. Ariani pun refleks meraih dan merangkul leher Dirga hingga membuatnya menunduk, wajah mereka berjarak sangat dekat hanya beberapa senti. Ariani menatap dalam lekat wajah lelaki di hadapan nya yang ia lihat sebagai Ryan.
"Aku mencintaimu." Ucapan tulus Ariani mengungkapkan isi hatinya, seperti ada kembang api yang menyala di hati Dirga setelah mendengar pernyataan cinta Ariani.
Apa? Dia bilang apa tadi?
__ADS_1
"Aku mencintaimu sejak awal perjumpaan kita." Ariani melihat bibir Dirga lalu ia mendekatkan bibirnya ke bibir Dirga yang ia pikir adalah Ryan. Ariani menempelkan bibirnya ke bibir Dirga, ia mencium Dirga dengan kaku. Dirga membulatkan matanya mendapat ciuman dari Ariani, ia ingin memundurkan wajahnya namun tidak jadi, ia malah memejamkan matanya dan menerima ciuman itu, tidak dapat dipungkiri bahwa ia juga sebenarnya sudah mencintai Ariani tapi ia ingin memastikan perasaannya sebelum menyatakan cinta padanya. Seperti mendapat sengatan listrik Dirga membalas ciuman itu ia mulai *******, menyesap bibir milik Ariani yang tidak bergerak. Ariani memejamkan mata, tubuhnya merasa panas ia mulai menikmati ciuman lembut Dirga, mereka saling membalas ciuman dengan bergairah menumpahkan segala rasa yang bergejolak di hati mereka. Mereka saling berciuman, Dirga membantu Ariani berdiri tanpa melepaskan pagutannya sedangkan Ariani masih merangkul lehernya, Dirga sudah tidak bisa menahan hasratnya. Ia memegang dan menekan tengkuk Ariani memperdalam ciuman nya, lalu tangannya turun menjelajah mengusap punggung dan pinggang Ariani. Ariani yang sudah hilang akal pun tidak melawan, ia membiarkan Dirga melakukan apapun pada tubuhnya. Tangan Dirga kini sudah menyusup masuk kedalam kaos Ariani yang kebesaran lalu meraba dan mengelus punggungnya tanpa pelapis membuat Ariani melenguh. Ariani pun meraba dada bidang milik Dirga, ia terbuai dengan sentuhan Dirga. Bibir Dirga beralih turun ke leher jenjang Ariani lalu ia menggigit kecil lehernya dan memberikan kecupan keras hingga meninggalkan bekas kemerahan.
"Ah... sakit Kak." Desah Ariani. Dirga tiba-tiba menghentikan aktifitas nya mendengar ucapan Ariani yang memanggilnya dengan sebutan lain.
Kak?
Dengan nafas terengah-engah mereka berhenti melakukan aktifitas mereka, Ariani memejamkan mata dan memeluk Dirga dengan nafasnya yang masih naik turun.
"Terimakasih... Sudah membalas perasaanku, Aku mencintaimu, Kak Ryan." Bagai tersambar petir hati Dirga hancur, darahnya mendidih mendengar Ariani menyebut nama lelaki lain, dadanya terasa panas. Jadi selama ini Ariani melihat dirinya sebagai lelaki lain, lalu ungkapan cinta Ariani tadi bukanlah untuknya?
"Kau! Dasar wanita nakal! Kau mabuk menggodaku lalu menciumku tapi ternyata kau membayangkan pria lain. Arghh..!!" Dirga mendorong Ariani hingga terjerembab diatas kasur, namun Ariani yang masih mabuk itu tidak menghiraukannya, ia malah tertidur pulas. Dirga keluar membanting pintu dengan keras, ia pergi meninggalkan Ariani dengan rasa kesal dan kecewa menerima kesalahpahaman ini.
...****************...
.
.
.
maaf jika ada typo..
Hai..ini karya pertamaku...
mohon berkomentar dengan bijak... 🙏
pembaca yang baik hati... jangan lupa like 👍 karyaku ini..
Terima kasih... 🙏
__ADS_1