Melupakanmu

Melupakanmu
Dirga datang pada saat yang tepat


__ADS_3

"Permisi..." suara itu membuat Ariani dan Tomi menengok ke asal suara.


"Aku pesan mie dan kopi." ternyata Dirga yang datang. Melihat ada pembeli datang Tomi langsung melepaskan genggamannya kemudian pergi meninggalkan Ariani dan Dirga. Tomi menatap wajah Dirga dengan air muka tidak senang, menggangu saja pikirnya. Sedangkan yang ditatap menampakkan aura dingin.


"i... iya, baik." Ariani bicara terbata menetralkan hatinya dengan apa yang dialaminya barusan, akan tetapi merasa lega juga karena ada yang datang menyelamatkannya. Ariani juga tak menyangka bahwa mengapa Dirga bisa sampai ke warung nya?


kenapa dia bisa sampai sini ? pria sombong yang tidak tau terima kasih.


flashback on


Tama sudah berangkat ke puskesmas karena ada rapat, sedangkan Dirga berada di rumah merasa jenuh dan pergi keluar berniat untuk membeli keperluan pribadi. Dia berjalan dan akhirnya sampailah di pasar, Dirga membeli keperluannya sambil cuci mata. Setelah apa yang dicari dapat Dirga pun hendak pulang tetapi ia melihat sepeda yang ia kenal terparkir didepan sebuah warung kecil.


"Sepeda itu seperti milik gadis itu" ia mengingat - ingat semalam dan waktu pagi pada saat jalan pagi dengan Tama, sebenarnya dia tahu gadis yang menyapa dokter Tama adalah wanita yang menolongnya tetapi Dirga tidak mengucapkan sepatah katapun, hanya dia yang tahu alasannya.


Akhirnya ia menghentikan langkahnya di warung milik Ariani dan masuk kedalam lalu Dirga menyaksikan seorang pria yang memegang kuat tangan seorang gadis dan si gadis yang merasa tidak nyaman berusaha melepaskan genggaman pria itu dan...


"permisi... "


flashback off


Dirga kemudian duduk di kursi plastik berwarna hijau.


"Mie nya pakai telur matang atau tidak? " sepertinya pertanyaan Ariani ada yang salah.


"*T*elurnya matang atau tidak? kalau saya jawab tidak, apa saya akan diberi telur mentah ?" Dirga yang dibuat bingung dengan pertanyaan Ariani.


"Saya mau telurnya dimasak." jawab Dirga jelas.

__ADS_1


"Baik." Ariani menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mencerna lagi ucapannya. Ia merasa ada yang salah dengan perkataannya.


Sepertinya ada yang salah dengan ucapan ku.


Ariani pun membuat pesanan Dirga, Dirga yang sedang duduk meletakkan tangannya di meja dengan pandangan ke depan dan posisi badannya tegak. Wajahnya yang tegas tetapi terlihat tampan sesekali memperhatikan gerak gadis didepan nya yang sedang menyiapkan pesanan. Ariani yang berpenampilan beda dari biasanya karena akan menyatakan cinta pada lelaki pujaannya tetapi tidak jadi. Masih dengan rambutnya yang sebahu di kuncir kuda setengah sesekali membenarkan anak rambut yang menghalangi matanya. Melihat itu Dirga semakin tertuju pada wanita cantik didepannya, teringat kejadian kemarin malam ketika ia menatap wajah Ariani yang mengatakan 'saya sudah lelah ' tiba-tiba ia segera mengalihkan pandangannya ke arah lain.


''Ehemm... " Dirga berdeham tapi tidak batuk.


Pesanan pun sudah siap, Ariani kemudian menyajikannya di meja.


"Ini mie dan kopinya, selamat makan." ucap Ariani yang hanya dibalas dengan anggukan kepala Dirga.


"Saya minta air putih." Dirga meminta air putih pada Ariani karena ia tidak terbiasa setelah makan minum dengan selain air putih.


"Baik." Ariani kemudian mengambilkan air berisi air putih dalam gelas, dan Dirga mulai menikmati makanan yang sudah disajikan.


Lelaki ini, dari mana datangnya?


Ariani seperti tersihir terus menatap wajah lelaki yang ada didepannya, ia memalingkan pandangan nya ketika Dirga sudah menyelesaikan makannya sampai habis.


"Terima kasih." Ariani memecah keheningan, kening Dirga berkerut.


"Untuk kejadian tadi." Ariani mengucapkan terima kasih kepada Dirga karena datang menolongnya diwaktu yang tepat.


"Aku hanya kebetulan kemari." Dirga yang mengerti maksud Ariani, kemudian dia menyesap kopi buatan Ariani. Memejamkan mata, merasakan aroma kopi. Setelah itu tidak ada lagi yang dibicarakan dan sampai pada saat Dirga menyudahi ngopinya, dia bangun dan akan membayar makanan yang sudah habis ia makan, Dirga memberikan selembar uang ratusan ribu kepada Ariani.


"Terima kasih." ucap Dirga.

__ADS_1


"Harusnya saya yang mengucapkan Terima kasih karena tuan sudah mampir ke warung saya." Kini Ariani yang kebingungan.


"Itu untuk kemarin malam, karena aku lupa mengucapkannya padamu." Ariani hanya membalas dengan menganggukkan kepala.


Dia tidak lupa, ternyata dia tahu cara berterimakasih.


Kemudian Ariani membuka laci meja hendak mengambil kembalian untuk diberikan kepada Dirga, tetapi laki-laki itu menghilang sudah tidak ada disitu.


"Kemana dia? baru saja aku mau memberikan uang kembaliannya dia sudah pergi. "


"Tidak apa- apa deh, lumayan kan bisa buat uang saku Rani nanti." Ariani tersenyum karena mendapat uang lebih untuk adiknya yang akan pergi kunjungan wisata di sekolahnya.


.


.


.


.


maaf jika ada typo..


Hai..ini karya pertamaku...


mohon berkomentar dengan bijak... 🙏


pembaca yang baik hati... jangan lupa like 👍 karyaku ini..

__ADS_1


Terima kasih... 🙏


__ADS_2