
# icha
Bau hujan itu masih membekas dipikiran dan hatiku,seperti kamu dan kenanganmu yang terus menari-nari disetiap tidurku,
Kamu yang selalu hadir dalam mimpiku walau ribuan musim telah berganti,kenangan itu takakan lekang oleh waktu.
Entah apa yang terjadi selanjutnya hanya tuhan yang tahu jalan takdirnya, aku dan kamu dipertemukan tanpa sengaja,dan berpisah karena sebuah kesalahan yang takkan mungkin termaafkan.
ferry namanya,diusianya yang masih 11 tahun sudah terlihat ketampanannya,banyak anak gadis yang tergila - gila karena ketampanannya, Dia adalah teman kecilku teman tertawa dan sekaligus musuhku hingga saat ini.
Cerita berawal pada pertengahan tahun 1998 di surabaya,aku barusaja pindah rumah yang baru dibeli ibuku, tempat ini masih berupa tanah lapang baru ada bebera
pa bagunan yang berdiri, Rumahku digang 2 sedangkan dia digang1 sebenarnya rumah kita berbatasan 1 rumah, Ini cerita sebelum rumah sebagai tembok pemisah itu belum dibangun.
Hampir setiap hari kita bertemu,dia tipe orang yang berbeda siang dia bisa tertawa terbahak - bahak sore bisa jadi orang yang angkuh, Dia lucu sih sebenarnya tapi kadang juga menjengkelkan.
Setiap siang ketika aku mau berangkat kesekolah dan dia pulang dari sekolahnya kita selalu tertawa bersama ada saja tingkah lucu yang dia perbuat atau lakukan.
Tak terasa benih - benih cinta itu tumbuh,
Dengannya aku merasa indahnya jatuh cinta, bahagianya ngedate, sakitnya patah hati di usia dini tapi aku tidak pernah mendengar kata "I Love You" tapi yang aku dengar hanya kata "Putus".
Lewat sepucuk surat yang aku kirimkan kepadanya tapi tak pernah dapat balasan tapi dia datang disetiap kali aku mengajaknya.
" Fer, nanti malam aku tunggu dipasar malam jam 7malam"
Itulha isi surat yang aku kirim untuknya entah itu aku berikan secara langsung.
Dia yang hanya membalasnya dengan senyuman sambil menatapku yang melihatnya dari kejauhan.
Kita jarang bicara yang kita lakukan hanya senyum - senyum dan tertawa disetiap harinya, kadang kita kejar - kejaran, yang selalu kita lakukan adalah kejar -kejaran disaat hujan turun.
Ibunya yang punya toko sembako membuat aku sering bertemu dengannya, terkadang dia yang melayaninya,
__ADS_1
" tumbas"kataku memanggil yang punya toko, tanpa suara dia mendatangi
"Beli apa??" tanyanya,
"Beli telor" jawabku, diambil lha telur satu biji tanpa memberi bungkus,
"Iha kok gini bungkusnya mana??" tanyaku meminta bungkus,
"Aah crewet beli satu aja" jawabnya,
"eh asal tahu aja kalo anak perawan beli ngak dikasih bungkus gak dapat lamaran" celotehku padanya.
"kalau gak dilamar orang aku yang ngelamar" jawabnya, sontak aku kaget dan mlongo dengar jawabannya,
seakan ada cupid menari nari dihatiku.
"lucu ya, kalian katanya udah putus masih gitu aja masih tertawa, pandang - pandangan"
kata nana temanku.
"Dia itu banyak disukain cewek,dan cewek yang suka dia itu pada neror aku, tahu ngak sih sampek mereka bilang aku ngak pantes sama ferry" akumenceritakan tekanan para penggagumnya yang selalu membullyku
"Terus ferrynya?" tanya nana
"Ya, dia biasa saja menghadapi mereka"jawabku.
**
Tahunpun berganti,kini kita beranjak remaja,
Entah apa yang terjadi hubungan kita mulai rengang dia mulai berubah dia memakiku dengan sebutan "*****" alias perempuan resek, aku yang ngak gaul bertanya pada temanku vani
"***** itu apa sih??"tanyaku pada vani
__ADS_1
"***** itu perempuan resek"jawab vani
"maksudnya kaya gimana sih aku ngak
ngerti" tanyaku lagi,
"Ya sama kayak cewek murahan,cewek bispakan gitu"jawab vani mencoba menjabarkan kata itu,
Dalam hati aku berbicara " gila ya padahal aku ngak pernah keluar rumah deket sama laki - laki lain juga engak kok dia ngomong gitu??"
Kata - kata itu yang membuatku jauh darinya aku menghindar darinya ,dia yang sering melihatku tapi aku selalu diam tanpa senyum.
Tahun demi tahun berganti rumah dibelakang rumahku dibangun menjadi tembok pemisah antara aku dan dia, setiap kali bertemu kita tidak pernah berbicara sepatah katapun sampai pada suatu hari dia bawa perempuan yang tak lain adalah istrinya,
istri yang baru dia nikahi
yang beberapa waktu lalu sempat aku bermimpi tentang dia, Tapi pernikahan itu tidak lama hanya setahun.
Mereka berpisah atas dasar nafkah lahir, isterinya yang mengaku tidak pernah diberi uang belanja membuatnya kabur dan memutuskan bercerai.
"Eh gila ya si ferry" kata tia membuka obrolan kita disiang itu,
"Gila kenapa??"sahutku,
"Itu bininya kemarin curhat sama aku, katanya dia ngak pernah dinafkahin terus parahnya lagi duitnya dikasih keemaknya" Kata tia memberi info kepadaku, aku hanya diam saja karena bagiku itu urusan rumah tangga mereka, dan tidak ada hubungannya sama aku.
Dan akhirnya Akupun punya kehidupan sendiri aku sudah menikah dan mempunyai seorang anak,
ferry yang masih betah dengan status dudanya, tapi dia tidak bisa berkutik ketika ibunya memintanya untuk menikahi janda tanpa anak.
Dia masih sering melihatku setiap aku melewati depan rumahnya,
Entah apa yang dia pikirkan tapi tatapan matanya masih seperti 20 tahun yang lalu disaat kita masih belasan tahun, Sampai detik ini aku masih tidak pernah tahu apa isi hatinya untukku.
__ADS_1
Rasa yang tak pernah terucap dan terungkap, hanya tuhan dan dia yang tahu apa isi hatinya untukku,
Musim mungkin berganti, Rasa sayang pun bisa berganti, Cintapun bisa berlalu seiring jalanya waktu, tapi kenangan antara kita tak akan pernah hilang dan lekang oleh waktu.