Melupakanmu

Melupakanmu
Emosi Dirga


__ADS_3

Dirga yang sedang menjenguk Ibu Bella diruang rawat inap itu pun menyudahi kunjungannya dan pamit pada keluarga Bella, Bella mengantar Dirga hingga depan pintu.


"Terimakasih kau sudah mau menyempatkan waktumu untuk kemari." Bella dengan mengembangkan senyumnya seperti bahagia sekali.


"Hemm, aku pergi." Bella terlihat sangat senang dan merasa ada kemajuan dari usahanya mendekati Dirga, meskipun Dirga bersikap cuek tapi setidaknya Dirga memiiki rasa peduli padanya, dan mungkin suatu saat nanti Dirga akan membuka hatinya untuk Bella.


Dirga berjalan cepat menuju ruangan Ariani.


" Sepertinya makanannya sudah dingin. Jangan sampai dia pingsan karena terlalu lama menungguku." Dirga mengingat Ariani yang kelaparan, ia khawatir Ariani akan pingsan karena terlalu lama menunggu makanan yang sedang dibelinya. Dirga pun sudah sampai dan membuka pintunya akan tetapi ruangan itu sudah kosong dan tempat tidur pun sudah rapi.


" Kemana dia?" Lalu ia pergi keluar dan mengarahkan pandangannya ke seluruh arah berharap menemukan orang yang ia cari, tetapi tidak dapat. Dirga menuju bagian informasi dan ternyata Ariani sudah keluar dari rumah sakit, betapa terkejut nya ia mendengarnya, bisa bisanya ia ditinggalkan oleh orang yang ditolongnya. Tidak ada pesan ataupun ucapan selamat tinggal Ariani pergi begitu saja meninggalkan Dirga.


Kau pergi meninggalkanku begitu saja, awas kau.


Dirga membuang makanan yang telah dibelinya untuk Ariani, ia kecewa dan merasa dipermainkan. Sangat tidak sopan, Ariani pergi meninggalkannya tanpa ucapan apapun.

__ADS_1


Disisi lain Ariani dan Indah sampai di sebuah bangunan kontrakan petak yang berjejer panjang, tempat tinggal Indah selama bekerja di kota ini. Mereka masuk kedalam kontrakan, didalamnya terdapat tiga sekat untuk ruang tamu, kamar,dapur dan satu kamar mandi kecil.


"Beginilah tempat tinggal ku disini, tidak apa kan?" Indah memperlihatkan keadaan tempat tinggal nya.


"tidak apa - apa, aku suka. Yang penting punya tempat untuk beristirahat." Ariani melihat ruangan yang tertata rapi, ia tidak keberatan untuk tinggal ditempat Indah.


"Ayo kita makan, aku sudah sangat lapar." Ariani dan Indah makan malam dengan nasi goreng yang sudah dibelinya di pinggir jalan depan gang kontrakan mereka.


"Kontrakan ini panjang sekali ya. Ada banyak pintu." Ariani yang baru mengetahui ada bangunan kontrakan panjang seperti kereta yang merupakan tempat tinggal perantau yang bekerja di kota itu.


"Iya, kebanyakan yang mengontrak disini pendatang seperti ku, dari berbagai daerah. Nanti kamu akan aku kenalkan dengan tetangga sebelah, katanya ditempat kerjanya sedang membutuhkan karyawan."


" Tidak apa, dalam pertemanan kita tidak ada kata terimakasih dan juga maaf. Kau teman baikku, jadi kau jangan mengucapkan itu lagi padaku, aku senang bisa membantumu." Ariani tersenyum, merasa beruntung memiliki teman seperti Indah yang tulus berteman dengannya.


Dirga sudah berada dirumahnya, ia sekarang berada di kamarnya, ada bekas pecahan gelas di lantai yang habis ia lempar. Dirga masih teringat kejadian di rumah sakit yang membuatnya kesal, Ariani meninggalkan nya tanpa pamit.

__ADS_1


" Beraninya kau!!" Dirga bicara dengan volume full hingga suaranya menggema diruangan kamarnya.


"Setelah apa yang aku lakukan padamu, kau pergi begitu saja. Gadis nakal!!" Dirga terlihat marah, matanya yang tajam dan wajahnya merah karena pengaruh alkohol ia melampiaskan emosi yang ada di hatinya.


"Jika aku menemukanmu, tak akan kubiarkan kau lari dari ku lagi. Aargh..." Dirga membanting semua yang ia pegang, selimut, bantal guling pun tercecer dilantai membuat isi kamar berantakan. Mungkin ini alasan Dirga yang memilih tinggal sendiri dan pindah dari rumah Tama supaya ia bebas melampiaskan amarahnya tanpa ada orang yang mengetahuinya. Dirga duduk di bawah dan bersandar pada tempat tidurnya dengan nafas yang masih naik turun, ia mengusap wajahnya kasar.


"Siapa kau? Aku tidak akan peduli lagi padamu." Ia tersenyum kecut menyadari dengan perbuatannya yang tiba - tiba peduli dengan Ariani,memang dia siapa? untuk apa ia memikirkan orang yang belum tentu memikirkannya.


.


.


.


Hai... readers, mohon support nya untuk author, klik vote dan like 👍 ya... Author sangat berterima kasih dengan kebaikan readers sudah mau membaca karya pertamaku.

__ADS_1


Silahkan kirim komentar yang membangun untuk author agar bisa lebih baik lagi dalam menulis dan berkarya.


Terimakasih 💜


__ADS_2