Melupakanmu

Melupakanmu
William Dirga


__ADS_3

Masih di kota B, seorang wanita turun dari mobil dan masuk ke sebuah toko sepatu.


" Selamat datang nona, ada yang bisa saya bantu. Anda mencari sepatu yang seperti apa? " tanya pegawai toko.


" Saya ingin bertemu Dirga, apa dia ada? " Ternyata Dirga memiliki usaha toko sepatu, tetapi bukan sepatu abal - abal yang di jual pasaran. Ruangan tokonya juga bersih, nyaman dan juga sepatu berbagai merek tersusun rapi dilemari kaca, kebanyakan jenis sneakers tapi sepatu kulit juga ada.


" Tuan William sedang ada di ruangannya, mari saya antar" pegawai itu mengantar wanita keruangan Dirga.


tok.. tok..


"masuk" suara Dirga dari dalam, lalu pegawainya membuka pintu "Pak, ada yang ingin bertemu... " belum sempat pegawai itu menyelesaikan ucapannya pada Dirga gadis itu nyelonong masuk ke dalam.


" Bella, kau tau sopan santun tidak?! " Dirga yang geram dengan ulah Bella.


" maaf Dirga, pegawai mu ini terlalu lama dan membuang waktuku saja" ucap Bella.


menyebalkan sekali wanita ini. pegawai itu pergi dengan merutuki Bella.


Dirga yang langsung menghadap laptopnya melanjutkan pekerjaan tanpa menghiraukan Bella, mempersilahkan duduk pun tidak. Bella yang diperlakukan seperti itu dangan santai duduk di kursi berhadapan dengan Dirga.


" Dirga, lusa adalah acara pernikahan Bima. Apa kau akan datang? " Dirga sudah mendapat undangan dari temannya itu, dia tahu Bella menanyakan itu agar Bella bisa datang bersamanya nanti. Bella adalah wanita yang selalu mengejar Dirga dari jaman SMA tetapi Dirga tak menghiraukan dan menanggapi Bella sebagai teman saja, tapi sepertinya Bella pantang menyerah.


" Aku tidak akan datang, besok aku pergi. Aku sudah mengabari Bima bahwa aku ada urusan penting jadi kamu pergi sendiri saja" jawab Dirga dengan matanya yang masih menuju layar.


" kau mau kemana? " Bella yang selalu penasaran dengan apa yang ada pada Dirga

__ADS_1


"Bukan urusanmu" ucap Dirga dingin dan langsung keluar ruangannya pergi meninggalkan Bella sendirian.


" kau masih sama seperti dulu... " Bella dengan senyuman terpaksa.


......................


Malam harinya Ariani berada di kamarnya setelah pulang bekerja seharian.


badanku pegal - pegal, capek sekali.


kemudian merebahkan badannya di kasur dan membaca novel kegemarannya yang dipunya sejak sekolah, sudah berapa kali ia membaca cerita fiksi itu sampai bukunya terlihat usang.


"Seandainya aku seperti tokoh wanita di novel ini yang berani menyatakan cinta pada lelaki yang disukainya, apa dia akan membalasnya?" Ariani termenung memikirkan Ryan. Ia sendiri malu membayangkannya, kalau Ryan memiliki perasaan yang sama dengannya dan membalasnya dia beruntung, tapi bagaimana jika lelaki itu tidak menyukai nya? yang ada dia mendapat malu. Ariani pun menggelengkan kepalanya menyadarkan pikirannya.


Tidak... kau jangan terlalu percaya diri, Ariani.


" Belum Bu, Riani sedang baca buku saja biar ngantuk. Adik sudah tidur Bu? "


" Sudah, dia nampak senang sekali diperbolehkan ikut acara tour nya, kamu tidak apa - apa nak? " ibunya merasa kasihan dengan nasib Ariani yang harus menjadi tulang punggung keluarga semenjak ayahnya tiada, Ariani tidak pernah merasakan yang namanya refreshing ke tempat wisata. Hari - harinya ia habiskan waktunya untuk mencari uang.


" Ibu jangan khawatirkan Riani, selama ibu dan Rani bersama Riani, Riani akan selalu berusaha menjaga dan membahagiakan ibu dan Rani. "


" maafkan ibu, kau terlalu fokus berjuang untuk menghidupi ibu dan Rani sehingga kau lupa untuk kebahagiaan dirimu sendiri" ibunya tidak kuat menahan tangis.


" ibu.. " Ariani memeluk ibunya, sangat tenang ketika memeluk ibunya ini, beban terasa hilang. Tidak ada banyak kata yang Ariani ucapkan, ia hanya ingin memeluk ibunya.

__ADS_1


"Semoga nasib baik menghampirimu nak,, semoga kau mendapatkan kebahagiaan, ibu hanya bisa mendoakan kebaikan untukmu, percayalah akan takdir, kesusahan akan tergantikan dengan kebahagiaan... "


'' Tuhan, berikanlah kebahagiaan pada anakku. Jika nanti dia berjodoh, semoga dia dipertemukan lelaki yang menyayanginya " Ibu.


...........


Ariani\= Riani


Kirani \= Rani


.


.


.


.


.


maaf jika ada typo..


Hai..ini karya pertamaku...


mohon berkomentar dengan bijak... 🙏

__ADS_1


pembaca yang baik hati... jangan lupa like 👍 karyaku ini..


Terima kasih... 🙏


__ADS_2