Melupakanmu

Melupakanmu
Mimpi Mesum?


__ADS_3

Malam yang kian larut dan dingin menyapa sunyi kehidupan di kota itu , semilir angin malam membuat jiwa yang sudah terlelap semakin terhanyut dengan peristiwa yang terjadi di alam bawah sadar mereka masing-masing, Ariani dan Indah pun sudah tertidur di kontrakan petak mereka meninggalkan sejenak masalah duniawi, mengistirahatkan raga yang lelah setelah bekerja dan kini menikmati alam mimpi mereka.


Ariani sedang berada di alam mimpinya, ia sedang berada di sebuah taman bunga yang luas dan terdapat berbagai macam bunga dan berwarna-warni. Ariani duduk sendirian di bangku panjang berwarna putih di taman itu, ia melihat sosok pria yang ia cintai selama ini yang tidak lain adalah Ryan yang berdiri dari kejauhan dan sedang menatapnya. Ryan melambaikan tangan padanya, Ariani pun lalu berdiri kemudian ia berlari ingin menghampiri Ryan. Akan tetapi semakin ia berlari untuk menggapai Ryan, namun sepertinya Ryan semakin menjauh dan tidak dapat ia raih, hingga akhirnya Ariani pun berhenti berlari karena kelelahan dengan nafas yang tersengal ia memegang lututnya dan pandangannya masih tertuju pada Ryan yang semakin jauh meninggalkan nya dan akhirnya hilang. Ariani tak bisa menerimanya, ia memanggil Ryan yang sudah tidak ada dari penglihatan nya.


"Kak Ryan jangan pergi, jangan tinggalkan aku. Kumohon kembalilah...!" Ariani berteriak di dalam mimpinya.


"Kau harus tahu, kini aku akan mengatakan nya padamu. Aku mencintaimu, sejak pertama kali aku berjumpa dengan mu aku sudah menyukaimu...!" Ariani masih berteriak di mimpinya itu berharap bayangan Ryan muncul kembali. Ariani menangis, ia duduk bersimpuh menekuk lututnya dan menutup wajah dengan tangannya sambil menangis.


"Mengapa kau pergi? Aku ingin kau tahu perasaanku. Aku juga ingin tahu perasaanmu padaku. Tolong kembalilah... " Ariani mengarahkan tangan kanannya ke depan, jarinya digerakkan seperti ingin meraih sesuatu. Tetapi Ryan tetap tidak muncul dan meninggalkan nya sendirian. Ariani menangis tersedu hingga pundaknya bergetar, saat itu ada sebuah tangan yang menyentuh pundaknya dari belakang. Ariani pun menengok dan melihat siapa yang datang padanya. Ariani tidak bisa melihat dengan jelas sosok lelaki yang kini bersamanya, karena pandangannya terhalang sebuah cahaya dari atas kepala lelaki itu yang menyilaukan matanya.


"Kau siapa?" Ariani bertanya pada lelaki itu, namun lelaki itu tidak menjawab dan hanya diam. Ia membawa Ariani berlari mengelilingi taman bunga itu, Ariani yang dibawa lelaki itu pun tersenyum bahagia melihat pemandangan bunga - bunga yang indah nan wangi disekelilingnya, sesaat ia terlupa dengan kesedihan yang baru saja ia rasakan. Kemudian Ariani dan lelaki yang bersamanya berhenti di sebuah padang rumput yang ada di tengah taman itu, mereka menjatuhkan tubuh mereka dan berbaring karena kelelahan berlari. Mereka berbaring berdampingan, Ariani merasa kelelahan terlihat dengan nafasnya yang naik turun. Lelaki itu kemudian duduk dan memetik satu tangkai bunga dan kemudian menyelipkan nya ditelinga Ariani yang masih berbaring dan membelai rambutnya, kemudian dia mendekati Ariani.

__ADS_1


Lelaki itu semakin mendekatkan wajahnya dan Ariani masih berusaha melihat sosok lelaki yang bersamanya namun ia tetap tak bisa melihat wajah lelaki itu, ia hanya bisa melihat bibir lelaki itu dengan senyum yang menghiasi bibirnya. Dan akhirnya wajah lelaki itu semakin dekat dengan wajahnya hingga jarak sejengkal, lelaki itu menatap dalam Ariani yang menutup mata karena silau terkena cahaya lalu ia mendaratkan bibirnya di bibir Ariani, semakin dalam Ariani sepertinya menerima ciuman lembut yang diberikan lelaki yang tidak ia ketahui wajahnya itu. Lelaki itu memperdalam ciumannya dan memegang kedua tangan Ariani dan akhirnya mereka berciuman hingga membuat jantung Ariani berdetak cepat dan tubuh Ariani merasakan panas hingga Ariani pun terbangun dari tidurnya.


Ariani terbangun karena terkejut dengan mimpinya, nafasnya tersengal seperti habis lomba lari dan keringat yang membasahi pelipisnya.


"Jam berapa ini?" Suara Ariani yang pelan dan serak khas orang baru bangun tidur, ia melihat jam dinding masih pukul dua dini hari.Ariani menengok ke arah Indah yang masih terlelap, kemudian ia bangun dan mengambil air minum karena merasa haus.


"Mimpi apa aku barusan?" Ariani merasa malu sendiri dengan mimpi yang tiba-tiba datang dari tidurnya, tidak pernah sebelumnya ia bermimpi mesum seperti itu. Ariani memegang bibir merah jambu miliknya, mengingat kejadian yang terjadi di mimpinya itu, siapa lelaki yang ada di mimpinya?


.


.

__ADS_1


.


maaf jika ada typo..


Hai..ini karya pertamaku...


mohon berkomentar dengan bijak... 🙏


pembaca yang baik hati... jangan lupa like 👍 karyaku ini..


Terima kasih... 🙏

__ADS_1


__ADS_2