Melupakanmu

Melupakanmu
Jawaban Ariani


__ADS_3

Mobil berhenti di sebuah taman yang merupakan tempat favorit warga kota untuk berolahraga di pagi hari dan tempat nongkrong anak muda di malam harinya. Ryan dan Ariani berjalan memasuki area taman yang sudah cukup sepi karena ini sudah hampir tengah malam, mereka mencari tempat untuk menyelesaikan persoalan diantara mereka. Ariani memilih duduk di bangku taman yang menghadap danau, tempat favoritnya.


Ryan duduk di sebelah Ariani mendekatkan dirinya di samping Ariani hingga hanya berjarak beberapa centimeter, Ariani membiarkan Ryan duduk disampingnya.


"Apa kau lapar? Aku akan membeli cemilan sebentar." Ryan ingin beranjak membelikan Ariani makanan.


"Tidak perlu Kak, aku tidak lapar." Ariani mendongak kan kepala, meminta Ryan untuk tetap duduk. Ryan pun tidak jadi pergi dan duduk kembali, kini hening terjadi di antara mereka.


Pandangan Ariani lurus ke depan memandang air danau yang tenang memantulkan cahaya lampu taman, terlihat indah binar cahayanya menari-nari di atas air. Ariani membuka kembali ingatan masa lalunya saat awal perjumpaan nya dengan Ryan.


Gila...


Senyum samar terukir di bibirnya, ternyata sangat lama ia memendam perasaan untuk Ryan, menyesakkan namun hanya dia yang dapat merasakannya.


"Kak, apa kakak ingat awal perjumpaan kita?" Ariani menengok menatap Ryan mencari tahu apakah Ryan pernah mengingat awal pertemuan mereka.


"Mmm... Kalau tidak salah saat itu kau meminta tanda tangan padaku kan? Di perpustakaan." Ternyata daya ingat Ryan masih tajam, ia masih ingat awal pertemuannya dengan Ariani. Ariani tersenyum mendengarnya.


"Kalau boleh tahu apa kesan Kakak saat pertama kali melihat ku?" Ariani penasaran dengan sesuatu di masa lalu yang dari dulu ingin ia ketahui dan ingin ia tanyakan pada Ryan, bagaimana perasaan Ryan jika saat itu Ariani menyatakan rasa sukanya, namun Ariani urungkan. Dan akhirnya hari ini ia bisa meluapkan nya kepada Ryan.


"Bagaimana ya? Biasa saja." Jujur dulu Ryan memang tidak begitu peduli dengan keberadaan Ariani, bisa dibilang Ryan tidak memiliki perasaan untuk Ariani. Jadi perjumpaan awal mereka tidak begitu berkesan baginya, tidak seperti Ariani yang langsung jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.


"Hihihi, begitu ya. Jadi aku bukan tipe Kakak dong." Ariani terkekeh mendengar jawaban Ryan yang apa adanya, hatinya sedikit ngilu saat mendengar nya. Ariani sadar betul siapa sih dirinya yang hanya sebuah batu kali diantara batu akik. Ryan yang terlalu fokus menjalani kehidupannya hingga tidak menyadari ada seseorang yang fokus menaruh hati padanya, mencuri pandang dan memperhatikannya dalam diam.


"Mengapa tiba-tiba kau membicarakan hal itu? Memang dulu aku tidak pernah menengok padamu, tapi sejak kau berada di kota ini aku menjadi semakin ingin mengenalmu lebih dekat." Sebenarnya tidak pernah terlintas di benak Ariani untuk bekerja di kota, namun keadaan membuatnya harus mencari pekerjaan di kota dan meninggalkan desa. Dan ia tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan orang-orang yang satu desa dengannya.

__ADS_1


"Benarkah? Jika kakak ingin lebih mengenalku, lalu mengapa baru sekarang?" Ariani sedikit ragu dengan perasaan Ryan padanya, mengapa Ryan baru sekarang menyatakan perasaannya dan itupun karena ia mengetahui Ariani menyukainya yang didengarnya dari Tomi. Kenyataan lainnya Ryan sudah bertunangan dengan Elma, namun dengan percaya dirinya Ryan menyatakan perasaannya pada Ariani. Dari situ Ariani menyimpulkan perasaan Ryan padanya hanya sebuah pelarian.


"Mengapa pembicaraan kita menjadi melenceng seperti ini?" Ryan mulai gusar dengan topik pembicaraan mereka.


"Aku hanya ingin mengetahui kesungguhan mu" Gumam gumam Ariani berbicara hingga Ryan tidak bisa mendengar ucapannya dengan jelas. Terlalu cepat Ryan menyatakan perasaannya, membuat Ariani meragukan keseriusannya.


"Apa yang kau bicarakan Ariani, katakanlah. Apa kau mau menerimaku?" Ryan memegang kedua pundak Ariani.


"Sebelum aku menjawabnya, ada yang ingin aku tanyakan padamu." Ryan menganggukkan kepala meyakinkan Ariani bahwa ia akan menjawabnya, Ariani menatap bola mata Ryan melihat kesungguhan darinya.


"Mengapa Kakak ingin menjalin hubungan denganku, sedangkan kakak tahu aku hanya gadis miskin." Sebelumnya Ariani ingin tahu alasan Ryan memilih nya yang berasal dari keluarga miskin, sangat jauh bila dengan dirinya yang merupakan keluarga terpandang di desanya.


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan tentang itu, aku tidak melihat darimana kau berasal." Ryan memberikan alasannya yang cukup menenangkan hati.


"Lalu bagaimana dengan Elma? Kalian sudah bertunangan, pernahkah kakak memikirkan perasaannya?" Ariani masih memikirkan Elma, lebih tepatnya menjaga perasaan nya.


"Jelas ini menjadi urusan ku, aku terlibat dalam masalah ini. Aku tidak ingin menjadi duri dalam hubungan kalian, Elma temanku." Merasa geram Ariani melepaskan tangannya dari genggaman Ryan, ia menggeser bokongnya menjauh. Pandangannya kini beralih kearah danau.


"Ya, aku tahu kalian berteman sejak lama. Maka dari itu aku akan mengakhiri hubunganku dengannya saat kau bersamaku. Dan sekarang keputusan ada di tanganmu, kau mau atau tidak?" Ariani terperangah dengan apa yang didengarnya, ia tidak menyangka ternyata dibalik rupanya yang tenang dan menawan ternyata Ryan memiliki sifat yang egois dan mengambil keuntungan sendiri. Ariani baru mengetahui sifat Ryan yang sebenarnya, ia menatap dalam wajah Ryan lalu menggelengkan kepala. Merasa tak percaya.


"Aku tidak bisa." Ariani berdiri dari duduknya.


"Jadi kau menolak ku?" Ryan membulatkan matanya, meraih salah satu tangan Ariani.


"Maafkan aku, aku tidak bisa Kak. Aku tidak ingin terjadi masalah dikemudian hari. Cukup banyak masalah yang aku hadapi, aku tidak ingin menambah beban pikiranku lagi. Dan lagi, aku tidak ingin hubungan pertemanan ku dengan Elma menjadi rusak gara-gara masalah ini." Dengan yakin Ariani memberikan keputusannya yang sudah bulat, ia memang tidak ingin menerima Ryan.

__ADS_1


"Kau yakin dengan keputusan mu? Tidak menyesal telah menolak ku?" Ryan mencoba menggoyahkan hati Ariani.


"Tidak, aku sudah bahagia menjalani kehidupan ku yang sekarang. Aku rasa perasaanmu padaku hanya kebetulan, kau datang padaku saat hubunganmu dengan kekasih mu tidak berjalan baik, ini bukan cinta Kak, ini pelarian. Jangan jadikan aku sebagai alasan kau berpisah dengan Elma." Ariani tidak ingin menyesali keputusannya, ia tahu dulu ia begitu mencintai lelaki didepannya ini. Bahkan menikah dengan nya adalah sebuah impian, namun kini ia sudah bisa melepaskannya.


"Aku tidak menyangka kau bisa menolak ku, Ariani. Apa ini ada hubungannya dengan Dirga?" Ryan beranjak dari duduknya, membuka ingatan Ariani tentang Dirga. Namun tidak ada kata yang terucap dari bibir Ariani, ia tidak ingin Ryan membawa-bawa nama Dirga dalam hal ini.


"Baiklah, aku terima keputusanmu. Tetapi bisakah kau berjanji padaku untuk merahasiakan semua ini?" Ryan ingin Ariani menepati sebuah janji.


"Iya?" Sedikit tidak mengerti apa maksud ucapan Ryan.


"Jangan sampai ada orang mengetahui hal ini, anggap saja aku tidak pernah mengatakannya padamu." Jederr... Bagai tersambar petir Ariani selangkah mundur terperanjat mendengar ucapan Ryan yang memintanya untuk merahasiakan apa yang sudah terjadi diantara mereka.


Apa maksudnya ini? Apa kau mempermainkan ku?


Penuh sesak dada Ariani hingga ia sulit mengambil nafas, hatinya menahan perih, sakit. Ia merasa dipermainkan oleh Ryan.


"Baik. Akan ku pastikan tidak ada seorang pun mengetahuinya." Dengan bergetar Ariani menahan tangisnya, jadi benar Ryan tidak benar-benar menyukainya. Ariani pun berniat pergi meninggalkan Ryan di sana namun tidak jauh ia melangkah arah Ariani dicegat oleh seseorang yang tak lain adalah Elma.


Plakk...


Elma. Ariani memegang pipinya yang terasa panas setelah mendapat tamparan dari Elma. Ryan pun yang melihat dari kejauhan terkejut dengan kedatangan Elma di taman.


"Mengapa dia bisa berada disini?" Dari kejauhan di balik pohon besar Tomi tersenyum melihat pertunjukan yang menegangkan ini, dia yang menelepon Elma memberitahunya bahwa Ryan dan Ariani berada di taman.


"Sedang apa kau disini? Apa yang kau lakukan bersama kekasihku?!" Teriakan Elma memecah kesunyian taman.

__ADS_1


Ariani masih terkejut dengan serangan yang tiba-tiba didapatkannya, ia masih terdiam, masalah terus datang menghampirinya silih berganti tiada habisnya.


__ADS_2